Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-16/PJ.6/1999
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE-16/PJ.6/1999 TENTANG
PEMERIKSAAN SEDERHANA LAPANGAN DALAM RANGKA PENYELESAIAN KEBERATAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| |||
|
|
|
| |
|
Sehubungan dengan semakin meningkatnya jumlah objek pajak yang besar pokok ketetapannya lebih dari Rp500.000,- khususnya untuk wilayah Bogor, Tangerang dan Bekasi dan kota besar lainnya, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:
| |||
|
1.
|
Sebagaimana ketentuan dalam surat edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-15/PJ.6/1997 tanggal 29 Juli 1997 perihal Petunjuk Pelaksanaan Penyelesaian Keberatan PBB romawi III angka 4 huruf b bahwa: pemeriksaan sederhana lapangan dapat dilakukan terutama untuk hal-hal sebagai berikut:
| ||
|
|
1.
|
Wajib pajak mengajukan keberatan terhadap pokok pajak:
| |
|
|
|
-
|
untuk wilayah DKI Jaya sama dengan atau lebih dari Rp2.000.000,-;
|
|
|
|
-
|
untuk wilayah lainnya sama dengan atau lebih dari Rp500.000,-.
|
|
|
2.
|
Wajib Pajak mengajukan keberatan atas ketetapan PBB terhadap objek pajak yang lokasinya terletak dalam beberapa wilayah KP PBB;
| |
|
|
3.
|
Perbedaan data luas objek pajak dan atau NJOP/m2 antara KP PBB dengan WP sama dengan atau lebih dari 20%.
| |
|
2.
|
Untuk mempercepat proses penyelesaian keberatan, khususnya di daerah Bogor, Bekasi, Tangerang dan kota besar lainnya yang terdapat banyak pengajuan keberatan PBB dengan pokok ketetapan di atas Rp500.000,-, maka perlu dilakukan perubahan terhadap ketentuan tersebut di atas (romawi III angka 4 huruf b) menjadi:
| ||
|
|
pemeriksaan sederhana lapangan dapat dilakukan terutama untuk hal-hal sebagai berikut:
| ||
|
|
1.
|
Wajib pajak mengajukan keberatan terhadap pokok pajak:
| |
|
|
|
a.
|
untuk wilayah DKI Jaya sama dengan atau lebih dari Rp4.000.000,-;
|
|
|
|
b.
|
untuk wilayah Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Denpasar sama dengan atau lebih dari Rp2.000.000,-;
|
|
|
|
c.
|
untuk wilayah lainnya sama dengan atau lebih dari Rp500.000,-.
|
|
|
2.
|
Wajib Pajak mengajukan keberatan atas ketetapan PBB terhadap objek pajak yang lokasinya terletak dalam beberapa wilayah KP PBB;
| |
|
|
3.
|
Perbedaan data luas objek pajak dan atau NJOP/m2 antara KP PBB dengan WP sama dengan atau lebih dari 20%.
| |
|
3.
|
Ketentuan lainnya yang tidak diatur dalam surat edaran ini tetap mengacu pada surat edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-15/PJ.6/1997 tanggal 29 Juli 1997.
| ||
|
|
|
| |
|
Demikian disampaikan untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
| |||
|
| |||
|
10 Maret 1999
A.N. DIREKTUR JENDERAL PAJAK
DIREKTUR PAJAK BUMI DAN BANGUNAN, ttd.
HASAN RACHMANY
| |||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.