Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-49/PJ.4/1995
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE-49/PJ.4/1995 TENTANG
RALAT ATAS KESALAHAN KETIK PADA SE-44/PJ.4/1995 TENTANG PENYUSUTAN ATAU AMORTISASI ATAS PENGELUARAN UNTUK MEMPEROLEH HARTA YANG MASIH DIMILIKI DAN DIGUNAKAN PADA AWAL TAHUN PAJAK 1995 (SERI PPh UMUM NO. 19)
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| ||||||||||||||||
|
Sehubungan dengan terdapatnya beberapa kesalahan ketik pada SE-44/PJ.4/1995 tanggal 2 Oktober 1995 perihal tersebut di atas, maka guna menghindari salah penafsiran serta keraguan atas SE tersebut, dipandang perlu untuk dilakukan perbaikan sebagai berikut:
| ||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||
|
1.
|
Pada angka 3 (halaman 1).
| |||||||||||||||
|
|
Tertulis: ..... berdasarkan golongan harta sebagaimana sebelumnya diatur dalam Pasal 11 dan Pasal 12,
| |||||||||||||||
|
|
seharusnya: ...... berdasarkan golongan harta sebagaimana sebelumnya diatur dalam Pasal 11.
| |||||||||||||||
|
|
| |||||||||||||||
|
2.
|
Pada angka 3 huruf d (halaman 3) mengenai tabel Sisa Masa Manfaat.
| |||||||||||||||
|
|
a.
|
Kolom ke 1 baris ke 3 tertulis: 7 s/d 13 tahun, seharusnya: 7 s/d 11 tahun.
| ||||||||||||||
|
|
b.
|
Kolom ke 1 baris ke 4 tertulis: 15 s/d 17 tahun, seharusnya: lebih dari 13 tahun.
| ||||||||||||||
|
|
c.
|
Baris ke 5 dihapus seluruhnya.
| ||||||||||||||
|
|
|
sehingga tabel tersebut menjadi:
| ||||||||||||||
|
|
|
| ||||||||||||||
|
|
|
| ||||||||||||||
|
|
|
| ||||||||||||||
|
3.
|
Pada angka 4, huruf a (halaman 3).
| |||||||||||||||
|
|
Tertulis: Harta berwujud yang masa manfaatnya sama dengan satu tahun adalah:
| |||||||||||||||
|
|
seharusnya: Harta berwujud yang sisa masa manfaatnya sudah habis atau sama dengan satu tahun adalah:
| |||||||||||||||
|
|
| |||||||||||||||
|
4.
|
Pada angka 5, contoh 1 (halaman 4).
| |||||||||||||||
|
|
a.
|
Baris ke 1 tertulis: Apabila Wajib Pajak menjual harta H, seharusnya: Apabila Wajib Pajak menjual harta I
| ||||||||||||||
|
|
b.
|
Baris ke 3 tertulis: Harga perolehan harta H, seharusnya: Harga perolehan harta I
| ||||||||||||||
|
|
|
| ||||||||||||||
|
5.
|
Pada angka 9, Contoh 4 (halaman 7).
| |||||||||||||||
|
|
Baris ke 1 tertulis: Harga perolehan bangunan tidak permanen tahun 1989,
| |||||||||||||||
|
|
seharusnya: Harga perolehan bangunan tidak permanen tahun 1990.
| |||||||||||||||
|
|
| |||||||||||||||
|
6.
|
Pada Lampiran I (Daftar Harta Berwujud bukan bangunan yang diperoleh sebelum tahun pajak 1995).
| |||||||||||||||
|
|
a.
|
Kolom 3 No. 8, tertulis: 1985, seharusnya: 1990.
| ||||||||||||||
|
|
b.
|
Kolom 5:
| ||||||||||||||
|
|
|
-
|
No. 1, tertulis: 4, seharusnya: 10.
| |||||||||||||
|
|
|
-
|
No. 2, tertulis: 4, seharusnya: 6.
| |||||||||||||
|
|
|
-
|
No. 4, tertulis: 8, seharusnya: 10.
| |||||||||||||
|
|
c.
|
Pada Keterangan:
| ||||||||||||||
|
|
|
1.
|
Huruf a.
| |||||||||||||
|
|
|
|
Tertulis: Nilai sisa buku harta A, B, D dan E yang sudah habis masa manfaatnya ........,
| |||||||||||||
|
|
|
|
seharusnya: Nilai sisa buku harta A, B, D dan E yang sisa masa manfaatnya sudah habis atau sama dengan satu tahun ...... .
| |||||||||||||
|
|
|
2.
|
Huruf e.
| |||||||||||||
|
|
|
|
-
|
Baris pertama tertulis: Nilai sisa buku harta H, seharusnya: Nilai sisa buku harta I.
| ||||||||||||
|
|
|
|
-
|
Baris terakhir tertulis: kelompok 3 selama 14 (empat belas) tahun, seharusnya: kelompok 3 selama 16 (enam belas) tahun.
| ||||||||||||
|
|
|
|
|
| ||||||||||||
|
7.
|
Pada Lampiran II (Daftar Harta Berwujud berupa bangunan yang diperoleh sebelum tahun pajak 1995).
| |||||||||||||||
|
|
a.
|
Kolom ke 4 baris ke 3, tertulis: tahun perolehan 1989, seharusnya: tahun perolehan 1990.
| ||||||||||||||
|
|
b.
|
Kolom ke 11 pada judul, tertulis: Nilai Sisa Buku Pada Awal Tahun Pajak (7-9), seharusnya: Nilai Sisa Buku Pada Awal Tahun Pajak.
| ||||||||||||||
|
|
|
| ||||||||||||||
|
Dengan ralat ini, maka kesalahan ketik yang tercantum pada SE tersebut dinyatakan telah diperbaiki.
| ||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||
|
Demikian untuk dilaksanakan.
| ||||||||||||||||
|
| ||||||||||||||||
|
31 Oktober 1995
a.n. DIREKTUR JENDERAL PAJAK
DIREKTUR PAJAK PENGHASILAN, ttd Drs. ISMAEL MANAF | ||||||||||||||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.