Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-64/PJ.6/1993
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT EDARAN BERSAMA DIREKTUR JENDERAL ANGGARAN, DIREKTUR JENDERAL PAJAK, DAN DIREKTUR JENDERAL PEMERINTAHAN UMUM DAN OTONOMI DAERAH
NOMOR SE-111/A/51/1293, SE-64/PJ.6/1993, 973/4708/PUOD TENTANG
TATA CARA PEMBAYARAN DAN PEMINDAHBUKUAN PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN
DIREKTUR JENDERAL ANGGARAN, DIREKTUR JENDERAL PAJAK, DAN DIREKTUR JENDERAL PEMERINTAHAN UMUM DAN OTONOMI DAERAH,
| ||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||
|
Sehubungan dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 1007/KMK.04/1985 tentang Pelimpahan wewenang Penagihan Pajak Bumi dan Bangunan pada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I dan/atau Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II dan Nomor: 249/KMK.04/1993 tanggal 27 Februari 1993 tentang Penunjukan Tempat dan Tata Cara Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan, maka dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:
| ||||||||||||||||||||||
|
|
| |||||||||||||||||||||
|
1.
|
Yang dimaksud dalam Surat Edaran Bersama ini dengan:
| |||||||||||||||||||||
|
|
-
|
BKBP
|
:
|
Bendaharawan Khusus Biaya Pemungutan;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
DHKP
|
:
|
Daftar Himpunan Ketetapan dan Pembayaran;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
DIPENDA
|
:
|
Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II atau Dinas Pendapatan Daerah DKI Jakarta;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
DPH
|
:
|
Daftar Penerimaan Harian;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
IHH
|
:
|
Iuran Hasil Hutan;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
KPG
|
:
|
Kantor Pos dan Giro;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
KPKN
|
:
|
Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
KP PBB
|
:
|
Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
LBP
|
:
|
Laporan Bulanan Penerimaan;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
LMP
|
:
|
Laporan Mingguan Penerimaan;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
RLMP
|
:
|
Rekapitulasi Laporan Mingguan Penerimaan;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
SKP
|
:
|
Surat Ketetapan Pajak;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
SPPg
|
:
|
Surat Pengantar Pengiriman;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
SPPT
|
:
|
Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
SSP
|
:
|
Surat Setoran Pajak;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
STP
|
:
|
Surat Tagihan Pajak;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
STTS
|
:
|
Surat Tanda Terima Setoran;
| ||||||||||||||||||
|
|
-
|
TTS
|
:
|
Tanda Terima Sementara.
| ||||||||||||||||||
|
2.
|
Tata Cara Pembayaran dan Pemindahbukuan Penerimaan PBB Pedesaan dan Perkotaan diatur dalam Lampiran I.
| |||||||||||||||||||||
|
3.
|
Tata Cara Pembayaran dan Pemindahbukuan Penerimaan PBB Perkebunan, Perhutanan (Non Blok Tebangan), Pertambangan (Non Migas) dan tunggakan PBB Pedesaan dan Perkotaan sebelum SISTEP diatur dalam Lampiran II.
| |||||||||||||||||||||
|
4.
|
Tata Cara Pembayaran dan Pemindahbukuan Penerimaan PBB Perhutanan (Blok Tebangan) diatur dalam Lampiran III.
| |||||||||||||||||||||
|
5.
|
Tata Cara Pembayaran dan Pemindahbukuan Penerimaan PBB Pertambangan (Migas) diatur dalam Lampiran IV.
| |||||||||||||||||||||
|
6.
|
Bentuk formulir yang digunakan untuk Tata Cara Pembayaran dan Pemindahbukuan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan ini akan diatur oleh Direktur Jenderal Pajak.
| |||||||||||||||||||||
|
7.
|
Dengan terbitnya Surat Edaran Bersama ini, maka segala ketentuan mengenai Tata Cara pembayaran dan pelimpahan sepanjang tidak menyangkut pembagian hasil penerimaan PBB yang diatur dalam:
| |||||||||||||||||||||
|
|
a.
|
Surat Edaran Bersama (SEB) Direktur Jenderal Anggaran, Direktur Jenderal Pajak dan Direktur Jenderal PUOD Nomor: SE-143/A/1987, SE-33/PJ.7/1987, SE-973/1277/PUOD tanggal 26 Maret 1987;
| ||||||||||||||||||||
|
|
b.
|
SEB Direktur Jenderal Anggaran dan Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-81A/A/1989, SE-53A/PJ1989 tanggal 30 Juni 1989 (Khusus berlaku di DKI Jakarta),
| ||||||||||||||||||||
|
|
dinyatakan tidak berlaku.
| |||||||||||||||||||||
| Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Anggaran, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak dan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I dan Bupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II setempat supaya mengadakan koordinasi atas pelaksanaan Surat Edaran Bersama ini. | ||||||||||||||||||||||
|
Surat Edaran Bersama ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
| ||||||||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.