Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: PER-26/PJ/2011
Sudah Tidak Berlaku karena Diganti/Dicabut
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR PER-26/PJ/2011 TENTANG
SARANA PENGADUAN PELAYANAN PERPAJAKAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK, | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Menimbang | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
bahwa dalam rangka memenuhi kewajiban penyelenggara pelayanan publik untuk menyediakan sarana pengaduan, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak tentang Sarana Pengaduan Pelayanan Perpajakan;
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Mengingat | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
MEMUTUSKAN:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Menetapkan | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG SARANA PENGADUAN PELAYANAN PERPAJAKAN.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pasal 1 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, yang dimaksud dengan:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
1.
|
Pengaduan adalah informasi yang disampaikan pelapor mengenai dugaan pelayanan perpajakan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
2.
|
Pelayanan Perpajakan adalah pelayanan yang diberikan oleh Penyelenggara Pelayanan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
3.
|
Penyelenggara Pelayanan adalah Unit Kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak yang mempunyai tugas untuk melaksanakan pelayanan perpajakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
4.
|
Penerima Pengaduan adalah Unit Kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak yang mempunyai tugas untuk menerima pengaduan meliputi:
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
a.
|
Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat;
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
b.
|
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak;
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
c.
|
Kantor Pelayanan Pajak;
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
5.
|
Pelapor adalah setiap orang atau pihak lain yang menerima kuasa atau pihak-pihak yang mengetahui dan melaporkan informasi sehubungan dengan dugaan pelayanan perpajakan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pasal 2 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pelapor dapat menyampaikan pengaduan melalui saluran pengaduan sebagai berikut:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pasal 3 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
(1)
|
Pengaduan yang disampaikan paling sedikit memuat kelengkapan:
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
a.
|
identitas pelapor;
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
b.
|
nomor telepon pelapor;
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
c.
|
identitas terlapor;
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
d.
|
uraian pengaduan;
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
e.
|
bukti pendukung bila diperlukan.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
(2)
|
Pengaduan disampaikan paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak pelayanan perpajakan diberikan.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
(3)
|
Penerima pengaduan melakukan konfirmasi atas pengaduan paling lambat 14 hari sejak pengaduan diterima yang sekurang-kurangnya berisi informasi lengkap atau tidak lengkapnya materi pengaduan.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
(4)
|
Dalam hal persyaratan pengaduan tidak lengkap, pelapor melengkapi pengaduannya selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak menerima pemberitahuan dari petugas penerima pengaduan.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pasal 4 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
(1)
|
Penyelenggara pelayanan wajib menindaklanjuti pengaduan paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak pengaduan diterima lengkap.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
(2)
|
Hasil tindak lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib disampaikan kepada pihak pelapor paling lambat 14 (empat belas) hari sejak diselesaikan.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pasal 5 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 26 Agustus 2011 DIREKTUR JENDERAL PAJAK ttd. A. FUAD RAHMANY | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.