Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 87/KMK.01/1995
Sudah Tidak Berlaku karena Diganti/Dicabut
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 87/KMK.01/1995 TENTANG
PENYEMPURNAAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 1012/KMK.00/1991 TENTANG PEMBERITAHUAN EKSPOR BARANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, | |||||
Menimbang | |||||
|
bahwa dalam rangka meningkatkan kelancaran ekspor barang, dipandang perlu menyempurnakan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 1012/KMK.00/1991;
| |||||
|
| |||||
Mengingat | |||||
|
1.
|
Keputusan Presiden Nomor 96/M Tahun 1993;
| ||||
|
2.
|
Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 1012/KMK.00/1991 tentang Pemberitahuan Ekspor Barang;
| ||||
|
|
| ||||
| MEMUTUSKAN: | |||||
Menetapkan | |||||
|
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYEMPURNAAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 1012/KMK.00/1991 TENTANG PEMBERITAHUAN EKSPOR BARANG.
| |||||
|
| |||||
Pasal I | |||||
| 1. | Menyempurnakan Pasal 1 Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 1012/KMK.00/1991, sehingga berbunyi sebagai berikut: | ||||
| (1) | Ekspor barang wajib menggunakan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) sebagaimana contoh Lampiran I Keputusan ini. | ||||
| (2) | Bentuk dan isi PEB sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dibuat dalam rangkap 7 (tujuh) dan ditetapkan menurut contoh Lampiran I Keputusan ini, serta berukuran A4 (210 mm x 297 mm) dengan ketentuan sebagai berikut: | ||||
| a. | Lembar asli berwarna putih digunakan untuk Bank Devisa; | ||||
| b. | Lembar kedua berwarna biru muda untuk Biro Pusat Statistik; | ||||
| c. | Lembar ketiga berwarna kuning untuk Bank Indonesia Bagian Pengolahan Data; | ||||
| d. | Lembar keempat berwarna merah muda untuk kantor Wilayah Departemen Perdagangan setempat; | ||||
| e. | Tiga lembar copy dari lembar asli, yang ditandatangani oleh eksportir dan diberi cap perusahaan diperuntukkan bagi: | ||||
| e.1 | Satu lembar copy sebagai lembar kelima untuk BAPEKSTA Keuangan; | ||||
| e.2 | Satu lembar copy sebagai lembar keenam untuk Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan sepanjang barang ekspor dikenakan PE/PET; | ||||
| e.3 | Satu lembar copy sebagai lembar ketujuh untuk Kantor Inspeksi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. | ||||
| (3) | Eksportir wajib mengisi PEB dalam Bahasa Indonesia dengan lengkap dan benar sesuai dengan tatacara pengisian sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II Keputusan ini. | ||||
| (4) | Dalam hal diperlukan eksportir dapat membuat lembar copy PEB sesuai kebutuhannya. | ||||
| (5) | Ekspor barang yang tidak diwajibkan menggunakan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), adalah: | ||||
| a. | barang kiriman yang nilainya tidak lebih dari Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah); | ||||
| b. | barang pindahan, barang penumpang, dan barang pelintas batas; | ||||
| c. | barang diplomatik; | ||||
| d. | barang untuk keperluan misi agama, olahraga, kesenian, kebudayaan, penelitian dan kemanusiaan; | ||||
| e. | barang untuk diperbaiki; | ||||
| f. | barang pameran dan barang contoh; | ||||
| g. | barang asal import berdasarkan Pasal 23 Ordonansi Bea; | ||||
| h. | Barang lain yang dikirim ke luar negeri untuk dimasukkan kembali ke daerah pabean Indonesia; | ||||
| i. | kendaraan bermotor yang menggunakan Carnet de passages en Douane atau Triptiek; | ||||
| (6) | Ekspor barang sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) kecuali butir i menggunakan dokumen Permohonan Ekspor Tanpa PEB (PETP). | ||||
| (7) | Ekspor kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam ayat (5) butir i menggunakan dokumen Carnet atau Triptiek yang bersangkutan. | ||||
| 2. | Mengubah semua perkataan "Direktorat Jenderal Moneter" dalam Lampiran Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 1012/KMK.00/1991 menjadi "Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan". | ||||
|
3.
| a. |
Bentuk dokumen PETP adalah sebagaimana contoh dalam Lampiran Keputusan ini.
| |||
| b. | Tatacara pengisian PETP diatur lebih lanjut oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai. | ||||
|
|
| ||||
Pasal II | |||||
|
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
| |||||
|
| |||||
|
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
| |||||
|
| |||||
|
Ditetapkan di JAKARTA
Pada tanggal 14 Pebruari 1995 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA MAR'IE MUHAMMAD | |||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.