Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: PER-62/PJ/2010
Sudah Tidak Berlaku karena Diganti/Dicabut
Mulai berlaku pada tanggal 22 Desember 2010
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR PER-62/PJ/2010 TENTANG
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| |||
Menimbang | |||
|
Bahwa dalam rangka meningkatkan pengawasan terhadap proses pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak tentang Perubahan Kedua Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 44/
| |||
|
| |||
Mengingat | |||
|
1.
|
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4999);
| ||
|
2.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Perpajakan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007;
| ||
|
3.
|
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/
| ||
|
4.
|
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 44/
| ||
|
5.
|
Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 41/
| ||
|
|
| ||
|
MEMUTUSKAN:
| |||
Menetapkan | |||
|
PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR 44/
| |||
|
|
|
|
|
PASAL I | |||
|
Mengubah Ketentuan Bab V Pasal 8 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 44/
| |||
|
| |||
|
Pasal 8
| |||
|
(1)
|
KPP harus melakukan konfirmasi lapangan untuk:
| ||
|
|
a.
|
membuktikan kebenaran pengisian formulir sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 ayat (1), Pasal 5 ayat (1), dan Pasal 6 ayat (1); dan
| |
|
|
b.
|
melakukan penelitian kelayakan usaha, meliputi:
| |
|
|
|
1.
|
Peta Tempat Kegiatan Usaha;
|
|
|
|
2.
|
Foto Tempat Kegiatan Usaha;
|
|
|
|
3.
|
Gambaran Kegiatan Usaha;
|
|
|
|
4.
|
Data Peredaran Usaha;
|
|
|
|
5.
|
Daftar Harta di Tempat Kegiatan Usaha
|
|
(2)
|
Konfirmasi Lapangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama 6 (enam) bulan setelah terbitnya NPWP dan SKT dan/atau SPPKP dengan prioritas sesuai tingkat resiko Wajib Pajak baru.
| ||
|
(3)
|
Pada saat melakukan konfirmasi lapangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) KPP dapat meminta dokumen kepada Wajib Pajak dan/atau PKP.
| ||
|
(4)
|
Wajib Pajak dan/atau PKP wajib memberikan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (3).
| ||
|
(5)
|
Hasil konfirmasi lapangan dituangkan dalam Berita Acara Hasil Konfirmasi Lapangan.
| ||
|
|
| ||
PASAL II | |||
|
1.
|
Mengubah Lampiran I Romawi II dan Romawi IV.B., Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 44/
| ||
|
2.
|
Mengubah Lampiran II-7, Lampiran II-17, dan Lampiran II-18 Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 44/
| ||
|
|
|
|
|
Pasal III | |||
|
Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
| |||
|
| |||
|
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
| |||
| Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 22 Desember 2010 Direktur Jenderal, ttd. Mochamad Tjiptardjo | |||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.