Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor: KEP-517/PJ./2000
Sudah Tidak Berlaku karena Diganti/Dicabut
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR KEP-517/PJ./2000 TENTANG
TEMPAT PENGAMBILAN SURAT PEMBERITAHUAN
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,
| ||||
|
| ||||
Menimbang | ||||
|
bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 3 ayat (2) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000, dipandang perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak tentang Tempat Pengambilan Surat Pemberitahuan;
| ||||
|
|
|
| ||
Mengingat | ||||
|
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3984);
| ||||
|
|
|
| ||
|
MEMUTUSKAN:
| ||||
Menetapkan | ||||
|
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG TEMPAT PENGAMBILAN SURAT PEMBERITAHUAN.
| ||||
|
|
| |||
Pasal 1 | ||||
|
Surat Pemberitahuan terdiri dari:
| ||||
|
1.
|
Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 21 dan Pasal 26;
| |||
|
2.
|
Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 22;
| |||
|
3.
|
Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 23 dan Pasal 26;
| |||
|
4.
|
Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 25;
| |||
|
5.
|
Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2);
| |||
|
6.
|
Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penghasilan Pasal 15;
| |||
|
7.
|
Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai;
| |||
|
8.
|
Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai bagi Pemungut;
| |||
|
9.
|
Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai bagi Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran yang menggunakan nilai lain sebagai Dasar Pengenaan Pajak;
| |||
|
10.
|
Surat Pemberitahuan Masa Pajak Penjualan atas Barang Mewah;
| |||
|
11.
|
Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan;
| |||
|
12.
|
Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan yang diizinkan menyelenggarakan pembukuan dalam Bahasa Inggris dan mata uang Dollar Amerika Serikat;
| |||
|
13.
|
Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi;
| |||
|
14.
|
Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Pasal 21.
| |||
|
|
| |||
|
|
Pasal 2 | |||
|
(1)
|
Surat Pemberitahuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dapat diambil di tempat sebagai berikut:
| |||
|
|
a.
|
Kantor Pelayanan Pajak;
| ||
|
|
b.
|
Kantor Penyuluhan Pajak;
| ||
|
|
c.
|
Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan;
| ||
|
|
d.
|
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak; atau
| ||
|
|
e.
|
Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak.
| ||
|
(2)
|
Surat Pemberitahuan selain diambil pada tempat-tempat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) juga bisa didapatkan melalui sistem komputer dengan alamat situs internet atau Homepage Direktorat Jenderal Pajak, yaitu: http://www.pajak.go.id atau mencetak/menggandakan/fotokopi sendiri dengan bentuk dan isi yang sama dengan aslinya.
| |||
|
|
| |||
Pasal 3 | ||||
|
Surat Pemberitahuan yang didapatkan melalui sistem komputer dan penggandaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan Surat Pemberitahuan yang diambil dari tempat-tempat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1).
| ||||
|
|
|
| ||
Pasal 4 | ||||
|
Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2001.
| ||||
|
|
|
| ||
|
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
| ||||
|
|
|
| ||
|
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 4 Desember 2000 DIREKTUR JENDERAL, ttd MACHFUD SIDIK | ||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.