Surat Direktur Jenderal Pajak Nomor: S-1691/PJ.52/1992
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR S-1691/PJ.52/1992 TENTANG
PPN ATAS IMPOR BARANG HADIAH
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| |
|
| |
|
Sehubungan dengan surat Saudara No. XXX tanggal 27 Agustus 1992 perihal Rekomendasi pembebasan Bea Masuk barang hadiah berupa Mesin Tik dan alat Pertukangan, dengan ini diberitahukan hal-hal sebagai berikut:
| |
|
|
|
|
1.
|
Berdasarkan Pasal 1 ayat (2) huruf c Keputusan Menteri Keuangan Nomor 538/KMK.04/1990 tanggal 14 Mei 1990 jo. Pasal 1 Keputusan Presiden Nomor 133 Tahun 1953, atas impor barang-barang hadiah berupa Mesin Tik dan alat Pertukangan yang dilakukan oleh Yayasan XYZ, PPN dan PPnBM yang terutang tidak dipungut, sepanjang dibebaskan dari Bea Masuk.
|
|
|
|
|
2.
|
Barang hadiah tersebut adalah untuk keperluan Yayasan XYZ dan tidak diperkenankan diperjualbelikan/dipindahtangankan.
|
|
|
|
|
|
Apabila barang tersebut diperjualbelikan/dipindahtangankan, maka PPN dan PPnBM yang terutang harus dilunasi.
|
|
|
|
|
3.
|
Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 538/KMK.00/1990 tersebut, pelaksanaan untuk tidak dipungutnya PPN, PPnBM dan PPh Pasal 22 dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
|
|
|
|
|
Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, diminta agar Saudara menghubungi Kantor Inspeksi Bea dan Cukai terkait untuk pelaksanaannya.
| |
|
| |
|
Demikian untuk dimaklumi.
| |
|
| |
|
30 September 1992
DIREKTUR JENDERAL PAJAK
Drs. MAR'IE MUHAMMAD | |
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.