Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 246/KMK.05/1996
Sudah Tidak Berlaku karena Diganti/Dicabut
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 246/KMK.05/1996 TENTANG
PENYELENGGARAAN BUKU REKENING BARANG KENA CUKAI DAN BUKU REKENING KREDIT
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
| ||
Menimbang | ||
|
a.
|
bahwa berdasarkan Pasal 17, Pasal 18, dan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai, ketentuan mengenai penyeleng-garaan Buku Rekening Barang Kena Cukai dan Buku Rekening Kredit perlu diatur lebih lanjut;
| |
|
b.
|
bahwa untuk melaksanakan ketentuan tersebut butir a perlu diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan.
| |
|
|
| |
Mengingat | ||
|
1.
|
Indische Comptabiliteitswet (Stbl. 1925 No. 448) sebagaimana telah diubah dan ditambah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1968 (Lembaran Negara Tahun 1968 Nomor 53);
| |
|
2.
|
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3612);
| |
|
3.
|
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3613);
| |
|
MEMUTUSKAN:
| ||
Menetapkan | ||
|
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN PENYELENGGARAAN BUKU REKENING BARANG KENA CUKAI DAN BUKU REKENING KREDIT.
| ||
|
| ||
Pasal 1 | ||
|
(1)
|
Pejabat Bea dan Cukai wajib menyelenggarakan:
| |
|
| a. |
Buku Rekening Barang Kena Cukai untuk setiap Pabrik etil alkohol, Pabrik minuman mengandung etil alkohol, dan Tempat Penyimpanan.
|
|
| b. | Buku Rekening Kredit untuk setiap Pabrik hasil tembakau dan Importir hasil tembakau yang pelunasan cukainya dengan cara pelekatan pita cukai yang memperoleh fasilitas penundaan pembayaran atas pemesanan pita cukainya. |
|
(2)
|
Bentuk Buku Rekening Barang Kena Cukai dan Buku Rekening Kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sesuai contoh Lampiran I, Lampiran II, dan Lampiran III.
| |
|
(3)
|
Tatacara pengisian Buku Rekening Barang Kena Cukai dan Buku Rekening Kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sesuai dengan Lampiran IA, Lampiran IIA, dan Lampiran IIIA.
| |
|
| ||
Pasal 2 | ||
|
(1)
|
Buku Rekening Barang Kena Cukai membukukan jumlah Barang Kena Cukai yang dibuat, dimasukkan, dikeluarkan, potongan, kekurangan takaran atau kelebihan hasil pencacahan
| |
|
(2)
|
Buku Rekening Kredit membukukan:
| |
|
| a. | jumlah utang cukai yang mendapat penundaan pembayaran atas pemesanan pita cukai; |
|
| b. | jumlah pelunasan utang cukai; |
|
| c. | jumlah penyelesaian utang cukai yang diperhitungkan dengan pengembalian cukai. |
|
| ||
Pasal 3 | ||
|
(1)
|
Dalam hal dilakukan penutupan Buku Rekening Barang Kena Cukai karena pencacahan, maka potongan dan kekurangan sebagai hasil pencacahan harus dicatat pada Buku Rekening Barang Kena Cukai.
| |
|
(2)
|
Penutupan Buku Rekening Barang Kena Cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diberitahukan kepada Pengusaha Pabrik atau Pengusaha Tempat Penyimpanan yang bersangkutan dengan surat pemberitahuan (PBCK-6) sesuai contoh Lampiran IV.
| |
|
|
| |
Pasal 4 | ||
|
Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
| ||
|
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman keputusan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
| ||
|
| ||
|
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 1 April 1996 MENTERI KEUANGAN, ttd.
MAR'IE MUHAMMAD | ||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.