Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-15/PJ.51/2000

Sudah Tidak Berlaku karena Diganti/Dicabut
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE-15/PJ.51/2000
 
TENTANG
 
FORMULIR KETETAPAN PPN ATAS PENYERAHAN AKTIVA PASAL 16D UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BARANG DAN JASA DAN PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1994
 
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
 
Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan dari para Kepala Kantor Wilayah maupun Kepala Kantor Pelayanan Pajak perihal bentuk dan pengisian formulir ketetapan PPN Atas Penyerahan Aktiva Pasal 16D Undang-Undang nomor 8 Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1994, sedangkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-03/PJ.24/1999 tanggal 3 Maret 1999 perihal Formulir-formulir Ketetapan PPh Final dan PPN Atas Impor, PPN Pemanfaatan BKP Tidak Berwujud Dari Luar Daerah Pabean, PPN Pemanfaatan JKP Dari Luar Daerah Pabean, PPN Pemungutan Pajak Oleh Pemungut Pajak, PPN Atas Jasa Membangun Sendiri, serta PPnBM Atas Impor dan PPn BM Pemungutan Pajak oleh Pemungut Pajak, tidak mengatur secara khusus PPN atas penyerahan aktiva Pasal 16D. Untuk memberikan pelayanan yang cepat kepada masyarakat, sambil menunggu diterbitkannya formulir Ketetapan PPN atas penyerahan aktiva Pasal 16D yang baku, maka dengan ini diberitahukan cara pengisiannya, sebagai berikut:
 
PPN
Jenis Pajak Pertambahan Nilai adalah PPN Atas Penyerahan Aktiva Pasal 16D.
a)
Nota Penghitungan (KP.PPN/NP-95)
 
-
KPP agar membuat cap "Atas Penyerahan Aktiva Pasal 16D" dan Nota Penghitungan tersebut di "cap" pada ruang "jenis pajak" sesuai dengan jenis PPN-nya.
 
-
Cara pengisian Nota Penghitungan adalah sebagai berikut:
 
 
1.
DPP penyerahan aktiva Pasal 16D
:
butir 1 c.1
2.
PPN yang terutang
:
butir 2 a.1
3.
Kurang Bayar
:
butir no. 4
4.
Kurang Bayar menurut ketetapan
:
butir no. 6
5.
Sanksi
:
butir no. 7
6.
Jumlah yang masih harus dibayar
:
butir no. 8
1.
DPP penyerahan aktiva Pasal 16D
:
butir 1 c.1
2.
PPN yang terutang
:
butir 2 a.1
3.
Kurang Bayar
:
butir no. 4
4.
Kurang Bayar menurut ketetapan
:
butir no. 6
5.
Sanksi
:
butir no. 7
6.
Jumlah yang masih harus dibayar
:
butir no. 8
1.
DPP penyerahan aktiva Pasal 16D
:
butir 1 c.1
2.
PPN yang terutang
:
butir 2 a.1
3.
Kurang Bayar
:
butir no. 4
4.
Kurang Bayar menurut ketetapan
:
butir no. 6
5.
Sanksi
:
butir no. 7
6.
Jumlah yang masih harus dibayar
:
butir no. 8
 -Contoh pengisian dapat dilihat pada lampiran.
b)
Formulir Surat Ketetapan Pajak yang digunakan adalah SKPKB (KP.PPN/KB-95) Penerbitan Surat Ketetapan Pajak dimaksud adalah sebagai berikut:
 
1.
Baris-baris di formulir yang harus diisi pada prinsipnya sama dengan Nota Penghitungan.
 
2.
Ketetapan Pajak yang diterbitkan, di cap sesuai dengan jenis PPN-nya.
 
Contoh Surat Ketetapan tersebut dapat dilihat pada lampiran.
 
Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian dan disebarluaskan dalam wilayah kerja Saudara masing-masing. Untuk memudahkan penggunaan Surat Edaran ini, dianjurkan agar pengarsipan Surat Edaran ini disatukan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-03/PJ.24/1999 tanggal 3 Maret 1999.
 
9 Juni 2000
DIREKTUR JENDERAL,
ttd.
MACHFUD SIDIK
Background
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.