Surat Direktur Jenderal Pajak Nomor: S-1570/PJ.51/1994
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR S-1570/PJ.51/1994 TENTANG
PEMBEBASAN PPN DAN BEA MASUK
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| |
|
| |
|
Sehubungan dengan surat Saudara Nomor: XXX tanggal 26 April 1994 perihal Pembebasan PPN dan Bea Masuk, dengan ini diberitahukan sebagai berikut:
| |
|
1.
|
Pasal 1 ayat (2) huruf d Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 538/KMK.04/1990 tanggal 14 Mei 1990 tentang Pemungutan dan/atau Penyetoran Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan Barang Mewah dan Pajak Penghasilan Pasal 22 dalam rangka impor, antara lain mengatur sebagai berikut:
|
|
|
|
|
|
Untuk tujuan keilmuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, Sub b Undang-Undang Tarip Indonesia Stbl 1873 Nomor 35, maka Pajak Pertambahan Nilai tidak dipungut sepanjang dibebaskan dari Bea Masuk.
|
|
|
|
|
2.
|
Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 167/KMK.00/1991 tanggal 13 Pebruari 1991 Lampiran I butir 1 angka 7 mengatur bahwa atas Impor alat Utama, alat pendukung dan suku cadang untuk keperluan ABRI, dibebaskan dari Bea Masuk dan Bea Masuk Tambahan.
|
|
|
|
|
3.
|
Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, atas impor barang-barang oleh Komandan Kodikal Surabaya dari XYZ. Jerman sebanyak 14 Set Payung Udara Orang (PUO) R.I. T-10 & 1 rol tali jiwa, yang dipergunakan untuk pendidikan pada Komando Pendidikan TNI Angkatan Laut, Pajak Pertambahan Nilai tidak dipungut sepanjang dibebaskan dari Bea Masuk.
|
|
|
|
|
Dengan demikian surat Nomor: S-485/PJ.51/1994 tanggal 11 Pebruari 1994 dinyatakan tidak berlaku lagi.
| |
|
| |
|
Demikian untuk dimaklumi.
| |
|
| |
|
5 Juli 1994
DIREKTUR PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN PAJAK TIDAK LANGSUNG LAINNYA
SUNARIA TADJUDIN | |
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.