Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor: KEP-474/PJ./2002
Sudah Tidak Berlaku karena Diganti/Dicabut
Mulai berlaku pada tanggal 12 November 2002
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR KEP-474/PJ./2002 TENTANG
PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-645/
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| |||
|
| |||
Menimbang | |||
|
bahwa dengan ditetapkan beberapa peraturan berkaitan dengan Penagihan Pajak sebagai pelaksanaan Undang-Undang nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 19 Tahun 2000, dan sehubungan dengan sebagian formulir sebagaimana diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-645/
| |||
|
|
| ||
Mengingat | |||
|
1.
|
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang nomor 16 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 126; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3984);
| ||
|
2.
|
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 42; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3686) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 129; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3987);
| ||
|
3.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 135 Tahun 2000 tentang Tata Cara Penyitaan Dalam Rangka Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa;
| ||
|
4.
|
Peraturan Pemerintah nomor 136 Tahun 2000 tentang Tata Cara Penjualan Barang Sitaan Yang Dikecualikan dari Penjualan Secara Lelang Dalam Rangka Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa;
| ||
|
5.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 137 Tahun 2000 Tentang Tempat dan Tata Cara Penyanderaan, Rehabilitas Nama Baik Penanggung Pajak, dan Pemberian Ganti Rugi Dalam Rangka Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa;
| ||
|
6.
|
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 541/
| ||
|
7.
|
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 561/
| ||
|
8.
|
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 562/
| ||
|
9.
|
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 563/
| ||
|
10.
|
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 564/
| ||
|
11.
|
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 565/
| ||
|
12.
|
Keputusan Menteri Keuangan Nomor 85/KMK.03/2002 tentang Tata Cara Penyitaan Kekayaan Penanggung Pajak Berupa Piutang Dalam Rangka Penagihan Pajak dengan Surat Paksa;
| ||
|
13.
|
Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-19/
| ||
|
14.
|
Keputusan Jenderal Pajak Nomor KEP-01/
| ||
|
15.
|
Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-115/
| ||
|
16.
|
Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-168/
| ||
|
17.
|
Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-325/
| ||
|
18.
|
Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-627/PJ/2001 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemblokiran dan Penyitaan Harta Rangka Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa;
| ||
|
19.
|
Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-645/PJ./2002 tentang Bentuk, Jenis, dan Kode Kartu, Formulir, Surat, dan Buku-buku yang Digunakan dalam Pelaksanaan Pajak dengan Surat Paksa;
| ||
|
|
| ||
|
MEMUTUSKAN:
| |||
Menetapkan | |||
|
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-645/
| |||
|
| |||
Pasal I | |||
|
Mengubah sebagian formulir lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-645/
| |||
|
| |||
Pasal II | |||
|
Terhitung mulai tanggal berlakunya Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini, maka bentuk formulir semula sebagaimana Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-645/
| |||
|
| |||
Pasal III | |||
|
Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
| |||
|
| |||
|
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
| |||
|
| |||
|
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 12 November 2002 DIREKTUR JENDERAL,
ttd.
HADI POERNOMO
| |||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.