Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor: SE-40/PJ.42/1998
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE-40/PJ.42/1998 TENTANG
PETUNJUK PELAKSANAAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR KEP-208/PJ./1998 TANGGAL 6 OKTOBER 1998
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| ||||
|
|
| |||
|
Bersama ini disampaikan Salinan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor: KEP-208/PJ./1998 tanggal 6 Juni 1998 tentang perubahan lampiran Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-22/PJ./1995 tentang pelimpahan wewenang Direktur Jenderal Pajak kepada para pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor: KEP-172/PJ./1998.
| ||||
|
| ||||
|
Dengan berlakunya keputusan ini maka kepada Kepala Kantor Wilayah diberikan wewenang untuk memberikan persetujuan atau penolakan atas permohonan Wajib Pajak mengenai perubahan metode pembukuan dan/atau perubahan tahun buku yang kedua dan seterusnya.
| ||||
|
| ||||
|
Sesuai dengan ketentuan Pasal 28 ayat (8) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata cara Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1994 dengan ini diberikan penegasan sebagai berikut:
| ||||
|
1.
|
Wajib Pajak
| |||
|
|
Menyampaikan surat permohonan perubahan metode pembukuan dan/atau tahun buku kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak dimana Wajib Pajak terdaftar, dengan menyebutkan:
| |||
|
|
a.
|
Identitas Wajib Pajak;
| ||
|
|
b.
|
Perubahan metode pembukuan dan/atau tahun buku untuk yang ke berapa;
| ||
|
|
c.
|
Alasan permohonan dan maksud/tujuan usul perubahan.
| ||
|
2.
|
Kantor Pelayanan Pajak
| |||
|
|
a.
|
memberikan tanda terima;
| ||
|
|
b.
|
Meneliti surat permohonan;
| ||
|
|
c.
|
Meneruskan ke Kepala Kantor Wilayah DJP dalam hal permohonan tersebut untuk perubahan metode pembukuan dan/atau tahun buku yang kedua dan seterusnya selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterimanya permohonan.
| ||
|
3.
|
Kantor Wilayah DJP
| |||
|
|
a.
|
Meneliti surat permohonan;
| ||
|
|
b.
|
Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak diterimanya surat permohonan dari kantor Pelayanan Pajak, Kepala Kantor Wilayah DJP menerbitkan surat keputusan yang berupa menyetujui atau menolak.
| ||
|
|
c.
|
Surat keputusan dibuat sekurang-kurangnya dalam 3 (tiga) rangkap, yaitu:
| ||
|
|
|
lembar 1
|
:
|
untuk Wajib Pajak;
|
|
|
|
lembar 2
|
:
|
untuk Kantor Pelayanan Pajak;
|
|
|
|
lembar 3
|
:
|
untuk arsip.
|
|
|
|
|
|
|
|
Demikian untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
| ||||
|
| ||||
|
24 Desember 1998
DIREKTUR JENDERAL,
ttd.
A. ANSHARI RITONGA
| ||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.