Keputusan Presiden Nomor: 355/M Tahun 1999
Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 355/M TAHUN 1999 TENTANG
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, | ||
Menimbang | ||
|
a.
|
bahwa berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor VII/MPR/1999 telah diangkat Presiden Republik Indonesia masa jabatan tahun 1999-2004;
| |
|
b.
|
bahwa untuk melaksanakan sebaik-baiknya tugas Presiden tersebut dan setelah memperhatikan secara seksama aspirasi rakyat sebagaimana dikemukakan melalui Dewan Perwakilan Rakyat, dipandang perlu membentuk Kabinet Periode tahun 1999-2004;
| |
|
|
| |
Mengingat | ||
|
1.
|
Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 17 Undang-Undang Dasar 1945;
| |
|
2.
|
Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor VII/MPR/1999 tentang Pengangkatan Presiden Republik Indonesia.
| |
|
|
| |
|
MEMUTUSKAN:
| ||
Menetapkan | ||
|
| ||
PERTAMA | ||
|
Membentuk Kabinet periode tahun 1999-2004 dari terhitung mulai saat pelantikan mengangkat sebagai Menteri Negara dan setingkat Menteri Negara dengan bidang tugas seperti tersebut di depan nama masing-masing:
| ||
|
1.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Sdr. Wiranto;
| |
|
2.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri, Sdr. Drs. Kwik Kian Gie;
| |
|
3.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan, Sdr. Dr. H. Hamzah Haz;
| |
|
4.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Dalam Negeri, Sdr. Soedirdja;
| |
|
5.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Luar Negeri, Sdr. Dr. Alwi Abdurrahman Shihab;
| |
|
6.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Pertahanan, Sdr. Prof. Dr. Juwono Sudarsono;
| |
|
7.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Hukum dan Perundang-undangan, Sdr. Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H. M.Sc;
| |
|
8.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Keuangan, Sdr. Dr. Bambang Sudibyo, MBA;
| |
|
9.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Pertambangan dan Energi, Sdr. Susilo Bambang Yudhoyono;
| |
|
10.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Sdr. Drs. H. Jusuf Kalla;
| |
|
11.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Pertanian, Sdr. Muhammad Prakosa, Ph.D.;
| |
|
12.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Kehutanan dan Perkebunan, Sdr. Drs. Ir. Nurmahmudi Ismail, M.Sc;
| |
|
13.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Perhubungan, Sdr. Agum Gumelar;
| |
|
14.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Eksplorasi Laut, Sdr. Ir. Sarwono Kusumaatmadja;
| |
|
15.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Tenaga Kerja, Sdr. Dr. Bomer Pasaribu, S.H.;
| |
|
16.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Kesehatan, Sdr. dr. Ahmad Suyudi, M.H.A.;
| |
|
17.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Pendidikan Nasional, Sdr. Dr. Yahya A. Muhaimin;
| |
|
18.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Agama, Sdr. Drs. K.H.M. Tolehah Hasan;
| |
|
19.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah, Sdr. Ir. Ema. Witoelar, M.Si.;
| |
|
20.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Riset dan Teknologi, Sdr. Dr. AS. Hikam;
| |
|
21.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah, Sdr. Drs. Zarkasih Noer;
| |
|
22.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Sdr. Dr. Sonny Keraf;
| |
|
23.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Otonomi Daerah, Sdr. Prof. Dr. Ryaas Rasyid;
| |
|
24.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Pariwisata, Sdr. Drs. H. Djaelani Hidayat;
| |
|
25.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN, Sdr. Ir. Laksamana Sukardi;
| |
|
26.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Sdr. Drs. Mahadi Sinambela;
| |
|
27.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Pekerjaan Umum, Sdr. Dr. Ir. Rozik Boedioro Soetjipto;
| |
|
28.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Sdr. Dra. Khofifah Indar Parawansa;
| |
|
29.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Urusan Hak Asasi Manusia, Sdr. Dr. Hasballah M. Saad;
| |
|
30.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Transmigrasi dan Kependudukan, Sdr. Ir. Al Hilal Hamdi;
| |
|
31.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Sdr. Freddy Numberi;
| |
|
32.
|
Menteri Negara dengan sebutan Menteri Negara Masalah-masalah Kemasyarakatan, Sdr. Dr. Anak Agung Gde Agung;
| |
|
33.
|
Jaksa Agung, Sdr. Marzuki Darusman, S.H.;
| |
|
34.
|
Panglima Tentara Nasional Indonesia, Sdr. Laksamana TNI Widodo AS;
| |
|
35.
|
Sekretaris Negara, Sdr. Dr. Ir. Alirahman, M.Sc.
| |
|
|
| |
KEDUA | ||
|
Pejabat sebagaimana tercantum dalam diktum PERTAMA Keputusan Presiden ini nomor urut 33, 34, dan 35 diberi kedudukan setingkat Menteri Negara.
| ||
|
| ||
KETIGA | ||
|
Dengan ditetapkannya Keputusan Presiden ini, maka Keputusan-keputusan Presiden Nomor 122/M Tahun 1998, Nomor 145/M Tahun 1998, Nomor 145/M Tahun 1999, Nomor 196/M Tahun 1999, Nomor 329/M Tahun 1999, Nomor 330/M Tahun 1990, Nomor 331/M Tahun 1999, Nomor 332/M Tahun 1999, Nomor 333/M Tahun 1999, Nomor 334/M Tahun 1999, dan Nomor 335/M Tahun 1999 dinyatakan dicabut.
| ||
|
| ||
KEEMPAT | ||
|
Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
| ||
|
Salinan Keputusan Presiden ini disampaikan kepada:
| ||
|
1.
|
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat;
| |
|
2.
|
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat;
| |
|
3.
|
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan;
| |
|
4.
|
Ketua Mahkamah Agung;
| |
|
5.
|
Ketua Dewan Pertimbangan Agung;
| |
|
6.
|
Para Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen.
| |
|
|
| |
PETIKAN | ||
|
Keputusan Presiden disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
| ||
|
| ||
|
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 26 Oktober 1999 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd.
ABDURRAHMAN WAHID | ||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.