Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-33/PJ/2016
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE-33/PJ/2016 TENTANG
TATA CARA PELAKSANAAN KONFIRMASI STATUS WAJIB PAJAK ATAS LAYANAN PUBLIK TERTENTU PADA INSTANSI PEMERINTAH
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| ||||||||||||||||||||||
|
|
| |||||||||||||||||||||
|
A.
|
Umum | |||||||||||||||||||||
|
|
Sehubungan dengan pelaksanaan Konfirmasi Status Wajib Pajak dalam rangka pemberian layanan publik tertentu, perlu disusun Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak tentang Tata Cara Pelaksanaan Konfirmasi Status Wajib Pajak.
| |||||||||||||||||||||
|
|
| |||||||||||||||||||||
|
B.
|
Maksud dan Tujuan | |||||||||||||||||||||
|
|
1.
|
Maksud
| ||||||||||||||||||||
|
|
|
Surat Edaran ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam pelaksanaan Konfirmasi Status Wajib Pajak.
| ||||||||||||||||||||
|
|
2.
|
Tujuan
| ||||||||||||||||||||
|
|
|
Surat Edaran ini bertujuan memberikan acuan dan prosedur standar dalam pelaksanaan Konfirmasi Status Wajib Pajak sehingga terdapat keseragaman dalam pemahaman dan pelaksanaan prosedur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
| ||||||||||||||||||||
|
|
|
|
| |||||||||||||||||||
|
C.
|
Ruang Lingkup | |||||||||||||||||||||
|
|
Ruang lingkup ketentuan ini mengatur hal-hal sebagai berikut:
| |||||||||||||||||||||
|
|
1.
|
tahapan persiapan Konfirmasi Status Wajib Pajak;
| ||||||||||||||||||||
|
|
2.
|
tahapan pelaksanaan Konfirmasi Status Wajib Pajak; dan
| ||||||||||||||||||||
|
|
3.
|
tahapan pemanfaatan data Konfirmasi Status Wajib Pajak.
| ||||||||||||||||||||
|
|
| |||||||||||||||||||||
|
D.
|
Dasar | |||||||||||||||||||||
|
|
1.
|
Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2015.
| ||||||||||||||||||||
|
|
2.
|
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-43/PJ/2015 tentang Tata Cara Penerbitan Keterangan Status Wajib Pajak dalam Rangka Pelaksanaan Konfirmasi Status Wajib Pajak atas Layanan Publik Tertentu pada Instansi Pemerintah yang selanjutnya disebut dengan PER-43/PJ/2015.
| ||||||||||||||||||||
|
|
| |||||||||||||||||||||
|
E.
|
Materi | |||||||||||||||||||||
|
|
1.
|
Pengertian
| ||||||||||||||||||||
|
|
|
a.
|
Konfirmasi Status Wajib Pajak yang selanjutnya disingkat KSWP adalah kegiatan yang dilakukan oleh Instansi Pemerintah sebelum memberikan layanan publik tertentu untuk memperoleh Keterangan Status Wajib Pajak.
| |||||||||||||||||||
|
|
|
b.
|
Keterangan Status Wajib Pajak adalah informasi yang diberikan oleh Direktur Jenderal Pajak dalam rangka pelaksanaan Konfirmasi Status Wajib Pajak atas layanan publik tertentu pada Instansi Pemerintah.
| |||||||||||||||||||
|
|
|
c.
|
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak, yang selanjutnya disebut Kanwil DJP, adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Pajak.
| |||||||||||||||||||
|
|
|
d.
|
Kantor Pelayanan Pajak, yang selanjutnya disingkat KPP, adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kanwil DJP.
| |||||||||||||||||||
|
|
|
e.
|
Kantor Penyuluhan Pelayanan dan Konsultasi Perpajakan, yang selanjutnya disingkat KP2KP, adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Pajak yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala KPP Pratama.
| |||||||||||||||||||
|
|
|
f.
|
Instansi Pemerintah adalah kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Badan Hukum Milik Negara atau Badan Usaha Milik Negara dan instansi lainnya yang memberikan layanan publik tertentu.
| |||||||||||||||||||
|
|
|
g.
|
Instansi Pemerintah Tertentu adalah Instansi Pemerintah pusat yang memiliki unit vertikal di daerah yang berkoordinasi dengan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak.
| |||||||||||||||||||
|
|
2.
|
Gambaran Umum
| ||||||||||||||||||||
|
|
|
a.
|
Instansi Pemerintah melaksanakan KSWP sebelum memberikan layanan publik tertentu.
| |||||||||||||||||||
|
|
|
b.
|
Layanan publik tertentu yang melalui prosedur KSWP adalah layanan publik berdasarkan peraturan yang diterbitkan oleh Instansi Pemerintah terkait.
| |||||||||||||||||||
|
|
|
c.
|
Konfirmasi Status Wajib Pajak oleh Instansi Pemerintah dalam rangka memberikan layanan publik tertentu dilakukan dengan menggunakan:
| |||||||||||||||||||
|
|
|
|
1)
|
sistem informasi pada Instansi Pemerintah yang terhubung dengan sistem informasi pada Direktorat Jenderal Pajak; atau
| ||||||||||||||||||
|
|
|
|
2)
|
aplikasi yang telah disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
| ||||||||||||||||||
|
|
|
d.
|
Direktur Jenderal Pajak dapat memberikan Keterangan Status Wajib Pajak atas KSWP yang dilakukan oleh Instansi Pemerintah.
| |||||||||||||||||||
|
|
|
e.
|
Keterangan Status Wajib Pajak memuat status valid atau tidak valid.
| |||||||||||||||||||
|
|
|
f.
|
Keterangan status valid dapat diberikan dalam hal Wajib Pajak memenuhi ketentuan:
| |||||||||||||||||||
|
|
|
|
1)
|
nama Wajib Pajak dan NPWP sesuai dengan data dalam sistem informasi Direktorat Jenderal Pajak; dan
| ||||||||||||||||||
|
|
|
|
2)
|
telah menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan untuk 2 (dua) Tahun Pajak terakhir yang sudah menjadi kewajiban Wajib Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
| ||||||||||||||||||
|
|
|
g.
|
Wajib Pajak mengajukan permohonan Keterangan Status Wajib Pajak ke KPP atau KP2KP dalam hal:
| |||||||||||||||||||
|
|
|
|
1)
|
sistem informasi atau aplikasi sebagaimana dimaksud pada huruf c memuat Keterangan Status Wajib Pajak dengan status tidak valid, atau
| ||||||||||||||||||
|
|
|
|
2)
|
KSWP oleh Instansi Pemerintah tidak dapat dilakukan,
| ||||||||||||||||||
|
|
|
|
dengan contoh format surat permohonan Keterangan Status Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam Lampiran I PER-43/PJ/2015.
| |||||||||||||||||||
|
|
|
h.
|
Kantor Pelayanan Pajak atau KP2KP memberikan Keterangan Status Wajib Pajak yang memuat status valid paling lama 1 (satu) hari kerja setelah permohonan diterima lengkap.
| |||||||||||||||||||
|
|
|
i.
|
Layanan publik tertentu pada Instansi Pemerintah dapat diberikan dalam hal:
| |||||||||||||||||||
|
|
|
|
1)
|
sistem informasi atau aplikasi sebagaimana dimaksud pada huruf c, atau
| ||||||||||||||||||
|
|
|
|
2)
|
Keterangan Status Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada huruf h,
| ||||||||||||||||||
|
|
|
|
memuat Keterangan Status Wajib Pajak dengan status valid.
| |||||||||||||||||||
|
|
|
| ||||||||||||||||||||
|
F.
|
Tahapan Konfirmasi Status Wajib Pajak | |||||||||||||||||||||
|
|
1.
|
Kegiatan KSWP terdiri dari 3 (tiga) tahapan yang perlu dilaksanakan yaitu:
| ||||||||||||||||||||
|
|
|
a.
|
tahapan persiapan KSWP;
| |||||||||||||||||||
|
|
|
b.
|
tahapan pelaksanaan KSWP; dan
| |||||||||||||||||||
|
|
|
c.
|
tahapan pemanfaatan data KSWP.
| |||||||||||||||||||
|
|
2.
|
Tahapan Persiapan KSWP adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Edaran ini.
| ||||||||||||||||||||
|
|
3.
|
Tahapan Pelaksanaan KSWP adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Edaran ini.
| ||||||||||||||||||||
|
|
4.
|
Tahapan Pemanfaatan Data KSWP adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Edaran ini.
| ||||||||||||||||||||
|
|
|
| ||||||||||||||||||||
|
G.
|
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. | |||||||||||||||||||||
|
|
Demikian disampaikan untuk diperhatikan dengan sungguh-sungguh dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
| |||||||||||||||||||||
|
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 18 Juli 2016 DIREKTUR JENDERAL PAJAK, ttd.
KEN DWIJUGIASTEADI
| ||||||||||||||||||||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.