Surat Menteri Keuangan Nomor: S-995/MK.04/1990
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR S-995/MK.04/1990 TENTANG
PPN ATAS JASA PELABUHAN
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
| |||||
|
Sehubungan dengan surat Saudara No. VII/A.1 tanggal 23 Maret 1990 berkenaan dengan PPN atas jasa pelabuhan yang dikenakan pada perusahaan-perusahaan pelayaran yang melakukan pelayaran internasional menuju Indonesia atau melewati Indonesia, maka sesuai dengan pembicaraan antara Kepala Perwakilan EEC di Jakarta: Mr. Robert van der Meulen, Wakil dari Overseas Shipowner's Representatives Association dan wakil dari Departemen Keuangan, kami sependapat bahwa pengecualian PPN atas jasa pelabuhan bagi kapal-kapal yang melakukan pelayaran dalam jalur internasional akan memberi kontribusi bagi peningkatan ekspor barang-barang Indonesia yang pada akhirnya juga bagi perekonomian nasional Indonesia.
| |||||
|
Oleh karenanya, kami memutuskan untuk juga memberikan pengecualian PPN terhadap semua jasa pelabuhan yang digunakan bagi jalur pelayaran internasional kecuali jasa persewaan tanah dan bangunan dalam lingkungan pelabuhan.
| |||||
|
| |||||
|
Dengan demikian jasa pelabuhan yang dikecualikan dari pengenaan PPN terhadap kapal-kapal yang melakukan pelayaran dalam jalur internasional adalah semua jasa pelabuhan yang disediakan oleh Perum Pelabuhan tanpa membedakan negara asal dari kapal yang melakukan pelayaran tersebut antara lain:
| |||||
|
-
|
jasa pelayanan kapal
| ||||
|
-
|
jasa pelayanan barang
| ||||
|
-
|
jasa pelayanan alat-alat
| ||||
|
-
|
jasa pelayanan terminal
| ||||
|
-
|
jasa pelayanan terminal peti kemas
| ||||
|
-
|
jasa pelayanan rupa-rupa.
| ||||
|
|
| ||||
|
Sebagaimana selama ini disediakan oleh Perum Pelabuhan.
| |||||
|
| |||||
|
Pengecualian ini hanya diberikan dengan syarat bahwa kapal-kapal asing tersebut tidak melakukan pengangkutan orang/barang dari suatu pelabuhan di Indonesia ke pelabuhan lainnya di Indonesia (Inland waterways).
| |||||
|
| |||||
|
Demikian agar dimaklumi.
| |||||
|
| |||||
|
20 Agustus 1990
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd J.B. SUMARLIN | |||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.