Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor: 214/KMA/SK/XII/2014

Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR: 214/KMA/SK/XII/2014
 
TENTANG
 
JANGKA WAKTU PENANGANAN PERKARA PADA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA
 
KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA
 
 

Menimbang

a.
bahwa penyelesaian perkara dalam waktu yang terukur dan konsisten merupakan elemen penting dalam rangka menjamin pelaksanaan asas peradilan yang cepat, sederhana dan biaya ringan;
b.
bahwa tingkat ekspektasi publik terhadap pelayanan perkara yang prima terus meningkat;
c.
bahwa jangka waktu penanganan perkara sebagaimana diatur dengan SK KMA No.138/KMA/SK/IX/2009 perlu ditinjau dan disempurnakan sesuai kebutuhan percepatan penanganan perkara;
d.
bahwa berdasarkan pertimbangan dalam huruf a sampai dengan huruf c di atas, perlu ditetapkan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI tentang Jangka Waktu Penanganan Perkara di Mahkamah Agung.
 
 

Mengingat

1.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung;
2.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman;
3.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
4.
Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 032/KMA/SK/IV/2006 tentang Pedoman Organisasi dan Administrasi Mahkamah Agung (Buku Ill);
5.
Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 155/KMA/SK/2012 tentang Pemberlakuan Template Putusan Mahkamah Agung;
6.
Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 119/KMA/SK/VII/2013 tentang Penetapan Hari Musyawarah dan Ucapan Pada Mahkamah Agung.
7.
Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 213/KMA/SK/XII/2014 tentang Pedoman Penerapan Sistem Kamar Pada Mahkamah Agung Republik Indonesia;
 
 
MEMUTUSKAN:

Menetapkan

KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG JANGKA WAKTU PENANGANAN PERKARA PADA MAHKAMAH AGUNG
 

PERTAMA

Penanganan perkara kasasi dan peninjauan kembali pada Mahkamah Agung harus diselesaikan dalam jangka waktu paling lama 250 (dua ratus lima puluh) hari, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan, terhitung mulai penerimaan berkas hingga pengiriman kembali berkas ke pengadilan pengaju.
 

KEDUA

Penjabaran jangka waktu penanganan perkara dalam setiap tahapan proses adalah sebagaimana dinyatakan dalam Lampiran Keputusan ini yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.
 

KETIGA

Pelaksanaan Keputusan ini merupakan tanggung jawab setiap pihak yang terlibat dalam penanganan perkara sebagaimana disebutkan dalam Lampiran Keputusan ini.
 

KEEMPAT

Setiap pihak yang mendapatkan tanggung jawab sebagaimana dinyatakan dalam Diktum Ketiga, harus menyusun standar operasional prosedurnya masing-masing berikut dengan jangka waktunya.
 

KELIMA

Demi menjamin efektivitas dan efisiensi, pelaksanaan Keputusan ini didukung dengan pemanfaatan teknologi dan sistem informasi perkara yang dikelola oleh Kepaniteraan Mahkamah Agung.
 

KEENAM

Kepaniteraan Mahkamah Agung melaksanakan monitoring kepatuhan serta mengelola data dan informasi jangka waktu penanganan perkara untuk dilaporkan kepada Ketua Mahkamah Agung secara berkala.
 

KETUJUH

Ketua Mahkamah Agung dapat memberikan reward and punishment terkait kepatuhan atas pelaksanaan Keputusan ini.
 

KEDELAPAN

Dengan berlakunya Keputusan ini maka Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 138/KMA/SK/IX/2009 tentang Jangka Waktu Penanganan Perkara Pada Mahkamah Agung Republik Indonesia dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
 

KESEMBILAN

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan maka diadakan perbaikan seperlunya.
 
SALINAN Keputusan ini disampaikan kepada:
1.
Para Wakil Ketua Mahkamah Agung RI;
2.
Para Ketua Kamar Mahkamah Agung RI;
3.
Para Hakim Agung Mahkamah Agung RI;
4.
Para Hakim Ad Hoc pada Mahkamah Agung RI;
5.
Panitera Mahkamah Agung RI;
6.
Sekretaris Mahkamah Agung RI;
7.
Para Pejabat Eselon I dan Eselon II di lingkungan Mahkamah Agung RI;
8.
Para Panitera Muda Mahkamah Agung RI;
9.
Para Panitera Pengganti Mahkamah Agung RI.
 
 
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 31 Desember 2014
KETUA MAHKAMAH AGUNG RI,
ttd.
MUHAMMAD HATTA ALI
Background
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.