Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: SE-22/BC/2006
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI
NOMOR SE-22/BC/2006
NOMOR SE-22/BC/2006
TENTANG
PEDOMAN PROSES PENETAPAN KLASIFIKASI BARANG
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI,
|
|
|
|
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 tentang Paket Kebijakan Perbaikan Iklim Investasi dengan ini disampaikan pedoman proses penetapan klasifikasi barang untuk digunakan sebagai petunjuk pelaksanaan oleh pejabat yang bertanggung jawab dalam menetapkan klasifikasi barang sebagai berikut:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
1.
|
Proses Penetapan Klasifikasi Barang
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
1.1.
|
Sebelum menetapkan Klasifikasi Barang perlu dilakukan identifikasi barang.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
1.1.1.
|
Untuk proses identifikasi barang diperlukan informasi uraian barang antara lain dari:
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
a.
|
Pemberitahuan Pabean Invoice, Packing List, B/L, AWB atau dokumen pelengkap pabean lainnya;
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
b.
|
Laporan hasil pemeriksaan barang oleh Pejabat Bea dan Cukai;
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
c.
|
Hasil pengujian laboratorium;
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
d.
|
Dokumen Pendukung Klasifikasi Barang (DPKB);
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
DPKB adalah semua dokumen yang dapat memberikan informasi terperinci tentang barang yang diimpor, komponen penyusun atau kandungannya, kegunaan dan cara kerjanya serta kondisi barang pada saat diimpor, antara lain Brosur, Katalog, Manual Book, Material Safety, Data Sheet (MSDS), Mill Certificate, Certificate of Origin, Certificate of Analysis Pythosanitary/Health Certificate atau dokumen lainnya.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
dokumen-dokumen sebagaimana dimaksud di atas digunakan sebagai dasar identifikasi barang.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
1.1.2.
|
Informasi yang diperlukan dari dokumen sebagaimana dimaksud pada butir 1.1.1. antara lain:
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
a.
|
Jenis/Karakteristik/Hakikat barang tersebut.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
b.
|
Komposisi dan komponen bahan penyusunnya.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
Perhatikan komponen penyusun yang memberikan sifat utama (essential character).
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
c.
|
Fungsi, kegunaan dan cara kerja barang tersebut.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
d.
|
Spesifikasi teknis barang.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
e.
|
Kondisi barang pada saat diimpor. Dalam keadaan lengkap atau rampung ataukah terbongkar sama sekali. Barang tersebut dapat langsung digunakan atau masih memerlukan barang lain atau merupakan pelengkap barang lain.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
1.2.
|
Proses penetapan klasifikasi barang dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
1.2.1.
|
Perhatikan hasil identifikasi barang.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
1.2.2.
|
Lihat Daftar Isi Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI), tentukan Bab-bab terkait
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
1.2.3.
|
Teliti masing-masing Bab terkait tersebut.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
1.2.4.
|
Perhatikan Catatan Bagian/Bab/Sub Bab/Sub Pos dan uraian barang.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
1.2.5.
|
Inventarisir pos-pos yang relevan dan setara.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
1.2.6.
|
Gunakan referensi-referensi World Customs Organization/WCO (jika diperlukan).
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Contoh: Explanatory Notes to the Harmonized System, CD ROM HS Commodity Database, Alphabetical Index, Compendium of Classification Opinions. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
1.2.7.
|
Tentukan pos yang tepat.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
1.3.
|
Penetapan klasifikasi barang dilaksanakan dengan selalu memperhatikan Ketentuan Umum untuk Menginterpretasi Harmonized System (KUMHS).
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
2.
|
Dalam rangka mempercepat proses penetapan klasifikasi barang, terutama untuk barang-barang yang secara sepintas serupa namun karena adanya perbedaan elemen penyusun, kadar, berat jenis, kapasitas atau karena elemen lainnya sehingga klasifikasi dan pembebanannya berbeda (contoh: senyawa-senyawa kimia, biji plastik, gula, pelumas, logam tidak mulia, komponen elektronik, dan lain- lain), maka:
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
2.1.
|
Sebelum impor:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
Importir mengajukan Permohonan Penetapan Tarif Atas Barang Impor Sebelum Penyerahan Pemberitahuan Pabean sebagaimana diatur pada Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor Kep-22/BC/1997;
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
2.2.
|
Pada saat impor:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Demikian disampaikan untuk dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
22 Juni 2006
DIREKTUR JENDERAL
ttd.
ANWAR SUPRIJADI
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.