Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-52/PJ/UP.90/2001
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE-52/PJ/UP.90/2001 TENTANG
PENGARAHAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN TUGAS
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| |
|
Sehubungan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-109/PJ./1998 tanggal 27 Mei 1998 tentang Pengarahan dalam Rangka Pelaksanaan Tugas maka perlu ditegaskan kembali kepada seluruh pegawai dalam lingkungan Direktorat Jenderal Pajak untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
| |
|
1.
|
Dilarang mendatangi Wajib Pajak tanpa surat tugas.
|
|
2.
|
Dilarang menerima uang dari Wajib Pajak, termasuk uang titipan untuk melunasi utang pajak. Jangan melakukan KKN.
|
|
3.
|
Dilarang mengisikan SPT/SPOP Wajib Pajak.
|
|
4.
|
Dilarang mempersulit dalam memberikan pelayanan kepada Wajib Pajak.
|
|
5.
|
Jangan over acting dan menakut-nakuti Wajib Pajak.
|
|
6.
|
Jangan menjadi konsultan pajak.
|
|
7.
|
Jangan menjadi calo dalam penerimaan pegawai.
|
|
8.
|
Penyelesaian pekerjaan harus sesuai ketentuan dan tepat waktu.
|
|
9.
|
Dalam pelaksanaan pemeriksaan jangan mencari-cari kesalahan Wajib Pajak yang sifatnya mengada-ada.
|
|
10.
|
Permudah dan bantu Wajib Pajak tetapi tetap berdasarkan ketentuan yang berlaku.
|
|
11.
|
Jangan melakukan KKN dalam pelaksanaan DIK dan DIP.
|
|
12.
|
Segera lunasi PBB anda, sebagai salah satu bukti panutan.
|
|
13.
|
Batasi membawa mobil pribadi ke kantor.
|
|
14.
|
Harus peduli dan toleransi dalam pergaulan, baik di kantor maupun di tempat tinggal.
|
|
|
|
|
Demikian untuk diketahui dan dilaksanakan sebaik-baiknya.
| |
|
| |
|
6 Juli 2001
DIREKTUR JENDERAL,
ttd.
HADI POERNOMO
| |
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.