Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 545/KMK.01/1997
Sudah Tidak Berlaku karena Diganti/Dicabut
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 545/KMK.01/1997 TENTANG
PENYEMPURNAAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 297/KMK.01/1997 TENTANG PEMBEBASAN BEA MASUK ATAS IMPOR MESIN, BARANG DAN BAHAN DALAM RANGKA PEMBANGUNAN INDUSTRI/INDUSTRI JASA
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
| |||
|
|
| ||
Menimbang | |||
|
bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas pemberian fasilitas impor bagi industri/industri jasa yang melakukan pembangunan baru, dipandang perlu menyempurnakan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 297/KMK.01/1997.
| |||
|
|
| ||
Mengingat | |||
|
1.
|
Undang-undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (Lembaran Negara Tahun 1967 nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2813) Jo. Undang-undang Nomor 11 Tahun 1970 (Lembaran Negara Tahun 1970 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2943);
| ||
|
2.
|
Undang-undang Nomor 6 Tahun 1968 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri (Lembaran Negara Tahun 1968 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2853) jo. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1970 (Lembaran Negara Tahun 1970 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2944)
| ||
|
3.
|
Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3274);
| ||
|
4.
|
Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3612);
| ||
|
5.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1986 tentang Kewenangan Pengaturan, Pembinaan, Dan Pengembangan Industri (Lembaran Negara Tahun 1986 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3330);
| ||
|
6.
|
Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 297/KMK.01/1997 tentang Pembebasan Bea Masuk atas Impor Mesin, Barang dan Bahan dalam rangka Pembangunan Industri/industri Jasa;
| ||
|
|
| ||
|
MEMUTUSKAN:
| |||
Menetapkan | |||
|
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYEMPURNAAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 297/KMK.01/1997 TENTANG PEMBEBASAN BEA MASUK ATAS IMPOR MESIN, BARANG DAN BAHAN DALAM RANGKA PEMBANGUNAN INDUSTRI/INDUSTRI JASA
| |||
|
|
| ||
Pasal I | |||
|
Menyempurnakan Keputusan Menteri Keuangan No. 297/KMK.01/1997 sebagai berikut:
| |||
|
|
| ||
|
1.
|
Mengubah Pasal 2, sehingga menjadi berbunyi sebagai berikut:
| ||
|
|
| ||
|
|
"Pasal 2
| ||
|
|
Pembebasan bea masuk atas impor mesin dalam rangka pembangunan meliputi:
| ||
|
|
a.
|
Mesin yang terkait langsung dengan kegiatan industri/industri jasa; dan
| |
|
|
b.
|
Suku cadang dan komponen dari mesin sebagaimana dimaksud dalam huruf a dalam jumlah yang tidak melebihi 5% (lima persen) dari harga mesin."
| |
|
|
|
| |
|
2.
|
Mengubah Pasal 4, sehingga menjadi berbunyi sebagai berikut:
| ||
|
|
| ||
|
|
"Pasal 4
| ||
|
|
(1)
|
Kebutuhan mesin, suku cadang dan komponen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, serta barang dan bahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 5 diverifikasi oleh departemen/instansi terkait, yaitu:
| |
|
|
|
a.
|
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bagi perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN);
|
|
|
|
b.
|
Departemen Perindustrian dan Perdagangan dan atau departemen/instansi terkait bagi perusahaan Non PMA/PMDN.
|
|
|
(2)
|
Dalam melaksanakan verifikasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) departemen/instansi terkait menggunakan surveyor yang ditunjuk Pemerintah."
| |
|
|
|
|
|
|
3.
|
Mengubah Pasal 5, sehingga menjadi berbunyi sebagai berikut:
| ||
|
|
| ||
|
|
"Pasal 5
| ||
|
|
Terhadap industri yang melakukan pembangunan dengan menggunakan mesin produksi dalam negeri dapat diberikan pembebasan bea masuk atas impor barang dan bahan sesuai ketentuan Pasal 3."
| ||
|
|
|
|
|
|
4.
|
Mengubah Pasal 7, sehingga menjadi berbunyi sebagai berikut:
| ||
|
|
| ||
|
|
"Pasal 7
| ||
|
|
Fasilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 5 tidak berlaku untuk industri otomotif kecuali industri komponen kendaraan bermotor."
| ||
|
|
|
|
|
|
5.
|
Mengubah Pasal 9 ayat (2), sehingga berbunyi sebagai berikut:
| ||
|
|
"(2)
|
Permohonan untuk mendapat pembebasan bea masuk atas impor barang dan bahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, dan Pasal 5 dilampiri dokumen sebagai berikut :
| |
|
|
|
a.
|
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) ;
|
|
|
|
b.
|
Surat izin usaha dari departemen/instansi terkait;
|
|
|
|
c.
|
Hasil verifikasi dari departemen/instansi terkait terhadap kebutuhan barang dan bahan;
|
|
|
|
d.
|
Copy dokumen impor mesin atau pembelian mesin."
|
|
|
|
|
|
|
6.
|
Menambah Pasal baru sebagai Pasal 12 a, yang berbunyi sebagai berikut:
| ||
|
|
| ||
|
|
"Pasal 12 a
| ||
|
|
"(1)
|
Dengan berlakunya Keputusan ini, perusahaan yang telah memperoleh fasilitas pabean atas impor bahan baku/penolong dalam rangka PMA/PMDN dan belum merealisir impor seluruh bahan baku/penolong dapat memilih:
| |
|
|
|
a.
|
tetap menikmati fasilitas pabean berdasarkan ketentuan lama, atau;
|
|
|
|
b.
|
menyelesaikan fasilitas pabeannya dengan ketentuan baru;
|
|
|
|
dalam merealisir impor sisa bahan baku/penolong.
| |
|
|
(2)
|
Dalam hal perusahaan memilih fasilitas pabean berdasarkan ketentuan lama, seluruh sisa bahan baku/penolong harus direalisir impornya dalam jangka waktu 4 tahun sejak tanggal keputusan pembebasan bea masuk.
| |
|
|
(3)
|
Dalam hal perusahaan memilih fasilitas pabean sesuai ketentuan baru, seluruh sisa bahan baku/penolong harus direalisir impornya paling lambat 2 tahun sejak tanggal keputusan pembebasan bea masuk yang diperbaharui."
| |
|
|
|
|
|
|
7.
|
Mengubah Lampiran, sehingga menjadi sebagaimana dimaksud dalam Lampiran Keputusan ini.
| ||
|
|
|
|
|
Pasal II | |||
|
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut terhitung sejak tanggal 4 Juli 1997.
| |||
|
| |||
|
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
| |||
|
| |||
|
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 3 Nopember 1997
MENTERI KEUANGAN
ttd
MAR'IE MUHAMMAD
| |||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.