Peraturan Presiden Nomor: 66 Tahun 2006
Beberapa Kali Diubah
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 66 TAHUN 2006 TENTANG
PERUBAHAN KEEMPAT ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, | |||
|
| |||
Menimbang | |||
|
bahwa dalam rangka meningkatkan kinerja Departemen Keuangan, dipandang perlu mengubah Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2005;
| |||
Mengingat | |||
|
1.
|
Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
| ||
|
2.
|
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437);
| ||
|
3.
|
Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005;
| ||
|
4.
|
Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2005;
| ||
|
|
| ||
|
MEMUTUSKAN:
| |||
Menetapkan | |||
|
PERATURAN PRESIDEN TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA.
| |||
|
| |||
Pasal I | |||
|
Beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia yang telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden:
| |||
|
a.
|
Nomor 15 Tahun 2005;
| ||
|
b.
|
Nomor 63 Tahun 2005;
| ||
|
c.
|
Nomor 80 Tahun 2005;
| ||
|
diubah sebagai berikut:
| |||
|
| |||
|
1.
|
Ketentuan Pasal 15 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:
| ||
|
| |||
|
|
"Pasal 15
| ||
|
|
Departemen Keuangan terdiri dari:
| ||
|
|
a.
|
Sekretariat Jenderal;
| |
|
|
b.
|
Direktorat Jenderal Anggaran;
| |
|
|
c.
|
Direktorat Jenderal Pajak;
| |
|
|
d.
|
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
| |
|
|
e.
|
Direktorat Jenderal Perbendaharaan;
| |
|
|
f.
|
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara;
| |
|
|
g.
|
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan;
| |
|
|
h.
|
Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang;
| |
|
|
i.
|
Inspektorat Jenderal;
| |
|
|
j.
|
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan;
| |
|
|
k.
|
Badan Kebijakan Fiskal;
| |
|
|
l.
|
Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan;
| |
|
|
m.
|
Staf Ahli."
| |
|
|
|
| |
|
2.
|
Ketentuan Pasal 16 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:
| ||
|
| |||
|
|
"Pasal 16
| ||
|
|
(1)
|
Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen.
| |
|
|
(2)
|
Direktorat Jenderal Anggaran mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang penganggaran.
| |
|
|
(3)
|
Direktorat Jenderal Pajak mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perpajakan.
| |
|
|
(4)
|
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kepabeanan dan cukai.
| |
|
|
(5)
|
Direktorat Jenderal Perbendaharaan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perbendaharaan negara.
| |
|
|
(6)
|
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang kekayaan negara, piutang negara dan lelang.
| |
|
|
(7)
|
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perimbangan keuangan.
| |
|
|
(8)
|
Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengelolaan utang.
| |
|
|
(9)
|
Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen.
| |
|
|
(10)
|
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan mempunyai tugas membina, mengatur, dan mengawasi kegiatan sehari-hari di bidang pasar modal, dan merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan.
| |
|
|
(11)
|
Badan Kebijakan Fiskal mempunyai tugas melaksanakan analisis di bidang kebijakan fiskal dan kerja sama internasional.
| |
|
|
(12)
|
Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan negara.
| |
|
|
(13)
|
Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Keuangan mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya, yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal, Badan, dan Inspektorat Jenderal."
| |
|
|
|
| |
Pasal II | |||
|
Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
| |||
|
| |||
|
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 8 Juni 2006 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd.
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO | |||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.