Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-16/PJ/2020
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE-16/PJ/2020 TENTANG PANDUAN TINDAK LANJUT PELAKSANAAN TUGAS DAN PENCEGAHAN PENYEBARAN CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19) DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| ||||||||||||||||
|
Yth.
|
1.
|
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak;
| ||||||||||||||
|
|
2.
|
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak;
| ||||||||||||||
|
|
3.
|
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak;
| ||||||||||||||
|
|
4.
|
Sekretaris Direktorat Jenderal;
| ||||||||||||||
|
|
5.
|
Para Direktur;
| ||||||||||||||
|
|
6.
|
Para Tenaga Pengkaji;
| ||||||||||||||
|
|
7.
|
Para Kepala Kantor Wilayah;
| ||||||||||||||
|
|
8.
|
Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak;
| ||||||||||||||
|
|
9.
|
Para Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan;
| ||||||||||||||
|
|
10.
|
Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan;
| ||||||||||||||
|
|
11.
|
Para Kepala Unit Pelaksana Teknis;
| ||||||||||||||
|
|
12.
|
Para Kepala Bagian di Sekretariat Direktorat Jenderal
| ||||||||||||||
|
|
di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.
| |||||||||||||||
|
|
|
| ||||||||||||||
|
A.
|
Umum | |||||||||||||||
|
|
Menyikapi perkembangan terkini penyebaran COVID-19 di beberapa wilayah Indonesia serta perlunya penyesuaian dan penambahan beberapa ketentuan pada Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-13/PJ/2020 tentang Panduan Pelaksanaan Tugas Selama Masa Pencegahan Penyebaran Corona Virus Deases (COVID-19) di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak, perlu menetapkan surat edaran mengenai panduan tindak lanjut pelaksanaan tugas dan pencegahan penyebaran corona virus disease (COVID-19) di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.
| |||||||||||||||
|
|
| |||||||||||||||
|
B.
|
Maksud dan Tujuan | |||||||||||||||
|
|
1.
|
Mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi pegawai Direktorat Jenderal Pajak dari risiko COVID-19.
| ||||||||||||||
|
|
2.
|
Memberikan panduan Work from Home (WFH) bagi pegawai Direktorat Jenderal Pajak terkait pencegahan COVID-19 di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.
| ||||||||||||||
|
|
3.
|
Memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi serta layanan Direktorat Jenderal Pajak tetap berjalan secara efektif dan efisien.
| ||||||||||||||
|
|
|
| ||||||||||||||
|
C.
|
Ruang Lingkup | |||||||||||||||
|
|
Surat Edaran ini menyesuaikan dan menambah ketentuan pada Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-13/PJ/2020 yang memuat panduan bagi seluruh pegawai, pejabat, atasan langsung, dan pimpinan unit/satuan kerja dalam pelaksanaan tugas dan fungsi terkait upaya pencegahan, penanganan, dan pengendalian penyebaran COVID-19 di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.
| |||||||||||||||
|
|
| |||||||||||||||
|
D.
|
Dasar | |||||||||||||||
|
|
1.
|
Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor SE-4/MK.1/2020 tentang Imbauan Tindak Lanjut Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Lingkungan Kementerian Keuangan.
| ||||||||||||||
|
|
2.
|
Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor SE-5/MK.1/2020 tentang Panduan Tindak Lanjut Terkait Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Lingkungan Kementerian Keuangan.
| ||||||||||||||
|
|
3.
|
Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-13/PJ/2020 tentang Panduan Pelaksanaan Tugas Selama Masa Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.
| ||||||||||||||
|
|
|
| ||||||||||||||
|
E.
|
Materi | |||||||||||||||
|
|
1.
|
Masa pencegahan penyebaran COVID-19 tetap mengacu pada SE-13/PJ/2020 yaitu mulai tanggal 16 Maret 2020 sampai dengan 5 April 2020.
| ||||||||||||||
|
|
2.
|
Dalam rangka menjalankan mitigasi penyebaran COVID-19 perlu diperhatikan prosedur pencegahan di unit kantor masing-masing baik unit yang menempati gedung tersendiri maupun unit kantor yang menempati gedung bersama unit kerja lainnya termasuk yang menempati GKN dan menyewa pada gedung perkantoran.
| ||||||||||||||
|
|
3.
|
Perlunya penyesuaian kembali pejabat dan pelaksana yang melaksanakan tugas di kantor dan yang melaksanakan tugas di rumah (Work from Home-WFH).
| ||||||||||||||
|
|
4.
|
Pelaksanaan tugas di kantor dilakukan pengaturan sebagai berikut:
| ||||||||||||||
|
|
|
a.
|
Pengaturan kehadiran
| |||||||||||||
|
|
|
|
1)
|
Hari Selasa dan Kamis:
| ||||||||||||
|
|
|
|
|
Seluruh Pejabat Struktural dan Supervisor Pemeriksa/Penyidik ditambah 20% Pelaksana dan Pejabat Fungsional selain Supervisor.
| ||||||||||||
|
|
|
|
2)
|
Hari Senin, Rabu, dan Jumat
| ||||||||||||
|
|
|
|
|
Sesuai penugasan piket yang ditetapkan pimpinan unit.
| ||||||||||||
|
|
|
b.
|
Dalam hal Pemerintah Daerah/Pejabat yang Berwenang menetapkan libur bagi Aparatur Sipil Negara, pimpinan unit menetapkan penugasan piket selama hari kerja yang diliburkan.
| |||||||||||||
|
|
5.
|
Dalam pelaksanaan WFH pegawai agar:
| ||||||||||||||
|
|
|
a.
|
melaksanakan tugas kedinasan, menyelesaikan pekerjaan untuk pencapaian output, koordinasi, rapat, dan tugas lainnya dari tempat tinggal pegawai;
| |||||||||||||
|
|
|
b.
|
tidak melakukan aktivitas di luar tempat tinggal kecuali terdapat kepentingan mendesak untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti kesehatan dan pangan;
| |||||||||||||
|
|
|
c.
|
atasan langsung bertanggung jawab sepenuhnya atas pelaksanaan WFH bawahannya;
| |||||||||||||
|
|
|
d.
|
memastikan anggota keluarga/penghuni yang tinggal serumah membatasi aktivitas di luar tempat tinggal;
| |||||||||||||
|
|
|
e.
|
menerapkan perilaku social distancing seperti membuat/memberikan jarak pada setiap aktivitas interaksi sosial lebih kurang 2 meter;
| |||||||||||||
|
|
|
f.
|
merespon arahan atasan langsung dan pimpinan lainnya sesegera mungkin pada saat jam kerja (on call).
| |||||||||||||
|
|
6.
|
Pengaturan lebih rinci mengenai hal-hal tersebut di atas tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Surat Edaran Direktur Jenderal ini.
| ||||||||||||||
|
|
|
| ||||||||||||||
|
Pelaksanaan tugas dan fungsi serta layanan selama masa pencegahan penyebaran COVID-19 sebagaimana diatur pada SE-13/PJ/2020 tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan pada Surat Edaran Direktur Jenderal ini.
| ||||||||||||||||
|
|
| |||||||||||||||
|
Demikian Surat Edaran Direktur Jenderal ini disampaikan untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.
| ||||||||||||||||
|
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 19 Maret 2020
DIREKTUR JENDERAL,
ttd.
SURYO UTOMO
| ||||||||||||||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.