Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-07/PJ.9/1997
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE-07/PJ.9/1997 TENTANG
PELIMPAHAN WAJIB PAJAK KARENA BERALIHNYA WEWENANG KPP
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| ||||
|
|
| |||
|
Sehubungan dengan Keputusan Menteri Keuangan RI No. 162/KMK.01/1997 tentang Pemecahan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Tipe A Jakarta Gambir menjadi KPP Tipe A Jakarta Gambir I dan KPP Tipe A Jakarta Gambir II, pemecahan KPP Tipe A Penanaman Modal Asing menjadi KPP Tipe A Penanaman Modal Asing I, KPP Tipe A Penanaman Modal Asing II, KPP Tipe A Penanaman Modal Asing III, penghapusan KPP Tipe B Majalengka, KPP Tipe B Batu dan KPP Tipe B Bantaeng, serta peningkatan enam puluh KPP Tipe B menjadi Tipe A, peningkatan tujuh puluh enam Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (KP PBB) Tipe B menjadi Tipe A, dan peningkatan tiga belas Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak (Karikpa) Tipe B menjadi Tipe A dan Keputusan Menteri Keuangan RI No. 306/KMK.04/1997 tentang Perubahan dan Pemberian Nomor Kode Kantor Pelayanan Pajak, maka dengan ini disampaikan kepada Saudara hal-hal sbb.:
| ||||
|
1.
|
Dengan Keputusan Menteri Keuangan tsb telah diatur kembali wewenang yang baru untuk beberapa Kantor Pelayanan Pajak dan pemberian kode Kantor Pelayanan pajak (lihat lampiran).
| |||
|
2.
|
Untuk keperluan ketertiban administrasi, penggantian kode KPP pada NPWP dan pengiriman berkas Wajib Pajak sehubungan dengan perubahan wewenang KPP tsb, agar diselesaikan dengan cara sbb.:
| |||
|
|
(1)
|
KPP Jakarta Gambir I, KPP Penanaman Modal Asing I, KPP Cibinong dan KPP Mojokerto (KPP yang wewenangnya berkurang):
| ||
|
|
|
a.
|
Membuat daftar Nominatif Wajib Pajak yang akan diserahkan ke KPP lain/KPP baru sesuai petunjuk.
| |
|
b.
|
Mempersiapkan berkas Wajib Pajak seperti yang dimaksud pada huruf a.
| |||
|
c.
|
Menerbitkan penghapusan PKP (KP.PDIP 4.24).
| |||
|
d.
|
Mengirimkan berkas Wajib Pajak dimaksud ke:
| |||
|
|
-
|
KPP baru; atau
| ||
|
-
|
KPP lain setelah menerima pemberitahuan dan permintaan berkas dari KPP lain (lihat SE Dirjen Pajak Nomor: SE-30/PJ.9/1991 tgl. 23 November 1991).
| |||
|
|
(2)
|
KPP Jakarta Gambir II, KPP Penanaman Modal Asing II, KPP Penanaman Modal Asing III dan KPP Gresik (KPP Baru):
| ||
|
|
|
a.
|
Menerima Daftar Nominatif Wajib Pajak beserta berkas Wajib Pajak dari KPP lama.
| |
|
b.
|
Menerbitkan:
| |||
|
|
|
-
|
Kartu NPWP (KPP.PDIP 4.20);
| |
|
-
|
Pengukuhan PKP (KPP.PDIP 4.22);
| |||
|
-
|
Kartu Pendaftaran (KPP.PDIP 4.23);
| |||
|
-
|
Surat Pengantar Penggantian NPWP untuk dikirimkan kepada Wajib Pajak dan Seksi terkait (lihat Keputusan Direktur Jenderal Pajak No.: KEP-27/PJ/1995 tgl. 23 Maret 1995).
| |||
|
|
|
c.
|
Mencatat daftar Nominatif Wajib Pajak ke dalam:
| |
|
|
|
-
|
Buku Pengawasan Perubahan Data (KP.PDIP 4.13);
| |
|
-
|
Buku Register Pengukuhan PKP (KP.PDIP 4.13);
| |||
|
-
|
Buku Register Pengukuhan PKP (KP.PPN 9.B);
| |||
|
-
|
Buku Pengawasan Pembayaran Wajib Pajak.
| |||
|
|
(3)
|
KPP Bogor (KPP yang daerah wewenangnya bertambah):
| ||
|
|
|
a.
|
Penambahan Wajib pajak ke Master File Lokal akan diberikan secara sistem oleh Pusat PDIP.
| |
|
b.
|
Menerbitkan:
| |||
|
|
-
|
Kartu NPWP (KP.PDIP 4.20);
| ||
|
-
|
Pengukuhan PKP (KP.PDIP 4.22);
| |||
|
-
|
Kartu Pendaftaran (KP.PDIP 4.23); dan
| |||
|
-
|
Surat Pengantar Penggantian NPWP untuk dikirimkan kepada Wajib Pajak dan Seksi terkait (lihat Keputusan Direktur Jenderal Pajak No: KEP-27/PJ/1995 tgl. 23 Maret 1995).
| |||
|
c.
|
Membuat Surat Pemberitahuan dalam bentuk khusus yang akan dikeluarkan secara sistem melalui komputer yang sekaligus sebagai sarana permintaan berkas Wajib pajak.
| |||
|
d.
|
Mencatat penambahan Wajib Pajak/Pengusaha Kena Pajak ke dalam:
| |||
|
|
-
|
Buku Pengawasan Perubahan Data (KP.PDIP 4.13);
| ||
|
-
|
Buku Register Pengukuhan PKP (KP.PPN 9.B);
| |||
|
-
|
Buku Pengawasan Pembayaran Wajib Pajak.
| |||
|
|
(4)
|
KPP Bandung Karees, KPP Cirebon, KPP Malang dan KPP Ujung Pandang, yang mendapat tambahan daerah wewenang sehubungan dengan penghapusan KPP Tipe B Majalengka, KPP Tipe B Batu dan KPP Tipe B Bantaeng pada dasarnya tidak mengalami perubahan, karena selama ini KPP-KPP tsb telah mengadministrasikan Wajib Pajak di daerah tsb.
| ||
|
|
|
| ||
|
3.
|
Kepada para Kepala Kantor Pelayanan Pajak yang daerah/wewenangnya berubah, diminta agar melakukan pengawasan secara langsung proses penyerahan/ penerimaan administrasi dan berkas Wajib Pajak.
| |||
|
|
| |||
|
Demikian agar maklum.
| ||||
|
| ||||
|
12 Agustus 1997
A.n. DIREKTUR JENDERAL
SEKRETARIS DIREKTORAT JENDERAL ttd.
KARSONO SURYOWIBOWO
| ||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.