Perda Provinsi Jawa Timur Nomor: 14 Tahun 1981
Status tidak tersedia
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
PERATURAN DAERAH PROPINSI
DAERAH TINGKAT I JAWA TIMURNOMOR 14 TAHUN 1981TENTANG
OPSEN ATAS PAJAK KEKAYAAN YANG DIPUNGUT DI JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR | |
|
|
|
Menimbang | |
|
Bahwa sehubungan dengan usaha menambah pendapatan Daerah bagi Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur dipandang perlu untuk mengadakan opsen atas pajak kekayaan yang dipungut di Jawa Timur sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari pokok pajak berdasarkan pasal 13 Undang-Undang Nomor 11 Drt Tahun 1957 tentang Peraturan Umum Pajak Daerah yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Tingkat I.
| |
|
|
|
Mengingat | |
|
1.
|
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Di Daerah;
|
|
2.
|
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1950 tentang Pembentukan Propinsi Jawa Timur juncto Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1950 tentang Mengadakan perubahan dalam Undang-Undang 1950 Nomor 2 dari hal pembentukan Propinsi Jawa Timur;
|
|
3.
|
Ordonansi Pajak Kekayaan 1932 juncto Undang-undang Nomor 8 Tahun 1967 tentang Perubahan dan penyempumaan tata cara pemungutan pajak pendapatan 1944, pajak kekayaan 1932 dan pajak perseroan 1925;
|
|
4.
|
Undang-undang Nomor 11 Drt Tahun 1957 tentang Peraturan Umum Pajak Daerah.
|
|
|
|
|
Dengan persetujuan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur. | |
|
|
|
|
MEMUTUSKAN
| |
Menetapkan | |
|
PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR TENTANG OPSEN ATAS PAJAK KEKAYAAN YANG DIPUNGUT 131 JAWA TIMUR.
| |
|
|
|
Pasal 1 | |
|
(1)
|
Dengan Peraturan Daerah ini ditetapkan opsen atas pokok pajak kekayaan yang dipungut di Jawa Timur, selanjutnya disebut opsen pajak kekayaan;
|
|
(2)
|
Opsen pajak kekayaan dimaksud pada ayat (1) pasal ini sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari jumlah pokok pajak, yang dimuat dalam setiap surat ketetapan pajak kekayaan yang diterbitkan Instansi yang berwenang memungut dan disetor kepada Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur.
|
|
|
|
Pasal 2 | |
|
Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur mengatur lebih lanjut tata cara pelaksanaan dan penyetoran hasil pemungutan opsen pajak kekayaan dimaksud dalam pasal 1 Peraturan Daerah ini, bersama dengan Instansi yang berwenang memungut pajak kekayaan.
| |
|
|
|
Pasal 3 | |
|
(1)
|
Peraturan Daerah ini berlaku sejak tanggal diundangkan;
|
|
(2)
|
Peraturan Daerah ini diundangkan dalam Lembaran Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur.
|
|
|
|
|
Surabaya, 8 Juni 1981.
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR Ketua, ttd. BLEGOH SOEMARTO | |
|
|
|
|
GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR
ttd. SOENANDAR PRIJOSOEDARMO | |
|
|
|
|
Disahkan dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 7 Juli 1981 Nomor 973.341.35-502.
DIREKTORAT JENDERAL PEMERINTAHAN UMUM DAN OTONOMI DAERAH DIREKTUR PEMBINAAN PEMERINTAHAN DAERAH ttd. (Drs. H. SOEMARNO) | |
|
|
|
|
Diundangkan dalam Lembaran Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur Tahun 1981 Sen A tanggal 10 Juli 1981 Nomor 3/A.
aji. GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR Sekretaris Wilayah/Daerah ttd. TRBIARJONO, SH | |
PENJELASANATAS
PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR NOMOR 14 TAHUN 1981
TENTANG OPSEN ATAS PAJAK KEKAYAAN YANG DIPUNGUT DI JAWA TIMUR | |
|
|
|
|
I.
|
PENJELASAN UMUM
|
|
|
Berdasarkan pasal 13 Undang-Undang Nomor 11 Drt Tahun 1957 tentang Peraturan Umum Pajak Daerah, maka selain yang ditunjuk dengan atau berdasarkan Undang-undang Pajak Daerah, yang dapat dipungut oleh Daerah Tingkat I adalah opsen atas pokok pajak kekayaan (ordonansi pajak kekayaan tahun 1932 beserta perubahannya).
Dalam usaha meningkatkan kemampuan pendapatan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur, perlu digali pendapatan Daerah baru, dan untuk itu perlu ditetapkan Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur tentang Opsen pajak kekayaan. |
|
|
|
|
II.
|
PENJELASAN PASAL DEMI PASAL
|
|
|
Pasal 1 sampai dengan 3
Cukup jelas.
|
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.