Rekap Aturan

Aturan Lengkap terkait Perlakuan Pajak atas Beneficial Owner dalam Konteks Pajak Internasional

Beneficial owner merupakan pihak yang memiliki kriteria sebagai pemilik namun tidak perlu disertai dengan adanya pengakuan kepemilikan dari segi hukum. Adapun beneficial owner ini memiliki kewenangan untuk memanfaatkan penghasilan yang diterimanya, baik berupa dividen, bunga, maupun royalti sesuai dengan keputusannya sendiri. Artinya, beneficial owner tidak memiliki kewajiban untuk meneruskan penghasilan yang diterima pada pihak-pihak lainnya. Lebih lanjut mengenai beneficial owner dan perbedaanya dengan conduit company maupun agent dapat dibaca pada artikel Benefical Owner.
 
Istilah beneficial owner ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia melalui Pasal 26 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.  Adapun ciri dari beneficial owner ini mencakup beberapa hal yaitu:
  1. memiliki kewenangan untuk menunjuk atau memberhentikan dewan komisaris, pengurus, dan direksi;
  2. memiliki kewenangan untuk mengendalikan perusahaan; dan
  3. berhak atas manfaat dari perusahaan, baik secara langsung maupun tak langsung.
 
Lantas bagaimana perlakuan pajak atas beneficial owner tersebut? Landasan hukum apa yang mencantumkan ketentuan pajak atas beneficial owner? Mari simak aturan lengkap mengenai perlakuan pajak atas beneficial owner di bawah ini!
 
Undang-Undang:

 

Peraturan Presiden:

 

Peraturan Menteri Keuangan:

 

Peraturan Direktur Jenderal Pajak:
Perlu bantuan?

Mengalami kendala dalam menemukan dokumen yang Anda cari? Kami siap membantu, serta mengharapkan kritik dan saran dari Anda.


Mempersiapkan
Print File