Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor: SE-05/BC/2006
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT EDARAN DIRJEN BEA DAN CUKAI
NOMOR SE-05/BC/2006 TENTANG
TATA CARA PENGAMBILAN CONTOH BARANG IMPOR DALAM RANGKA PENELITIAN STANDARDISASI NASIONAL INDONESIA (SNI)
SURAT EDARAN DIRJEN BEA DAN CUKAI,
| |||||||
|
| |||||||
|
Sehubungan dengan pemberlakuan ketentuan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) Wajib atas beberapa komoditi impor, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:
| |||||||
|
1.
|
Terhadap importasi komoditi yang terkena ketentuan SNI Wajib tetapi belum dilakukan penelitian oleh surveyor di luar negeri atau SPPT-SNI-nya tidak dapat diterima keabsahannya, maka dengan persetujuan Penerbit SNI dapat dilakukan penelitian setelah kedatangan barang impor. Untuk itu, surveyor yang ditunjuk perlu mengambil contoh barang guna penelitian laboratorium.
| ||||||
|
2.
|
Berkaitan dengan hal tersebut angka 1, berikut disampaikan tata cara pengambilan contoh barang impor dalam rangka penelitian SNI.
| ||||||
|
|
A.
|
Importir atau kuasanya
| |||||
|
|
|
1.
|
Berdasarkan permintaan dari surveyor, membuat permohonan pengambilan contoh barang secara tertulis kepada Kepala Seksi Pencegahan dan Penyidikan pada KPBC terkait dengan menyebutkan tanggal dan waktu pengambilan contoh;
| ||||
|
|
|
2.
|
Menyiapkan barang untuk dilakukan pengambilan contoh barang;
| ||||
|
|
|
3.
|
Menyaksikan pengambilan contoh barang oleh surveyor.
| ||||
|
|
B.
|
Seksi Pencegahan dan Penyidikan pada KPBC
| |||||
|
3.
|
Memberikan persetujuan pengambilan contoh dan menentukan waktu pengambilan contoh barang.
| ||||||
|
4.
|
Menunjuk Petugas Bea dan Cukai untuk mengawasi pengambilan contoh barang.
| ||||||
|
|
A.
|
Petugas yang mengawasi pengambilan contoh
| |||||
|
5.
|
Meneliti kesesuaian segel pengemas/kontainer dengan dokumen pelengkap pabean;
| ||||||
|
6.
|
Membuka segel pengemas barang dengan disaksikan pemilik barang atau kuasanya;
| ||||||
|
7.
|
Melakukan pengawasan atas pengambilan contoh barang oleh surveyor dengan disaksikan oleh importir atau kuasanya.
| ||||||
|
8.
|
Membuat Berita Acara pengambilan contoh barang yang ditandatangani oleh surveyor, Petugas Bea dan Cukai, dan importir atau kuasanya dalam rangkap 2 (dua) dengan peruntukan lembar kesatu untuk importir dan lembar kedua untuk arsip.
| ||||||
|
9.
|
Menyegel kembali pengemas barang.
| ||||||
|
| |||||||
|
Demikian disampaikan untuk dimaklumi dan dilaksanakan.
| |||||||
|
| |||||||
|
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 18 Januari 2006 DIREKTUR JENDERAL, ttd.
EDDY ABDURRACHMAN | |||||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.