Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 450/KMK.01/2003
Berlaku
Mulai berlaku pada tanggal 09 Oktober 2003
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 450/KMK.01/2003
NOMOR 450/KMK.01/2003
TENTANG
PERSYARATAN UNTUK MENJADI KUASA HUKUM PADA PENGADILAN PAJAK
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
|
|
|
|
|
|
|
Menimbang | |||||
|
bahwa dalam rangka pelaksanaan Pasal 34 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, perlu menetapkan Keputusan Menteri Keuangan tentang Persyaratan Untuk Menjadi Kuasa Hukum pada Pengadilan Pajak;
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
Mengingat | |||||
|
1.
|
Undang-undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4189);
| ||||
|
2.
|
Keputusan Presiden Nomor 228/M Tahun 2001;
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
|
MEMUTUSKAN:
| |||||
Menetapkan | |||||
|
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PERSYARATAN UNTUK MENJADI KUASA HUKUM PADA PENGADILAN PAJAK.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 1 | |||||
|
Dalam Keputusan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan:
| |||||
|
1.
|
Ketua adalah Ketua Pengadilan Pajak.
| ||||
|
2.
|
Kuasa Hukum adalah orang perseorangan yang telah mendapat izin kuasa hukum dari Ketua dan memperoleh Surat Kuasa Khusus dari pihak-pihak yang bersengketa untuk dapat mendampingi atau mewakili mereka dalam berperkara di Pengadilan Pajak.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 2 | |||||
|
(1)
|
Untuk dapat menjadi Kuasa Hukum harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
| ||||
|
|
a.
|
Warga Negara Indonesia;
| |||
|
|
b.
|
mempunyai pengetahuan yang luas dan keahlian tentang peraturan perundang-undangan perpajakan;
| |||
|
|
c.
|
berijazah sarjana atau Diploma IV;
| |||
|
|
d.
|
berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Kepolisian atau instansi yang berwenang; dan
| |||
|
|
e.
|
mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
| |||
|
(2)
|
Permohonan untuk menjadi Kuasa Hukum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diajukan kepada Ketua dengan menyerahkan copy/salinan dokumen yang telah dilegalisir dari:
| ||||
|
|
a.
|
Tanda bukti keahlian/pengetahuan dalam bidang perpajakan;
| |||
|
|
b.
|
Kartu Tanda Penduduk/Warga Negara Indonesia; dan
| |||
|
|
c.
|
Nomor Pokok Wajib Pajak.
| |||
|
(3)
|
Tanda bukti sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) huruf a adalah:
| ||||
|
|
a.
|
Brevet Pajak atau Sertifikat Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK);
| |||
|
|
b.
|
Surat Izin Konsultan Pajak; atau
| |||
|
|
c.
|
sekurang-kurangnya sertifikat Diploma III Pajak/Bea Cukai/Akuntansi atau yang dipersamakan dari lembaga yang menyelenggarakan pendidikan serupa.
| |||
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 3 | |||||
|
(1)
|
Ketua menerbitkan surat izin kuasa hukum terhadap permohonan izin yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.
| ||||
|
(2)
|
Surat izin kuasa hukum sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berlaku di semua Majelis Pengadilan Pajak disertai dengan surat kuasa asli dari pihak yang didampingi atau diwakili.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 4 | |||||
|
Kuasa Hukum hanya dapat memberi kuasa kepada Kuasa Hukum lainnya yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, untuk mewakilinya dalam suatu persidangan Majelis Hakim.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 5 | |||||
|
(1)
|
Keputusan Ketua tentang izin kuasa hukum berlaku untuk jangka waktu 12 (dua belas) bulan terhitung sejak tanggal ditetapkan.
| ||||
|
(2)
|
Dalam hal jangka waktu 12 (dua belas) bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) telah lewat, kuasa hukum dapat mengajukan permohonan perpanjangan izin sebagai kuasa hukum ke Pengadilan Pajak, dengan melampirkan:
| ||||
|
|
a.
|
Asli Keputusan Ketua Pengadilan Pajak tentang izin kuasa hukum yang telah habis masa berlakunya;
| |||
|
|
b.
|
Kartu Tanda Pengenal sebagai Kuasa Hukum;
| |||
|
|
c.
|
Kartu Tanda Penduduk/WNI; dan
| |||
|
|
d.
|
Nomor Pokok Wajib Pajak.
| |||
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 6 | |||||
|
Keputusan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 9 Oktober 2003
MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
BOEDIONO
| |||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.