Perda Kota Denpasar Nomor: 8 Tahun 2012

Status tidak tersedia
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR

NOMOR 8 TAHUN 2012

 
TENTANG

PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 26 TAHUN 2011 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA DENPASAR,
 
 

Menimbang

a.
bahwa sehubungan dengan perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum APBD, keadaan yang menyebabkan pergeseran antar unit organisasi, antara kegiatan dan antar jenis belanja, keadaan yang menyebabkan sisa lebih tahun anggaran sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan dalam tahun anggaran berjalan maka perlu dilakukan Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 26 tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012;
b.
bahwa sebagai tindak lanjut dari Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Denpasar tanggal 18 September 2012 Nomor 07/Pim/DPRD/IX/2012 tentang Persetujuan Penetapan Penyempurnaan dan Penyesuaian Ranperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Denpasar Tahun Anggaran 2012;
c.
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012;
 
 

Mengingat

1.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3312) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1994 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3569);
2.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1992 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Denpasar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3465);
3.
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3688);
4.
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
5.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
6.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
7.
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
8.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
9.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang­-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59 Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
10.
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
11.
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);
12.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
13.
Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 209, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4027);
14.
Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 210, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4028);
15.
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4416) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2006 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4659);
16.
Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Badan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502);
17.
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4503);
18.
Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4574);
19.
Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
20.
Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576);
21.
Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577);
22.
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
23.
Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);
24.
Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593);
25.
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
26.
Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161;
27.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
28.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012;
29.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;
30.
Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 26 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012 (Lembaran Daerah Kota Denpasar Tahun 2012 Nomor 26);
31.
Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 7 Tahun 2012 tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2011 (Lembaran Daerah Kota Denpasar Tahun 2012 Nomor 7).
 
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA DENPASAR
Dan
WALIKOTA DENPASAR
 
 
MEMUTUSKAN:

Menetapkan

PERATURAN DAERAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 26 TAHUN 2011 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012.
 
 

Pasal I

Beberapa Ketentuan dalam Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 26 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012 (Lembaran Daerah Kota Denpasar Tahun 2012 Nomor 26) diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
 
 
1.
Ketentuan Pasal 1 diubah sehingga Pasal 1 berbunyi sebagai berikut:
 
 
 
Pasal 1
 
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2012 semula berjumlah Rp1.218.291.877.720,20 bertambah sejumlah Rp219.534.207.889,91 sehingga menjadi Rp1.437.826.085.610,11 dengan perincian sebagai berikut:
  
 
1.
Pendapatan
 
a.
Semula
Rp
1.149.331.960.114,20
 
b.
Bertambah/(Berkurang)
Rp
100.566.570.683,13
 
Jumlah Pendapatan setelah Perubahan
Rp
1.249.898.530.752,33
2.
Belanja
 
a.
Semula
Rp
1.218.291.877.720,20
 
b.
Bertambah/(Berkurang)
Rp
219.534.207.889,91
 
Jumlah belanja setelah Perubahan
Rp
1.437.826.085.610,11
 
Surplus/(Defisit) setelah Perubahan
Rp
(187.927.554.857,78)
3.
Pembiayaan
 
a.
Penerimaan
 
 
1)
Semula
Rp
71.930.673.695,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
133.980.570.011,78
 
 
Jumlah Penerimaan setelah Perubahan
Rp
205.911.243.706,78
 
b.
Pengeluaran
 
 
1)
Semula
Rp
2.970.756.089,00
 
 
2)
Bertambah/Berkurang
Rp
15.012.932.760,00
 
 
 
Jumlah Pengeluaran Setelah Perubahan
Rp
17.983.688.849,00
 
 
 
Jumlah Pembiayaan Netto Setelah Perubahan
Rp
187.927.554.857,78
 
 
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun berkenan
Rp
0,00
1.
Pendapatan
 
a.
Semula
Rp
1.149.331.960.114,20
 
b.
Bertambah/(Berkurang)
Rp
100.566.570.683,13
 
Jumlah Pendapatan setelah Perubahan
Rp
1.249.898.530.752,33
2.
Belanja
 
a.
Semula
Rp
1.218.291.877.720,20
 
b.
Bertambah/(Berkurang)
Rp
219.534.207.889,91
 
Jumlah belanja setelah Perubahan
Rp
1.437.826.085.610,11
 
Surplus/(Defisit) setelah Perubahan
Rp
(187.927.554.857,78)
3.
Pembiayaan
 
a.
Penerimaan
 
 
1)
Semula
Rp
71.930.673.695,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
133.980.570.011,78
 
 
Jumlah Penerimaan setelah Perubahan
Rp
205.911.243.706,78
 
b.
Pengeluaran
 
 
1)
Semula
Rp
2.970.756.089,00
 
 
2)
Bertambah/Berkurang
Rp
15.012.932.760,00
 
 
 
Jumlah Pengeluaran Setelah Perubahan
Rp
17.983.688.849,00
 
 
 
Jumlah Pembiayaan Netto Setelah Perubahan
Rp
187.927.554.857,78
 
 
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun berkenan
Rp
0,00
1.
Pendapatan
 
a.
Semula
Rp
1.149.331.960.114,20
 
b.
Bertambah/(Berkurang)
Rp
100.566.570.683,13
 
Jumlah Pendapatan setelah Perubahan
Rp
1.249.898.530.752,33
2.
Belanja
 
a.
Semula
Rp
1.218.291.877.720,20
 
b.
Bertambah/(Berkurang)
Rp
219.534.207.889,91
 
Jumlah belanja setelah Perubahan
Rp
1.437.826.085.610,11
 
Surplus/(Defisit) setelah Perubahan
Rp
(187.927.554.857,78)
3.
Pembiayaan
 
a.
Penerimaan
 
 
1)
Semula
Rp
71.930.673.695,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
133.980.570.011,78
 
 
Jumlah Penerimaan setelah Perubahan
Rp
205.911.243.706,78
 
b.
Pengeluaran
 
 
1)
Semula
Rp
2.970.756.089,00
 
 
2)
Bertambah/Berkurang
Rp
15.012.932.760,00
 
 
 
Jumlah Pengeluaran Setelah Perubahan
Rp
17.983.688.849,00
 
 
 
Jumlah Pembiayaan Netto Setelah Perubahan
Rp
187.927.554.857,78
 
 
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun berkenan
Rp
0,00
 
 
2.
Ketentuan Pasal 2 diubah sehingga Pasal 2 berbunyi sebagai berikut:
 
 
 
Pasal 2
  
 
(1)
Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
a.
Pendapatan Asli Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
352.511.291.300,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
54.169.596.258,13
 
 
Jumlah Pendapatan Asli Daerah setelah Perubahan
Rp
406.680.887.558,13
 
b.
Dana Perimbangan
 
 
1)
Semula
Rp
614.150.405.081,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
23.719.759.705,60
 
 
Jumlah Dana Perimbangan setelah Perubahan
Rp
637.870.164.786,60
 
c.
Lain-lain pendapatan daerah yang sah
 
 
1)
Semula
Rp
182.670.263.733,20
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
22.677.214.674.40
 
 
Jumlah Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah setelah Perubahan
Rp
205.347.478.407,60
(2)
Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pendapatan:
 
a.
Pajak Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
267.800.000.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
30.800.000.000,00
 
 
Jumlah Pajak Daerah setelah Perubahan
Rp
298.600.000.000,00
 
b.
Retribusi Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
23.533.750.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
8.779.619.000.00
 
 
Jumlah Retribusi Daerah setelah Perubahan
Rp
32.313.369.000,00
 
c.
Hasil Pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
 
 
1)
Semula
Rp
13.455.541.300,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
4.662.634.341,85
 
 
Jumlah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan setelah Perubahan
Rp
18.118.175.641,85
 
d.
Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah
 
 
1)
Semula
Rp
47.722.000.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
9.927.342.916,28
 
 
Jumlah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah setelah Perubahan
Rp
57.649.342.916,28
(3)
Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan:
 
a.
Bagi hasil Pajak/Bagi hasil Bukan Pajak
 
 
1)
Semula
Rp
92.994.609.081,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
23.719.759.705,60
 
 
Jumlah Dana Bagi Hasil setelah Perubahan
Rp
116.714.368.786,60
 
b.
Dana alokasi umum
 
 
1)
Semula
Rp
512.666.446.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Dana Alokasi Umum setelah Perubahan
Rp
512.666.446.000,00
 
c.
Dana alokasi khusus
 
 
1)
Semula
Rp
8.489.350.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Dana Alokasi Khusus setelah Perubahan
Rp
8.489.350.000,00
(4)
Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan:
 
a.
Pendapatan Hibah
 
 
1)
Semula
Rp
4.688.512.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah setelah Perubahan
Rp
4.688.512.000,00
 
b.
Dana Bagi hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah daerah lainnya
 
 
1)
Semula
Rp
92.575.449.093,20
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
12.579.602.881.40
 
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak setelah Perubahan
Rp
105.155.051.974,60
 
c.
Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
 
 
1)
Semula
Rp
83.956.352.640,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
(2.643.293.440,00)
 
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak setelah Perubahan
Rp
81.313.059.200,00
 
d.
Bantuan keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah lainnya
 
 
1)
Semula
Rp
1.449.950.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
12.740.905.233,00
 
 
Jumlah setelah Perubahan
Rp
14.190.855.233,00
 
e.
Sumbangan Pihak ketiga
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak setelah Perubahan
Rp
0,00
(1)
Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
a.
Pendapatan Asli Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
352.511.291.300,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
54.169.596.258,13
 
 
Jumlah Pendapatan Asli Daerah setelah Perubahan
Rp
406.680.887.558,13
 
b.
Dana Perimbangan
 
 
1)
Semula
Rp
614.150.405.081,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
23.719.759.705,60
 
 
Jumlah Dana Perimbangan setelah Perubahan
Rp
637.870.164.786,60
 
c.
Lain-lain pendapatan daerah yang sah
 
 
1)
Semula
Rp
182.670.263.733,20
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
22.677.214.674.40
 
 
Jumlah Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah setelah Perubahan
Rp
205.347.478.407,60
(2)
Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pendapatan:
 
a.
Pajak Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
267.800.000.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
30.800.000.000,00
 
 
Jumlah Pajak Daerah setelah Perubahan
Rp
298.600.000.000,00
 
b.
Retribusi Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
23.533.750.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
8.779.619.000.00
 
 
Jumlah Retribusi Daerah setelah Perubahan
Rp
32.313.369.000,00
 
c.
Hasil Pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
 
 
1)
Semula
Rp
13.455.541.300,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
4.662.634.341,85
 
 
Jumlah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan setelah Perubahan
Rp
18.118.175.641,85
 
d.
Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah
 
 
1)
Semula
Rp
47.722.000.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
9.927.342.916,28
 
 
Jumlah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah setelah Perubahan
Rp
57.649.342.916,28
(3)
Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan:
 
a.
Bagi hasil Pajak/Bagi hasil Bukan Pajak
 
 
1)
Semula
Rp
92.994.609.081,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
23.719.759.705,60
 
 
Jumlah Dana Bagi Hasil setelah Perubahan
Rp
116.714.368.786,60
 
b.
Dana alokasi umum
 
 
1)
Semula
Rp
512.666.446.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Dana Alokasi Umum setelah Perubahan
Rp
512.666.446.000,00
 
c.
Dana alokasi khusus
 
 
1)
Semula
Rp
8.489.350.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Dana Alokasi Khusus setelah Perubahan
Rp
8.489.350.000,00
(4)
Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan:
 
a.
Pendapatan Hibah
 
 
1)
Semula
Rp
4.688.512.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah setelah Perubahan
Rp
4.688.512.000,00
 
b.
Dana Bagi hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah daerah lainnya
 
 
1)
Semula
Rp
92.575.449.093,20
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
12.579.602.881.40
 
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak setelah Perubahan
Rp
105.155.051.974,60
 
c.
Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
 
 
1)
Semula
Rp
83.956.352.640,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
(2.643.293.440,00)
 
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak setelah Perubahan
Rp
81.313.059.200,00
 
d.
Bantuan keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah lainnya
 
 
1)
Semula
Rp
1.449.950.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
12.740.905.233,00
 
 
Jumlah setelah Perubahan
Rp
14.190.855.233,00
 
e.
Sumbangan Pihak ketiga
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak setelah Perubahan
Rp
0,00
(1)
Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
a.
Pendapatan Asli Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
352.511.291.300,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
54.169.596.258,13
 
 
Jumlah Pendapatan Asli Daerah setelah Perubahan
Rp
406.680.887.558,13
 
b.
Dana Perimbangan
 
 
1)
Semula
Rp
614.150.405.081,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
23.719.759.705,60
 
 
Jumlah Dana Perimbangan setelah Perubahan
Rp
637.870.164.786,60
 
c.
Lain-lain pendapatan daerah yang sah
 
 
1)
Semula
Rp
182.670.263.733,20
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
22.677.214.674.40
 
 
Jumlah Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah setelah Perubahan
Rp
205.347.478.407,60
(2)
Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pendapatan:
 
a.
Pajak Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
267.800.000.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
30.800.000.000,00
 
 
Jumlah Pajak Daerah setelah Perubahan
Rp
298.600.000.000,00
 
b.
Retribusi Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
23.533.750.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
8.779.619.000.00
 
 
Jumlah Retribusi Daerah setelah Perubahan
Rp
32.313.369.000,00
 
c.
Hasil Pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
 
 
1)
Semula
Rp
13.455.541.300,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
4.662.634.341,85
 
 
Jumlah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan setelah Perubahan
Rp
18.118.175.641,85
 
d.
Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah
 
 
1)
Semula
Rp
47.722.000.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
9.927.342.916,28
 
 
Jumlah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah setelah Perubahan
Rp
57.649.342.916,28
(3)
Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan:
 
a.
Bagi hasil Pajak/Bagi hasil Bukan Pajak
 
 
1)
Semula
Rp
92.994.609.081,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
23.719.759.705,60
 
 
Jumlah Dana Bagi Hasil setelah Perubahan
Rp
116.714.368.786,60
 
b.
Dana alokasi umum
 
 
1)
Semula
Rp
512.666.446.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Dana Alokasi Umum setelah Perubahan
Rp
512.666.446.000,00
 
c.
Dana alokasi khusus
 
 
1)
Semula
Rp
8.489.350.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Dana Alokasi Khusus setelah Perubahan
Rp
8.489.350.000,00
(4)
Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan:
 
a.
Pendapatan Hibah
 
 
1)
Semula
Rp
4.688.512.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah setelah Perubahan
Rp
4.688.512.000,00
 
b.
Dana Bagi hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah daerah lainnya
 
 
1)
Semula
Rp
92.575.449.093,20
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
12.579.602.881.40
 
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak setelah Perubahan
Rp
105.155.051.974,60
 
c.
Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
 
 
1)
Semula
Rp
83.956.352.640,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
(2.643.293.440,00)
 
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak setelah Perubahan
Rp
81.313.059.200,00
 
d.
Bantuan keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah lainnya
 
 
1)
Semula
Rp
1.449.950.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
12.740.905.233,00
 
 
Jumlah setelah Perubahan
Rp
14.190.855.233,00
 
e.
Sumbangan Pihak ketiga
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak setelah Perubahan
Rp
0,00
 
 
3.
Ketentuan Pasal 3 diubah sehingga Pasal 3 berbunyi sebagai berikut:
 
 
 
Pasal 3
 
(1)
Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
a.
Belanja Tidak Langsung
 
 
1)
Semula
Rp
675.638.924.631,94
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
59.947.958.028,74
 
 
Jumlah Belanja Tidak Langsung setelah Perubahan
Rp
735.586.882.660,68
 
b.
Belanja Langsung
 
 
1)
Semula
Rp
542.652.953.088,26
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
159.586.249.861,17
 
 
Jumlah Belanja Langsung setelah Perubahan
Rp
702.239.202.949,43
(2)
Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja:
 
a.
Belanja pegawai
 
 
1)
Semula
Rp
591.402.124.546,94
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
37.923.994.481.60
 
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah Perubahan
Rp
629.326.119.028,54
 
b.
Belanja Bunga
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Belanja Bunga setelah Perubahan
Rp
0,00
 
c.
Belanja Subsidi
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Belanja Bunga setelah Perubahan
Rp
0,00
 
d.
Belanja Hibah
 
 
1)
Semula
Rp
16.961.682.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
12.054.675.000,00
 
 
Jumlah Belanja Hibah setelah Perubahan
Rp
29.016.357.000,00
 
e.
Belanja Bantuan Sosial
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Belanja Bantuan Sosial setelah Perubahan
Rp
0,00
 
f.
Belanja Bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa
 
 
1)
Semula
Rp
19.187.618.085,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Belanja Bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa setelah Perubahan
Rp
19.187.618.085,00
 
g.
Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa
 
 
1)
Semula
Rp
45.037.500.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
11.484.191.547,14
 
 
Jumlah Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa setelah Perubahan
Rp
56.521.691.547,14
 
h.
Belanja tidak Terduga
 
 
1)
Semula
Rp
3.050.000.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
(1.514.903.000,00)
 
 
Jumlah Belanja Tidak terduga setelah Perubahan
Rp
1.535.097.000,000
(3)
Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja:
 
a.
Belanja pegawai
 
 
1)
Semula
Rp
49.495.005.500,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
7.083.111.650,00
 
 
Jumlah Belanja pegawai setelah Perubahan
Rp
56.578.117.150,00
 
b.
Belanja Barang dan jasa
 
 
1)
Semula
Rp
275.470.323.689,27
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
124.882.631.917,16
 
 
Jumlah Belanja barang dan jasa setelah Perubahan
Rp
400.352.955.606,43
 
c.
Belanja modal
 
 
1)
Semula
Rp
217.687.623.898,99
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
27.620.506.294,01
 
 
Jumlah Belanja modal setelah Perubahan
Rp
245.308.130.193,00
(1)
Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
a.
Belanja Tidak Langsung
 
 
1)
Semula
Rp
675.638.924.631,94
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
59.947.958.028,74
 
 
Jumlah Belanja Tidak Langsung setelah Perubahan
Rp
735.586.882.660,68
 
b.
Belanja Langsung
 
 
1)
Semula
Rp
542.652.953.088,26
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
159.586.249.861,17
 
 
Jumlah Belanja Langsung setelah Perubahan
Rp
702.239.202.949,43
(2)
Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja:
 
a.
Belanja pegawai
 
 
1)
Semula
Rp
591.402.124.546,94
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
37.923.994.481.60
 
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah Perubahan
Rp
629.326.119.028,54
 
b.
Belanja Bunga
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Belanja Bunga setelah Perubahan
Rp
0,00
 
c.
Belanja Subsidi
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Belanja Bunga setelah Perubahan
Rp
0,00
 
d.
Belanja Hibah
 
 
1)
Semula
Rp
16.961.682.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
12.054.675.000,00
 
 
Jumlah Belanja Hibah setelah Perubahan
Rp
29.016.357.000,00
 
e.
Belanja Bantuan Sosial
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Belanja Bantuan Sosial setelah Perubahan
Rp
0,00
 
f.
Belanja Bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa
 
 
1)
Semula
Rp
19.187.618.085,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Belanja Bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa setelah Perubahan
Rp
19.187.618.085,00
 
g.
Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa
 
 
1)
Semula
Rp
45.037.500.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
11.484.191.547,14
 
 
Jumlah Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa setelah Perubahan
Rp
56.521.691.547,14
 
h.
Belanja tidak Terduga
 
 
1)
Semula
Rp
3.050.000.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
(1.514.903.000,00)
 
 
Jumlah Belanja Tidak terduga setelah Perubahan
Rp
1.535.097.000,000
(3)
Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja:
 
a.
Belanja pegawai
 
 
1)
Semula
Rp
49.495.005.500,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
7.083.111.650,00
 
 
Jumlah Belanja pegawai setelah Perubahan
Rp
56.578.117.150,00
 
b.
Belanja Barang dan jasa
 
 
1)
Semula
Rp
275.470.323.689,27
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
124.882.631.917,16
 
 
Jumlah Belanja barang dan jasa setelah Perubahan
Rp
400.352.955.606,43
 
c.
Belanja modal
 
 
1)
Semula
Rp
217.687.623.898,99
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
27.620.506.294,01
 
 
Jumlah Belanja modal setelah Perubahan
Rp
245.308.130.193,00
(1)
Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
a.
Belanja Tidak Langsung
 
 
1)
Semula
Rp
675.638.924.631,94
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
59.947.958.028,74
 
 
Jumlah Belanja Tidak Langsung setelah Perubahan
Rp
735.586.882.660,68
 
b.
Belanja Langsung
 
 
1)
Semula
Rp
542.652.953.088,26
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
159.586.249.861,17
 
 
Jumlah Belanja Langsung setelah Perubahan
Rp
702.239.202.949,43
(2)
Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja:
 
a.
Belanja pegawai
 
 
1)
Semula
Rp
591.402.124.546,94
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
37.923.994.481.60
 
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah Perubahan
Rp
629.326.119.028,54
 
b.
Belanja Bunga
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Belanja Bunga setelah Perubahan
Rp
0,00
 
c.
Belanja Subsidi
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Belanja Bunga setelah Perubahan
Rp
0,00
 
d.
Belanja Hibah
 
 
1)
Semula
Rp
16.961.682.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
12.054.675.000,00
 
 
Jumlah Belanja Hibah setelah Perubahan
Rp
29.016.357.000,00
 
e.
Belanja Bantuan Sosial
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Belanja Bantuan Sosial setelah Perubahan
Rp
0,00
 
f.
Belanja Bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa
 
 
1)
Semula
Rp
19.187.618.085,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Belanja Bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa setelah Perubahan
Rp
19.187.618.085,00
 
g.
Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa
 
 
1)
Semula
Rp
45.037.500.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
11.484.191.547,14
 
 
Jumlah Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa setelah Perubahan
Rp
56.521.691.547,14
 
h.
Belanja tidak Terduga
 
 
1)
Semula
Rp
3.050.000.000,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
(1.514.903.000,00)
 
 
Jumlah Belanja Tidak terduga setelah Perubahan
Rp
1.535.097.000,000
(3)
Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja:
 
a.
Belanja pegawai
 
 
1)
Semula
Rp
49.495.005.500,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
7.083.111.650,00
 
 
Jumlah Belanja pegawai setelah Perubahan
Rp
56.578.117.150,00
 
b.
Belanja Barang dan jasa
 
 
1)
Semula
Rp
275.470.323.689,27
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
124.882.631.917,16
 
 
Jumlah Belanja barang dan jasa setelah Perubahan
Rp
400.352.955.606,43
 
c.
Belanja modal
 
 
1)
Semula
Rp
217.687.623.898,99
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
27.620.506.294,01
 
 
Jumlah Belanja modal setelah Perubahan
Rp
245.308.130.193,00
 
 
4.
Ketentuan Pasal 4 diubah sehingga Pasal 4 berbunyi sebagai berikut:
 
 
 
Pasal 4
  
 
(1)
Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
a.
Penerimaan
 
 
1)
Semula
Rp
71.930.673.695,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
133.980.570.011.78
 
 
Jumlah penerimaan setelah Perubahan
Rp
205.836.243.706,78
 
b.
Pengeluaran
 
 
1)
Semula
Rp
2.970.756.089,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
15.012.932.760,00
 
 
Jumlah pengeluaran setelah Perubahan
Rp
17.983.688.849,00
(2)
Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan:
 
a.
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya sebelumnya (SiLPA)
 
 
1)
Semula
Rp
71.930.673.695,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
133.905.570.011,78
 
 
Jumlah Sisa lebih perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya setelah Perubahan
Rp
205.836.243.706,78
 
b.
Pencairan Dana Cadangan
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Pencairan dana cadangan setelah Perubahan
Rp
0,00
 
c.
Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang dipisahkan
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Hasil penjualan kekayaan daerah setelah Perubahan
Rp
0,00
 
d.
Penerimaan Pinjaman Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
75.000.000,00
 
 
Jumlah penerimaan pinjaman daerah setelah Perubahan
Rp
75.000.000,00
 
e.
Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah penerimaan kembali pemberian pinjaman setelah Perubahan
Rp
0,00
 
f.
Penerimaan Piutang Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah penerimaan piutang daerah setelah Perubahan
Rp
0,00
(3)
Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan:
 
a.
Pembentukan Dana Cadangan
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Pembentukan Dana cadangan setelah Perubahan
Rp
0,00
 
b.
Penyertaan Modal (investasi) Pemerintah Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
2.970.756.089,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
15.012.932.760,00
 
 
Jumlah Penyertaan Modal (investasi) Pemerintah Daerah setelah Perubahan
Rp
17.983.688.849,00
 
c.
Pembayaran Pokok Utang
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Pembayaran Pokok Utang setelah Perubahan
Rp
0,00
 
d.
Pemberian Pinjaman Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
  Jumlah Pemberian Pinjaman Daerah setelah PerubahanRp0,00
(1)
Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
a.
Penerimaan
 
 
1)
Semula
Rp
71.930.673.695,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
133.980.570.011.78
 
 
Jumlah penerimaan setelah Perubahan
Rp
205.836.243.706,78
 
b.
Pengeluaran
 
 
1)
Semula
Rp
2.970.756.089,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
15.012.932.760,00
 
 
Jumlah pengeluaran setelah Perubahan
Rp
17.983.688.849,00
(2)
Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan:
 
a.
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya sebelumnya (SiLPA)
 
 
1)
Semula
Rp
71.930.673.695,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
133.905.570.011,78
 
 
Jumlah Sisa lebih perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya setelah Perubahan
Rp
205.836.243.706,78
 
b.
Pencairan Dana Cadangan
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Pencairan dana cadangan setelah Perubahan
Rp
0,00
 
c.
Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang dipisahkan
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Hasil penjualan kekayaan daerah setelah Perubahan
Rp
0,00
 
d.
Penerimaan Pinjaman Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
75.000.000,00
 
 
Jumlah penerimaan pinjaman daerah setelah Perubahan
Rp
75.000.000,00
 
e.
Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah penerimaan kembali pemberian pinjaman setelah Perubahan
Rp
0,00
 
f.
Penerimaan Piutang Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah penerimaan piutang daerah setelah Perubahan
Rp
0,00
(3)
Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan:
 
a.
Pembentukan Dana Cadangan
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Pembentukan Dana cadangan setelah Perubahan
Rp
0,00
 
b.
Penyertaan Modal (investasi) Pemerintah Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
2.970.756.089,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
15.012.932.760,00
 
 
Jumlah Penyertaan Modal (investasi) Pemerintah Daerah setelah Perubahan
Rp
17.983.688.849,00
 
c.
Pembayaran Pokok Utang
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Pembayaran Pokok Utang setelah Perubahan
Rp
0,00
 
d.
Pemberian Pinjaman Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
  Jumlah Pemberian Pinjaman Daerah setelah PerubahanRp0,00
(1)
Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
a.
Penerimaan
 
 
1)
Semula
Rp
71.930.673.695,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
133.980.570.011.78
 
 
Jumlah penerimaan setelah Perubahan
Rp
205.836.243.706,78
 
b.
Pengeluaran
 
 
1)
Semula
Rp
2.970.756.089,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
15.012.932.760,00
 
 
Jumlah pengeluaran setelah Perubahan
Rp
17.983.688.849,00
(2)
Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan:
 
a.
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya sebelumnya (SiLPA)
 
 
1)
Semula
Rp
71.930.673.695,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
133.905.570.011,78
 
 
Jumlah Sisa lebih perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya setelah Perubahan
Rp
205.836.243.706,78
 
b.
Pencairan Dana Cadangan
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Pencairan dana cadangan setelah Perubahan
Rp
0,00
 
c.
Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang dipisahkan
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Hasil penjualan kekayaan daerah setelah Perubahan
Rp
0,00
 
d.
Penerimaan Pinjaman Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
75.000.000,00
 
 
Jumlah penerimaan pinjaman daerah setelah Perubahan
Rp
75.000.000,00
 
e.
Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah penerimaan kembali pemberian pinjaman setelah Perubahan
Rp
0,00
 
f.
Penerimaan Piutang Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah penerimaan piutang daerah setelah Perubahan
Rp
0,00
(3)
Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan:
 
a.
Pembentukan Dana Cadangan
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Pembentukan Dana cadangan setelah Perubahan
Rp
0,00
 
b.
Penyertaan Modal (investasi) Pemerintah Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
2.970.756.089,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
15.012.932.760,00
 
 
Jumlah Penyertaan Modal (investasi) Pemerintah Daerah setelah Perubahan
Rp
17.983.688.849,00
 
c.
Pembayaran Pokok Utang
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
 
 
Jumlah Pembayaran Pokok Utang setelah Perubahan
Rp
0,00
 
d.
Pemberian Pinjaman Daerah
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
 
2)
Bertambah/(Berkurang)
Rp
0,00
  Jumlah Pemberian Pinjaman Daerah setelah PerubahanRp0,00
 
 
 
Pasal 5
 
Uraian lebih lanjut Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini terdiri dari:
 
1.
Lampiran I
Ringkasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
2.
Lampiran II
Ringkasan Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi.
3.
Lampiran III
Rincian Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan.
4.
Lampiran IV
Rekapitulasi Perubahan Belanja menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Program dan Kegiatan.
5.
Lampiran V
Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Daerah.
6.
Lampiran VI
Daftar Perubahan Jumlah Pegawai Pergolongan dan Perjabatan.
7.
Lampiran VII
Daftar Piutang Daerah.
8.
Lampiran VIII
Daftar Penyertaan Modal (Investasi) Daerah.
9.
Lampiran IX
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah.
10.
Lampiran X
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Lain­-Lain.
11.
Lampiran XI
Daftar Kegiatan-Kegiatan Tahun Anggaran Sebelumnya yang belum Diselesaikan dan Dianggarkan Kembali dalam Tahun Anggaran ini.
12.
Lampiran XII
Daftar Dana Cadangan Daerah.
13.
Lampiran XIII
Daftar Pinjaman dan Obligasi Daerah.
1.
Lampiran I
Ringkasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
2.
Lampiran II
Ringkasan Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi.
3.
Lampiran III
Rincian Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan.
4.
Lampiran IV
Rekapitulasi Perubahan Belanja menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Program dan Kegiatan.
5.
Lampiran V
Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Daerah.
6.
Lampiran VI
Daftar Perubahan Jumlah Pegawai Pergolongan dan Perjabatan.
7.
Lampiran VII
Daftar Piutang Daerah.
8.
Lampiran VIII
Daftar Penyertaan Modal (Investasi) Daerah.
9.
Lampiran IX
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah.
10.
Lampiran X
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Lain­-Lain.
11.
Lampiran XI
Daftar Kegiatan-Kegiatan Tahun Anggaran Sebelumnya yang belum Diselesaikan dan Dianggarkan Kembali dalam Tahun Anggaran ini.
12.
Lampiran XII
Daftar Dana Cadangan Daerah.
13.
Lampiran XIII
Daftar Pinjaman dan Obligasi Daerah.
1.
Lampiran I
Ringkasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
2.
Lampiran II
Ringkasan Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi.
3.
Lampiran III
Rincian Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan.
4.
Lampiran IV
Rekapitulasi Perubahan Belanja menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Program dan Kegiatan.
5.
Lampiran V
Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Daerah.
6.
Lampiran VI
Daftar Perubahan Jumlah Pegawai Pergolongan dan Perjabatan.
7.
Lampiran VII
Daftar Piutang Daerah.
8.
Lampiran VIII
Daftar Penyertaan Modal (Investasi) Daerah.
9.
Lampiran IX
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah.
10.
Lampiran X
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Lain­-Lain.
11.
Lampiran XI
Daftar Kegiatan-Kegiatan Tahun Anggaran Sebelumnya yang belum Diselesaikan dan Dianggarkan Kembali dalam Tahun Anggaran ini.
12.
Lampiran XII
Daftar Dana Cadangan Daerah.
13.
Lampiran XIII
Daftar Pinjaman dan Obligasi Daerah.
 
 
 
Pasal 6
 
Ketentuan lebih lanjut mengenai Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), diatur dengan Peraturan Walikota.
 
 

Pasal II

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
 
 
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Denpasar.
 
 
Ditetapkan di Denpasar
pada tanggal 18 September 2012
WALIKOTA DENPASAR,
ttd.
RAI DHARMAWIJAYA MANTRA

Diundangkan di Denpasar
pada tanggal 18 September 2012
SEKRETARIS DAERAH KOTA DENPASAR,
ttd.
RAI ISWARA

LEMBARAN DAERAH KOTA DENPASAR TAHUN 2012 NOMOR 8
Background
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.