Surat Direktur Jenderal Pajak Nomor: S-636/PJ.51/1992
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR S-636/PJ.51/1992 TENTANG
PPN ATAS ROYALTY
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| ||
|
| ||
|
Sehubungan dengan surat Saudara Nomor: XXX tanggal 30 November 1991 perihal seperti pada pokok surat, bersama ini diberikan penjelasan sebagai berikut:
| ||
|
| ||
|
1.
|
Berdasarkan Pasal 1 angka 2 Peraturan Pemerintah nomor 28 Tahun 1988 dan angka 3 huruf u Pengumuman Direktur Jenderal Pajak Nomor: PENG-139/PJ.63/1989 tanggal 27 Maret 1989, atas penyerahan jasa pelimpahan barang tidak berwujud berupa hak-hak dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti royalty, patent, merk dagang dan sebagainya terutang PPN.
| |
|
|
| |
|
2.
|
Lisensi yang diperoleh YAYASAN XYZ untuk menggunakan metode pendidikan musik yang dikembangkan oleh YAMAHA ABC di Tokyo termasuk dalam ruang lingkup ketentuan pada butir 1 tersebut di atas.
| |
|
|
| |
|
|
Oleh karena itu atas ROYALTY yang dibayarkan ke YAMAHA ABC di Tokyo terutang PPN di Indonesia dengan tarif 10% PPN yang terutang disetorkan ke Kas Negara melalui Bank Persepsi oleh YAYASAN XYZ untuk dan atas nama YAMAHA ABC di Tokyo dengan menggunakan Surat Setoran Pajak.
| |
|
|
| |
|
|
NPWP pada SSP agar diisi sebagai berikut:
| |
|
|
-
|
8 (delapan) digit pertama diisi dengan angka 0 (nol).
|
|
|
-
|
3 (tiga) digit berikutnya diisi dengan kode Kantor Pelayanan Pajak tempat YMI terdapat sebagian Wajib Pajak.
|
|
|
|
|
|
|
Penyetoran PPN tersebut harus dilakukan selambat-lambatnya tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya setelah bulan pembayaran royalty di Tokyo.
| |
|
|
| |
|
3.
|
Pemberian Sub-Lisensi oleh YMI kepada pengelola sekolah musik lainnya juga terutang PPN dengan tarif 10% dihitung dari jumlah ROYALTY Yang dibayarkan oleh pemegang Sub-Lisensi kepada YMI.
| |
|
|
| |
|
|
Untuk keperluan itu YMI diwajibkan melaporkan usahanya untuk dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak dengan usaha jasa Pelimpahan Hak.
| |
|
|
| |
|
4.
|
PPN yang dipungut dari pemegang Sub-Lisensi merupakan Pajak Keluaran sedangkan PPN yang disetorkan ke Kas Negara atas nama YAMAHA ABC di Tokyo merupakan Pajak Masukan yang dapat dikreditkan.
| |
|
|
| |
|
Demikian untuk menjadi maklum.
| ||
|
| ||
|
19 Maret 1992
DIREKTUR JENDERAL PAJAK
Drs. MAR'IE MUHAMMAD | ||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.