Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-59/PJ.6/1994
Sudah Tidak Berlaku karena Diganti/Dicabut
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE-59/PJ.6/1994 TENTANG
PENGENAAN PBB USAHA BIDANG PERTAMBANGAN PANAS BUMI
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| ||||
|
Sehubungan dengan telah diterbitkannya Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-39/PJ.6/1994 tanggal 28 Juli 1994 perihal Petunjuk Pengenaan dan Pembayaran PBB Pertambangan Migas/Panas Bumi, dengan ini disampaikan penjelasan khusus Pengenaan PBB Usaha Bidang Pertambangan Panas Bumi sebagai berikut:
| ||||
|
l.
|
Pengertian Umum:
| |||
|
|
Dalam Surat Edaran ini yang dimaksud dengan:
| |||
|
|
1.
|
Panas Bumi, adalah uap yang merupakan sumber energi yang dihasilkan dari tubuh bumi yang antara lain dapat digunakan untuk pembangkit tenaga listrik.
| ||
|
|
2.
|
Hasil produksi, adalah jumlah volume uap dalam ukuran ton yang dikonversikan dengan satuan ukur Barrel of Oil Equivalent (BOE), atau disetarakan dengan ukuran Barrel Minyak Mentah;
| ||
|
|
3.
|
Barrel of Equivalent (BOE) Uap, adalah penentuan satuan ukur dilaksanakan dengan cara melakukan konversi dari setiap 1 (satu) ton uap setara dengan 0,23175 BBL BBM, atau kalau berpedoman kepada toleransi "refinery fuel and loses" kilang sebesar 6%, maka 0,23715 BBL BBM (= satu ton uap) adalah setara dengan 0,246356 BOE.
| ||
|
ll.
|
Pendaftaran dan Pengenaan PBB
| |||
|
|
1.
|
Pendaftaran obyek pajak.
| ||
|
|
|
Pengiriman Surat Pemberitahuan Obyek Pajak (SPOP) dan pengembaliannya berpedoman pada Surat Edaran Dirjen Pajak No: SE-39/PJ.6/1994 tanggal 28 Juli 1994;
| ||
|
|
2.
|
Pengenaan PBB
| ||
|
|
|
a.
|
Tanah Produktif, adalah bumi yang dimanfaatkan pada tahap eksploitasi/penambangan, NJOP-nya ditetapkan sama dengan nilai kapitalisasi obyek pajak yaitu 10 kali harga jual hasil tambang dimulut tambang (ROM) dalam satu tahun sebelum tahun pajak yang bersangkutan;
| |
|
|
|
b.
|
Penatausahaan data produksi panas bumi diberlakukan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 767/KMK.04/1993 tanggal 4 Agustus 1993 Jo. Keputusan Dirjen Pajak Nomor: KEP-17/PJ.6/1993 tanggal 18 Agustus 1993;
| |
|
|
|
c.
|
Atas areal tanah emplasemen, tanah pengaman, tanah kosong dan bangunan emplasemen, penghitungan pengenaan PBB-nya dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
| |
|
|
3.
|
Penerbitan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang:
| ||
|
|
|
a.
|
Direktur PBB meneliti dan memberikan persetujuan atas usul perhitungan pengenaan PBB Panas Bumi dari Kantor Pelayanan PBB;
| |
|
|
|
b.
|
Setelah mendapat persetujuan dari Direktur PBB, Kantor Pelayanan PBB menerbitkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB per Dati II dalam rangkap 3 (tiga), disampaikan:
| |
|
|
|
|
(i)
|
Lembar asli ke Ditjen Lembaga Keuangan c.q direktur Penerimaan Minyak dan Bukan Pajak;
|
|
|
|
|
(ii)
|
Lembar ke-2 ke Direktur PBB;
|
|
|
|
|
(iii)
|
Lembar ke-3 untuk arsip di Kantor Pelayanan PBB yang bersangkutan.
|
|
|
|
|
|
|
|
Demikian untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.
| ||||
|
| ||||
|
13 September 1994
a.n. DIREKTUR JENDERAL PAJAK
DIREKTUR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN, ttd MACHFUD SIDIK | ||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.