Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: P-13/BC/2006
Sudah Tidak Berlaku karena Diganti/Dicabut
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR P-13/BC/2006 TENTANG
PENGEMBALIAN CUKAI ATAS BARANG KENA CUKAI YANG DIMUSNAHKAN ATAU DIOLAH KEMBALI
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,
| |||||
|
| |||||
Menimbang | |||||
|
bahwa untuk melaksanakan Pasal 21 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 26/PMK.04/2006 tentang Pengembalian Cukai dan/atau Denda Administrasi perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai tentang Pengembalian Cukai atas Barang Kena Cukai yang Dimusnahkan atau Diolah Kembali;
| |||||
|
| |||||
Mengingat | |||||
|
1.
|
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3613);
| ||||
|
2.
|
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 247/KMK.05/1996 tentang Penimbunan, Pemasukan, Pengeluaran, Pengangkutan dan Perdagangan Barang Kena Cukai;
| ||||
|
3.
|
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 26/PMK.04/2006 tentang Pengembalian Cukai dan/atau Denda Administrasi;
| ||||
|
|
| ||||
|
MEMUTUSKAN:
| |||||
Menetapkan | |||||
|
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANG PENGEMBALIAN CUKAI ATAS BARANG KENA CUKAI YANG DIMUSNAHKAN ATAU DIOLAH KEMBALI.
| |||||
|
|
| ||||
|
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1 | |||||
|
Dalam Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini, yang dimaksud dengan:
| |||||
|
1.
|
Kantor Pelayanan adalah Kantor Pelayanan Bea dan Cukai.
| ||||
|
2.
|
Kantor Wilayah adalah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang membawahi Kantor Pelayanan Bea dan Cukai yang mengawasi Pabrik.
| ||||
|
3.
|
Pejabat Bea dan Cukai adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu.
| ||||
|
4.
|
Tim Pengawas adalah tim yang terdiri dari Pejabat Bea dan Cukai yang bertugas melakukan pengawasan pelaksanaan pemusnahan atau pengolahan kembali Barang Kena Cukai.
| ||||
|
5.
|
Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai.
| ||||
|
6.
|
Pengusaha Pabrik adalah orang yang mengusahakan Pabrik.
| ||||
|
|
| ||||
Pasal 2 | |||||
|
Pengembalian cukai atas Barang Kena Cukai yang telah dilunasi cukainya, yang dimasukkan kembali dari peredaran bebas ke Pabrik untuk dimusnahkan atau diolah kembali hanya diberikan kepada Pengusaha Pabrik.
| |||||
|
|
| ||||
Pasal 3 | |||||
|
(1)
|
Pemusnahan atau pengolahan kembali Barang Kena Cukai yang telah dilunasi cukainya dari peredaran bebas dengan mendapatkan pengembalian cukai hanya dapat dilakukan oleh Pengusaha Pabrik di bawah pengawasan Tim Pengawas.
| ||||
|
(2)
|
Pemusnahan atau pengolahan kembali Barang Kena Cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (1):
| ||||
|
|
a.
|
yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai hanya diizinkan apabila pemesanan pita cukainya dilakukan pada tahun anggaran berjalan atau pada satu tahun anggaran sebelumnya; atau
| |||
|
|
b.
|
yang pelunasan cukainya dengan cara pembayaran hanya diizinkan apabila cukainya dibayar pada tahun anggaran berjalan atau pada satu tahun anggaran sebelumnya.
| |||
|
|
|
| |||
Pasal 4 | |||||
|
(1)
|
Pemusnahan atau pengolahan kembali Barang Kena Cukai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) hanya dapat dilakukan paling banyak 2 (dua) kali dalam satu tahun anggaran.
| ||||
|
(2)
|
Dalam hal pemusnahan Barang Kena Cukai dilakukan di beberapa tempat pemusnahan secara bersamaan, yang dibuktikan dengan pengajuan beberapa pemberitahuan PBCK-3 dengan tanggal yang sama, dihitung sama dengan satu kali.
| ||||
|
(3)
|
Pemusnahan atau pengolahan kembali Barang Kena Cukai yang dilakukan lebih dari 2 (dua) kali dalam satu tahun anggaran, hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Direktur Jenderal.
| ||||
|
|
| ||||
Pasal 5 | |||||
|
Pemusnahan atau pengolahan kembali Barang Kena Cukai, dapat dilakukan dengan cara:
| |||||
|
a.
|
membakar habis Barang Kena Cukai;
| ||||
|
b.
|
menghancurkan Barang Kena Cukai sehingga pita cukai yang melekat padanya rusak dan tidak dapat digunakan lagi;
| ||||
|
c.
|
merusak pita cukai sehingga menjadi tidak utuh;
| ||||
|
d.
|
mengoleskan bahan pewarna yang tahan luntur pada pita cukai sehingga harga jual eceran dan tarif cukai yang tertera padanya tidak dapat dibaca lagi;
| ||||
|
e.
|
memasukkan Barang Kena Cukai ke dalam lubang galian yang telah diberi air kemudian ditimbun dengan tanah; atau
| ||||
|
f.
|
membuang Barang Kena Cukai dari kemasannya.
| ||||
|
|
| ||||
Pasal 6 | |||||
|
(1)
|
Pemasukan Barang Kena Cukai dari peredaran bebas ke dalam Pabrik untuk dimusnahkan atau diolah kembali dengan mendapatkan pengembalian cukai menggunakan CK-13.
| ||||
|
(2)
|
Tata cara pemasukan Barang Kena Cukai yang telah dilunasi cukainya untuk dimusnahkan atau diolah kembali dari peredaran bebas ke Pabrik diatur sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal ini.
| ||||
|
|
| ||||
|
BAB II
PEMUSNAHAN ATAU PENGOLAHAN KEMBALI BARANG KENA CUKAI YANG PELUNASAN CUKAINYA DENGAN CARA PELEKATAN PITA CUKAI
Pasal 7 | |||||
|
(1)
|
Persetujuan pemusnahan atau pengolahan kembali Barang Kena Cukai diberikan oleh:
| ||||
|
|
a.
|
Kepala Kantor Pelayanan yang mengawasi Pabrik dalam hal jumlah nilai cukai tidak melebihi Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah); atau
| |||
|
|
b.
|
Kepala Kantor Wilayah dalam hal jumlah nilai cukai melebihi Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
| |||
|
(2)
|
Pelaksanaan pemusnahan atau pengolahan kembali Barang Kena Cukai dilakukan setelah 7 (tujuh) hari kerja sejak mendapat persetujuan.
| ||||
|
|
| ||||
Pasal 8 | |||||
|
Pengawasan pelaksanaan pemusnahan atau pengolahan kembali Barang Kena Cukai dilakukan oleh Tim Pengawas yang ditunjuk:
| |||||
|
a.
|
Kepala Kantor Pelayanan yang mengawasi Pabrik dalam hal jumlah nilai cukai tidak melebihi Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) yang beranggotakan Pejabat Bea dan Cukai dari Kantor Pelayanan; atau
| ||||
|
b.
|
Kepala Kantor Wilayah dalam hal jumlah nilai cukai melebihi Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) yang beranggotakan Pejabat Bea dan Cukai dari Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan.
| ||||
|
|
| ||||
Pasal 9 | |||||
|
Atas pemusnahan atau pengolahan kembali Barang Kena Cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai dengan mendapatkan pengembalian cukai, dikenakan biaya pengganti pencetakan pita cukai sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang biaya pengganti.
| |||||
|
|
| ||||
Pasal 10 | |||||
|
(1)
|
Pengembalian cukai atas pemusnahan atau pengolahan kembali Barang Kena Cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai, terlebih dahulu diperhitungkan dengan utang cukai dan/atau denda administrasi.
| ||||
|
(2)
|
Dalam hal Pengusaha Pabrik yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai, tidak memiliki utang cukai dan/atau denda administrasi pengembalian cukai atas permintaannya, dapat:
| ||||
|
|
a.
|
diperhitungkan untuk pemesanan pita cukai berikutnya; atau
| |||
|
|
b.
|
dikembalikan kepada Pengusaha Pabrik sesuai dengan tata cara pengembalian cukai yang berlaku.
| |||
|
|
|
| |||
Pasal 11 | |||||
|
Tata cara pemusnahan atau pengolahan kembali Barang Kena Cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai diatur sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal ini.
| |||||
|
|
|
| |||
|
BAB III
PEMUSNAHAN BARANG KENA CUKAI YANG PELUNASAN CUKAINYA DENGAN CARA PEMBAYARAN
Pasal 12 | |||||
|
(1)
|
Persetujuan pemusnahan Barang Kena Cukai diberikan oleh:
| ||||
|
|
a.
|
Kepala Kantor Pelayanan yang mengawasi Pabrik dalam hal jumlah nilai cukai tidak melebihi Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah); atau
| |||
|
|
b.
|
Kepala Kantor Wilayah dalam hal jumlah nilai cukai melebihi Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).
| |||
|
(2)
|
Pelaksanaan pemusnahan Barang Kena Cukai dilakukan setelah 7 (tujuh) hari sejak mendapat persetujuan.
| ||||
|
|
| ||||
Pasal 13 | |||||
|
Pengawasan pelaksanaan pemusnahan Barang Kena Cukai dilakukan oleh Tim Pengawas yang ditunjuk:
| |||||
|
a.
|
Kepala Kantor Pelayanan yang mengawasi Pabrik dalam hal jumlah nilai cukai tidak melebihi Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) yang beranggotakan Pejabat Bea dan Cukai dari Kantor Pelayanan; atau
| ||||
|
b.
|
Kepala Kantor Wilayah dalam hal jumlah nilai cukai melebihi Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) yang beranggotakan Pejabat Bea dan Cukai dari Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan.
| ||||
|
|
| ||||
Pasal 14 | |||||
|
(1)
|
Pengembalian cukai atas pemusnahan Barang Kena Cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pembayaran, terlebih dahulu diperhitungkan dengan utang cukai dan/atau denda administrasi.
| ||||
|
(2)
|
Dalam hal Pengusaha Pabrik yang pelunasan cukainya dengan cara pembayaran, tidak memiliki utang cukai dan/atau denda administrasi pengembalian cukai atas permintaannya dapat dikembalikan kepada Pengusaha Pabrik sesuai dengan tata cara pengembalian cukai yang berlaku.
| ||||
|
|
| ||||
Pasal 15 | |||||
|
Tata cara pemusnahan Barang Kena Cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pembayaran diatur sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran III Peraturan Direktur Jenderal ini.
| |||||
|
|
| ||||
|
BAB IV
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 16 | |||||
|
(1)
|
Pengembalian Cukai atas Barang Kena Cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai atau dengan cara pembayaran yang dimusnahkan atau diolah kembali, yang Pemberitahuan PBCK-3 telah diajukan sebelum berlakunya Peraturan Direktur Jenderal ini dan pemusnahan atau pengolahan kembali telah dilaksanakan, diselesaikan berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-62/BC/1996 tentang Tata Cara Pemasukan dan Pemusnahan atau Pengolahan Kembali Barang Kena Cukai yang Telah Dilunasi Cukainya dari Peredaran Bebas untuk Mendapatkan Pengembalian Cukai.
| ||||
|
(2)
|
Pengembalian Cukai atas Barang Kena Cukai yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai atau dengan cara pembayaran yang dimusnahkan atau diolah kembali, yang Pemberitahuan PBCK-3 telah diajukan sebelum berlakunya Peraturan Direktur Jenderal ini dan pemusnahan atau pengolahan kembali belum dilaksanakan, diselesaikan berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal ini.
| ||||
|
|
| ||||
|
BAB V
PENUTUP
Pasal 17 | |||||
|
Pada saat Peraturan Direktur Jenderal ini berlaku, Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-62/BC/1996 tentang Tata Cara Pemasukan dan Pemusnahan atau Pengolahan Kembali Barang Kena Cukai yang Telah Dilunasi Cukainya dari Peredaran Bebas untuk Mendapatkan Pengembalian Cukai dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
| |||||
|
| |||||
Pasal 18 | |||||
|
Peraturan Direktur Jenderal ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
| |||||
|
| |||||
|
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
| |||||
|
| |||||
|
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 15 Agustus 2006
DIREKTUR JENDERAL,
ttd.
ANWAR SUPRIJADI
| |||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.