Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-10/PJ.51/1995
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE-10/PJ.51/1995 TENTANG
PENGENAAN PPN BM ATAS BKP YANG TERGOLONG MEWAH SELAIN KENDARAAN BERMOTOR (SERI PPN 9 - 95)
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Dalam rangka pelaksanaan Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 644/KMK.04/1994 tanggal 29 Desember 1994 tentang Macam Dan Jenis BKP Yang Tergolong Mewah Selain Kendaraan Bermotor yang menggantikan Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 1286/KMK.04/1991 tanggal 31 Desember 1991, bersama ini disampaikan penjelasan sebagai berikut:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
1.
|
Tarif PPnBM dalam Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1994 ditetapkan serendah-rendahnya 10% (sepuluh persen) dan setinggi-tingginya 50% (lima puluh persen). Namun dalam pelaksanaannya, tarif tertinggi 50% (lima puluh persen) tersebut belum diterapkan.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
2.
|
Terdapat perubahan pengenaan PPnBM atas beberapa jenis barang, yaitu sebagai berikut:
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
2.a.
|
Jenis BKP Yang Tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang semula terutang PPnBM dengan tarif 20% (dua puluh persen) menjadi tidak terutang PPnBM adalah sebagai berikut:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
2.b.
|
Jenis BKP Yang Tergolong Mewah selain Kendaraan Bermotor yang semula terutang PPn BM dengan tarif 35% (tiga puluh lima persen) menjadi tidak terutang PPnBM adalah sebagai berikut:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
2.c.
|
Jenis BKP Yang Tergolong Mewah selain kendaraan bermotor yang semula terutang PPnBM dengan tarif 20% (dua puluh persen) menjadi terutang PPnBM dengan tarif 10% (sepuluh persen) adalah sebagai berikut:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
2.d.
|
Barang Kena Pajak yang semula tidak terutang PPn BM menjadi terutang PPnBM dengan tarif 10% (sepuluh persen) adalah sebagai berikut:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
3.
|
Untuk penyerahan BKP Yang Tergolong Mewah yang semula tidak terutang PPnBM menjadi terutang atau semula terutang PPnBM dengan tarif lebih tinggi kemudian dikenakan tarif yang lebih rendah atau semula terutang PPnBM menjadi tidak terutang PPnBM, maka ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang PPN yang baru diberlakukan hanya untuk penyerahan-penyerahan yang terjadi pada atau setelah tanggal 1 Januari 1995, sesuai dengan bunyi butir 3.3. dan 3.4. Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-01/PJ.51/1995 tanggal 2 Januari 1995 (Seri PPN 1-95).
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Demikian untuk diketahui, dilaksanakan, dan disebarluaskan di wilayah kerja masing-masing.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
17 Maret 1995
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
ttd.
FUAD BAWAZIER | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.