Peraturan Presiden Nomor: 17 Tahun 2007
Beberapa Kali Diubah
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG
PERUBAHAN KETUJUH ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, | |||
Menimbang | |||
|
bahwa dalam rangka mendukung terselenggaranya tertib administrasi pemerintahan dan peningkatan kinerja Kabinet Indonesia Bersatu, dipandang perlu mengubah Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2007;
| |||
|
| |||
Mengingat | |||
|
1.
|
Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
| ||
|
2.
|
Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006;
| ||
|
3.
|
Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2007;
| ||
|
|
| ||
|
MEMUTUSKAN:
| |||
Menetapkan | |||
|
PERATURAN PRESIDEN TENTANG PERUBAHAN KETUJUH ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA.
| |||
|
| |||
Pasal I | |||
|
Beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden:
| |||
|
a.
|
Nomor 15 Tahun 2005;
| ||
|
b.
|
Nomor 63 Tahun 2005;
| ||
|
c.
|
Nomor 80 Tahun 2005;
| ||
|
d.
|
Nomor 66 Tahun 2006;
| ||
|
e.
|
Nomor 91 Tahun 2006;
| ||
|
f.
|
Nomor 7 Tahun 2007
| ||
|
diubah sebagai berikut:
| |||
|
1.
|
Ketentuan Pasal 37 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:
| ||
|
"Pasal 37
| |||
|
|
Departemen Pendidikan Nasional terdiri dari:
| ||
|
|
a.
|
Sekretariat Jenderal;
| |
|
|
b.
|
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah;
| |
|
|
c.
|
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi;
| |
|
|
d.
|
Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal;
| |
|
|
e.
|
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan;
| |
|
|
f.
|
Inspektorat Jenderal;
| |
|
|
g.
|
Badan Penelitian dan Pengembangan;
| |
|
|
h.
|
Staf Ahli."
| |
|
2.
|
Ketentuan Pasal 38 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:
| ||
|
"Pasal 38
| |||
|
|
(1)
|
Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen.
| |
|
|
(2)
|
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang manajemen pendidikan dasar dan menengah.
| |
|
|
(3)
|
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pendidikan tinggi.
| |
|
|
(4)
|
Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pendidikan nonformal dan informal.
| |
|
|
(5)
|
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.
| |
|
|
(6)
|
Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen.
| |
|
|
(7)
|
Badan Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pendidikan.
| |
|
|
(8)
|
Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Pendidikan Nasional mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya, yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal, Badan, dan Inspektorat Jenderal."
| |
|
|
|
| |
Pasal II | |||
|
Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
| |||
|
| |||
|
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 9 Mei 2007 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO | |||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.