Peraturan Pemerintah Nomor: 13 Tahun 2026
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 13 TAHUN 2026
NOMOR 13 TAHUN 2026
TENTANG
JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Menimbang | |||||||
|
a.
|
bahwa dengan telah dilakukan proses integrasi kementerian dan lembaga yang mempunyai tugas dan fungsi penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi, penyelenggaraan ketenaganukliran, dan penyelenggaraan keantariksaan menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional, perlu melakukan penyesuaian jenis dan tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Riset dan Inovasi Nasional;
| ||||||
|
b.
|
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 4 ayat (3), Pasal 8 ayat (3), Pasal 10 ayat (2), dan Pasal 12 ayat (2) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Riset dan Inovasi Nasional;
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Mengingat | |||||||
|
1.
|
Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
| ||||||
|
2.
|
Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 147, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6245);
| ||||||
|
3.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penetapan Tarif, Pengelolaan, dan Penyelesaian Keberatan, Keringanan, dan Pengembalian Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 156, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 7140);
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
MEMUTUSKAN:
| |||||||
Menetapkan | |||||||
|
PERATURAN PEMERINTAH TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL.
| |||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 1 | |||||||
|
(1)
|
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Riset dan Inovasi Nasional meliputi penerimaan dari:
| ||||||
|
|
a.
|
pelayanan Jasa penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, ketenaganukliran, dan keantariksaan;
| |||||
|
|
b.
|
penyelenggaraan pelatihan fungsional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, riset, dan inovasi;
| |||||
|
|
c.
|
penggunaan sarana dan prasarana sesuai dengan tugas dan fungsi;
| |||||
|
|
d.
|
jasa pendidikan pada Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia;
| |||||
|
|
e.
|
jasa penyelenggaraan eduwisata;
| |||||
|
|
f.
|
jasa penggunaan kapal riset Badan Riset dan Inovasi Nasional;
| |||||
|
|
g.
|
royalti kekayaan intelektual; dan
| |||||
|
|
h.
|
jasa pelayanan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan serta invensi, dan inovasi, penyelenggaraan ketenaganukliran, penyelenggaraan keantariksaan, dan fasilitasi industri dengan spesifikasi sesuai permintaan pengguna layanan.
| |||||
|
(2)
|
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e memiliki jenis dan tarif sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini.
| ||||||
|
(3)
|
Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf f sampai dengan huruf h dilaksanakan berdasarkan kontrak kerja sama.
| ||||||
|
(4)
|
Tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a berupa asesmen, surveilans, dan pengambilan sampel, serta huruf c selain tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Pemerintah ini dapat dilaksanakan berdasarkan kontrak kerja sama.
| ||||||
|
(5)
|
Tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) sebesar nilai nominal yang tercantum dalam kontrak kerja sama.
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 2 | |||||||
|
(1)
|
Selain jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) huruf d, Badan Riset dan Inovasi Nasional juga dapat melaksanakan pelayanan pendidikan pada Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia dalam rangka tridharma perguruan tinggi sesuai tugas dan fungsi berdasarkan kontrak kerja sama.
| ||||||
|
(2)
|
Tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebesar nilai nominal yang tercantum dalam kontrak kerja sama.
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 3 | |||||||
|
Jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 huruf a berupa perizinan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan dikecualikan bagi:
| |||||||
|
a.
|
orang asing yang telah memiliki izin kerja tenaga asing di Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;dan
| ||||||
|
b.
|
orang asing yang terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Indonesia.
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 4 | |||||||
|
(1)
|
Tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) huruf b tidak termasuk biaya transportasi, akomodasi, dan peralatan laboratorium.
| ||||||
|
(2)
|
Biaya transportasi, akomodasi, dan peralatan laboratorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibebankan kepada wajib bayar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 5 | |||||||
|
(1)
|
Dengan pertimbangan tertentu, tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) dan Pasal 2 ayat (1) dapat ditetapkan sampai dengan Rp0,00 (nol rupiah) atau 0% (nol persen).
| ||||||
|
(2)
|
Ketentuan mengenai besaran, persyaratan, dan tata cara pengenaan tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Badan Riset dan Inovasi Nasional.
| ||||||
|
(3)
|
Besaran, persyaratan, dan tata cara pengenaan tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Menteri Keuangan.
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 6 | |||||||
|
Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Riset dan Inovasi Nasional wajib disetor ke kas negara.
| |||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 7 | |||||||
|
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang merupakan peraturan pelaksanaan dari:
| |||||||
|
a.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Riset dan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5507);
| ||||||
|
b.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2018 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 230, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6268);
| ||||||
|
c.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Tenaga Nuklir Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 36, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6318);
| ||||||
|
d.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6324); dan
| ||||||
|
e.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2021 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 102, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6681),
| ||||||
|
dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini.
| |||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 8 | |||||||
|
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku:
| |||||||
|
a.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Riset dan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5507);
| ||||||
|
b.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2018 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 230, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6268);
| ||||||
|
c.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Tenaga Nuklir Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 36, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6318);
| ||||||
|
d.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6324); dan
| ||||||
|
e.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2021 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 102, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6681),
| ||||||
|
dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
| |||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 9 | |||||||
|
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku setelah 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal diundangkan.
| |||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
| |||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 27 Maret 2026
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
PRABOWO SUBIANTO
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 27 Maret 2026
MENTERI SEKRETARIS NEGARA
REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
PRASETYO HADI
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2026 NOMOR 33
| |||||||
|
| |||||||
PENJELASAN
ATAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 13 TAHUN 2026
TENTANG
JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
|
|
|
|
|
|
|
|
|
I.
|
UMUM
| |||||
|
|
Untuk mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak guna menunjang pembangunan nasional, Penerimaan Negara Bukan Pajak pada Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagai salah satu sumber penerimaan negara perlu dikelola dan dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan sekaligus dalam rangka peningkatan riset dan inovasi di Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional mengintegrasikan Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Badan Tenaga Nuklir Nasional, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional. Guna menindaklanjuti perubahan organisasi tersebut, telah disusun Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Riset dan Inovasi Nasional yaitu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.02/2021 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Kebutuhan Mendesak yang Berlaku pada Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 129/PMK.02/2022. Peraturan Menteri Keuangan ini berasal dari Peraturan Pemerintah di kementerian/lembaga yang terintegrasi.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, adanya perubahan struktur organisasi, penyesuaian terhadap jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang baru dan perubahan tarif, perlu mengatur kembali jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Riset dan Inovasi Nasional dengan Peraturan Pemerintah.
| |||||
|
| ||||||
|
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
II.
|
PASAL DEMI PASAL
| |||||
|
|
Pasal 1
| |||||
|
|
|
Ayat (1)
| ||||
|
|
|
|
Huruf a
| |||
|
|
|
|
|
Cukup jelas.
| ||
|
|
|
|
Huruf b
| |||
|
|
|
|
|
Cukup jelas.
| ||
|
|
|
|
Huruf c
| |||
|
|
|
|
|
Cukup jelas.
| ||
|
|
|
|
Huruf d
| |||
|
|
|
|
|
Cukup jelas.
| ||
|
|
|
|
Huruf e
| |||
|
|
|
|
|
Cukup jelas.
| ||
|
|
|
|
Huruf f
| |||
|
|
|
|
|
Cukup jelas.
| ||
|
|
|
|
Huruf g
| |||
|
|
|
|
|
Cukup jelas.
| ||
|
|
|
|
Huruf h
| |||
|
|
|
|
|
Yang dimaksud dengan "fasilitasi industri" adalah kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional dan mitra dalam rangka penggunaan fasilitas riset dan inovasi untuk kegiatan yang meliputi kerja sama berbasis riset, lisensi, uji coba hasil riset/produk, dan/atau pembinaan atau bimbingan industri.
| ||
|
|
|
Ayat (2)
| ||||
|
|
|
|
Yang dimaksud dengan "tarif" dalam ketentuan ini merupakan batas tertinggi.
| |||
|
|
|
Ayat (3)
| ||||
|
|
|
|
Cukup jelas.
| |||
|
|
|
Ayat (4)
| ||||
|
|
|
|
Cukup jelas.
| |||
|
|
|
Ayat (5)
| ||||
|
|
|
|
Cukup jelas.
| |||
|
|
Pasal 2
| |||||
|
|
|
Cukup jelas.
| ||||
|
|
Pasal 3
| |||||
|
|
|
Cukup jelas.
| ||||
|
|
Pasal 4
| |||||
|
|
|
Ayat (1)
| ||||
|
|
|
|
Cukup jelas.
| |||
|
|
|
Ayat (2)
| ||||
|
|
|
|
Yang dimaksud dengan "ketentuan peraturan perundang-undangan" antara lain Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur standar biaya.
| |||
|
|
Pasal 5
| |||||
|
|
|
Ayat (1)
| ||||
|
|
|
|
Yang dimaksud dengan "pertimbangan tertentu" antara lain hari ulang tahun Badan Riset dan Inovasi Nasional dan hari ulang tahun kebun raya, penyelenggaraan kegiatan keagamaan, kegiatan kenegaraan, dan pertimbangan karena keadaan di luar kemampuan wajib bayar atau kondisi kahar, penyandang disabilitas, lanjut usia, masyarakat tidak mampu, mahasiswa/pelajar, instansi pemerintah dan usaha mikro, kecil dan menengah, anak usia di bawah 3 (tiga) tahun, dan pihak asing.
| |||
|
|
|
Ayat (2)
| ||||
|
|
|
|
Cukup jelas.
| |||
|
|
|
Ayat (3)
| ||||
|
|
|
|
Cukup jelas.
| |||
|
|
Pasal 6
| |||||
|
|
|
Cukup jelas.
| ||||
|
|
Pasal 7
| |||||
|
|
|
Cukup jelas.
| ||||
|
|
Pasal 8
| |||||
|
|
|
Cukup jelas.
| ||||
|
|
Pasal 9
| |||||
|
|
|
Cukup jelas.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7166
| ||||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.