Surat Direktur Jenderal Pajak Nomor: S-05/PJ.52/1996
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR S-05/PJ.52/1996 TENTANG
PENEGASAN PEMUNGUTAN PPN PADA BARANG KACANG-KACANGAN
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| |||
|
Sehubungan dengan surat Saudara Nomor tanggal 4 Desember 1996 perihal tersebut di atas, dengan ini disampaikan penegasan sebagai berikut:
| |||
|
1.
|
Surat Saudara menyebutkan bahwa PT. ABC mengimpor salah satu hasil pertanian berupa jenis kacang-kacangan. Dalam buku tarif Bea Masuk Indonesia 1996 terdapat dua Nomor HS dengan perbedaan pada pembebanan PPN.
| ||
|
|
a.
|
HS 0713.31.000 Kacang-kacangan dari spesies Vignamungo (L.) Mepper atau Vigna Radiata (L.) Wilezek. dikenakan BM 5%, PPN 10%.
| |
|
|
b.
|
HS 1201.00.000 Kacang kedelai, pecah atau utuh. Lain-lain dikenakan BM 5%, PPN 0%. Dalam surat tersebut, Saudara meminta penjelasan atas perbedaan tersebut.
| |
|
2.
|
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 50 Tahun 1994 pada Bab III Pasal 3 dan Pasal 4 disebutkan:
| ||
|
|
"Jenis barang yang tidak dikenakan PPN adalah:
| ||
|
|
Hasil pertanian, hasil perkebunan, dan hasil kehutanan yang dipetik langsung, diambil langsung atau disadap langsung dari sumbernya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 meliputi:
| ||
|
|
a.
|
Barang hasil pertanian
| |
|
|
|
Hasil tanaman pertanian kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang hijau, kedelai, kacang polong dan sejenisnya.
| |
|
3.
|
Jenis kacang-kacangan yang dimaksud pada HS 0713.31.000 adalah kacang-kacangan yang sudah dikeringkan, dikuliti, dikupas, dibelah maupun tidak. Atas jenis kacang-kacangan ini dikenakan PPN 10%, karena tidak lagi diambil langsung dari sumbernya.
| ||
|
4.
|
Sedangkan atas jenis kacang kedelai pecah atau utuh sesuai HS 1201.00.900, tidak dikenakan PPN, karena pada Pasal 3 jo Pasal 8 Peraturan Pemerintah nomor 50 Tahun 1994, disebutkan bahwa:
"Barang-barang kebutuhan pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 meliputi: | ||
|
|
a.
|
Beras dan gabah
| |
|
|
b.
|
Garam baik yang beriodium maupun tidak termasuk jenis barang yang tidak dikenakan PPN"
| |
|
|
c.
|
Kedelai
| |
|
|
d.
|
Sagu
| |
|
|
e.
|
Jagung
| |
|
|
|
| |
|
Demikian untuk dimaklumi.
| |||
|
| |||
|
06 Januari 1997
DIREKTUR JENDERAL PAJAK
ttd.
FUAD BAWAZIER | |||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.