Surat Direktur Jenderal Pajak Nomor: S-02/PJ.51/1995
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR S-02/PJ.51/1995 TENTANG
KELENGKAPAN PERMOHONAN SURAT KETERANGAN PENUNDAAN PEMBAYARAN PPN/PPnBM
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| |
|
Sehubungan dengan surat Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 1237/A.6/1994 tanggal 02 Desember 1994 perihal penundaan pembayaran PPN/PPnBM impor dalam rangka PMDN atas nama PT. XYZ, dengan ini diminta agar Saudara melengkapi permohonan tersebut seperti di bawah ini:
| |
|
1.
|
Mengisi formulir bentuk Form KP.PPN 23.
|
|
2.
|
Surat pernyataan barang modal yang bersangkutan akan dipakai, tidak diperjualbelikan dan akan dilunasi PPN/PPnBM yang ditunda setelah jatuh tempo.
|
|
3.
|
Penjelasan tentang prosentase penyelesaian pekerjaan.
|
|
4.
|
Copy Bill of Lading (BL).
|
|
5.
|
Brosur barang yang diimpor.
|
|
6.
|
Master List.
|
|
7.
|
Penjelasan barang yang diimpor, kegunaan dan pemasangan/konstruksi.
|
|
8.
|
Copy Pemberitahuan Impor Untuk Dipakai (PIUD).
|
|
9.
|
Surat Setoran Pajak atau Surat Keterangan Bebas PPh Pasal 22 Impor.
|
|
10.
|
Copy NPWP para Direksi dan pemegang saham.
|
|
11.
|
Surat Keterangan lokasi Hotel dan Master Plan.
|
|
12.
|
Surat persetujuan pemberian fasilitas PMA/PMDN dari BKPM.
|
|
13.
|
Kontrak/subkontrak pembangunan hotel.
|
|
14.
|
SPT PPh WP Badan dua tahun terakhir Importir/Indentor.
|
|
15.
|
Neraca pembuka/awal.
|
|
16.
|
Surat Setoran Pajak PPh Pasal 25 atas Handling Fee, untuk impor yang dilakukan dengan cara impor Inden.
|
|
17.
|
Surat Setoran Pajak PPN atas Handling Fee, untuk impor yang dilakukan dengan cara impor Inden.
|
|
|
|
|
Kelengkapan permohonan tersebut kiranya dapat kami terima dalam waktu yang tidak terlalu lama.
| |
|
| |
|
Demikian agar Saudara maklum.
| |
|
| |
|
02 Januari 1995
DIREKTUR PAJAK PERTAMBAHAN NILAI
DAN PAJAK TIDAK LANGSUNG LAINNYA SAROYO ATMOSUDARMO | |
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.