Putusan Pengadilan Pajak
Cari Putusan Pengadilan
Bea & Cukai
1 Juli 2019 | View: 245
RISALAH
Putusan Pengadilan Pajak Nomor:PUT-001570.19/2018/PP/M.XIXA Tahun 2019
 
JENIS PAJAK
 Bea Masuk
 
TAHUN PAJAK
2018
 
POKOK SENGKETA
bahwa dalam pemeriksaan, terbukti yang menjadi pokok sengketa dalam banding ini adalah penetapan nilai pabean atas barang impor Essential Oil (8 jenis barang sesuai lembar lanjutan PIB), negara asal United States (US), yang diberitahukan oleh Pemohon Banding dalam PIB Nomor 185631 tanggal 16 Agustus 2017 dengan nilai pabean sebesar CIF USD28,892.34, dan oleh Terbanding nilai pabean ditetapkan menjadi CIF USD75,772.28, sehingga Pemohon Banding diharuskan membayar kekurangan pembayaran bea masuk, pajak dalam rangka impor, dan denda sebesar Rp996.980.000,00 yang tidak disetujui Pemohon Banding; 
 
Menurut Terbanding
:
D. Analisis
  1. bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah penetapan nilai pabean yang menurut Pemohon Banding sebagaimana diberitahukan dalam PIB-185631 sebesar CIF USD28,892.34, yang ditetapkan oleh Pejabat Bea den Cukai menjadi sebesar CIF USD75,772.28;
  2. bahwa berdasarkan PIB nomor 185631 tanggal 16 Agustus 2017 diketahui bahwa FOB sebesarUSD26,174.09, Freight sebesar USD2,574.51, Asuransi sebesar USD143.74 dan CIF sebesar USD28,892.34;
  3. bahwa berdasarkan penelitian terhadap invoice nomor 2424 tanggal 01 Agustus 2017 dan Purchase Order Nomor 28/IMP/VII/2017 tanggal 01 Juli 2017 diketahui bahwa pembelian barang berupa Essential Oil, 8 (delapan) jenis barang sesuai rincian PIB Baik&Baru sebesar USD26,174.09, Freight sebesar USD2,574.51 dengan total sebesar USD28,748.60;
  4. bahwa Pejabat Bea dan Cukai menggugurkan nilai transaksi dikarenakan Pemohon Banding tidak melampirkan bukti bayar dan rekening koran serta terdapat pernyataan Pemohon Banding pada DNP yang menvatakan antara penjual dan importir berhubungan;
  5. bahwa dalam invoice nomor 2424 tanggal 01 Agustus 2017 Terdapat keterangan "Payment isdue no later than 360 days from invoice date and interest begin accruing after 60 days";
  6. bahwa berdasarkan Laporan Keuangan Desember 2016 diketahui bahwa kepemilikan saham PT YLI terdiri atas 95% oleh Young Living Holdings, Inc. dan 5% oleh PT Cekindo Bisnis Global;
  7. bahwa berdasarkan Intercompany Services Agreement diketahui bahwa:
    1. Terdapat royalti sebesar 1% dari harga jual produk yang harus dibayarkan kepada Young Living Essential Oils;
    2. Harga produk yang dijual, di dalamnya meliputi Target Operating Margin yang dapat disesuaikan dengan kondisi penjualan;
    3. Setiap penjualan produk menimbulkan kewajiban pembayaran komisi kepada YLEO;
  8. bahwa berdasarkan ketentuan PMK-160 tanggal 1 September 2010 menyatakan bahwa:
     
    Pasal 5 Ayat (3) huruf c:
    Biaya-biaya dan/atau nilai-nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa: …(c) royalty dan biaya lisensi yang harus dibayar oleh pembeli secara langsung atau tidak langsung sebagai persyaratan jual beli barang impor yang dinilal, sepanjang royalti dan biaya lisensi tersebut belum termasuk dalam harga yang sebenarnya dibayar dari barang impor yang bersangkutan” 
     
    Pasal 7 ayat (1) huruf d:
    “Nilai transaksi dapat diterima sebagai nilai pabean sepanjang memenuhi persyaratan antara lain: tidak terdapat hubungan antara penjual dan pembeli sebagaimana dimaksud dalam Pasal angka 3, yang mempengaruhi harga barang”;
     
    Pasal 8 huruf b:
    “Nilai transaksi tidak digunakan untuk menentukan nilai pabean dalam hal:
    b.
    nilai transaksi tidak memenuhi persyaratan untuk diterima sebagai nilai pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7”; 
  9. bahwa royalti merupakan nilai vano harus ditambahkan dalam Nilai Transaksi sesuai dengan pasal 5 ayat 1, yakni nilai transaksi adalah nilai yang sebenarnya/seharusnya dibayar kepada penjual oleh pembeli untuk diekspor ke dalam daerah pabean ditambah nilai-nilai sesuai dengan pasal 5 ayat 3;
  10. bahwa terdapat persyaratan atau pertimbangan yang diberlakukan terhadap transaksi atau nilai barang impor;
  11. bahwa tidak dapat ditentukan nilai yang dibayar atas royalti maka Nilai transaksi tidak dapat diterima sebagaimana lampiran Ill PMK 160/PMK.04/2010;
  12. bahwa berdasarkan pada Pasal 23 Ayat (1) PMK 160, menyatakan bahwa:
    “Apabila berdasarkan hash penelitian menunjukkan bahwa:
    b.
    persyaratan nilai transaksi untuk dapat diterima dan ditetapkan sebagai nilai pabean tidak dipenuhi;
    c.
    unsur biaya-biaya dan/atau nilai yang harus ditambah/tidak termasuk pada nilai transaksi tidak dapat dihitung dan/atau tidak didasarkan bukti nyata atau data yang objektif dan terukur Pejabat Bea dan Cukai menentukan nilai pabean berdasarkan nilai transaksi barang identik sampai dengan metode pengulangan (fallback) yang diterapkan sesuai hierarki penggunaannya”;
  13. bahwa berdasarkan metode nilai transaksi barang identik, metode nilai transaksi barang serupa, metode deduksi, metode komputasi dan metode pengulangan menggunakan metode nilai transaksi barang identik sampai dengan metode nilai transaksi barang serupa tidak terdapat data untuk melakukan penetapan nilai pabean;
  14. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 18 ayat (2) PMK-160, Metode Pengulangan (Fallback) dilakukan dengan menggunakantata cara yang wajar dan konsisten, yang diterapkan secara fleksibel dan berdasarkan data yang tersedia di dalam Daerah Pabean dengan pembatasan tertentu;
  15. bahwa berdasarkan hasil penelitian dari internet https://www.tokopedia.com/diperoleh harga pasar/eceran barang dan dihitung kembali dengan menggunakan faktor multiplikator sehingga diperoeh nilai pabean sebagai berikut:
Pos
Uraian Barang
Harga Eceran (Rp)
F. Multiplikator (Rp)
CIF (USD)
5
RC Essential Oil 5 ML Baik Baru
165.000,00
22.702,39
9.08
6
Peppermint Essential Oil - 15ML
299.000,00
22.702,39
8.11
  1. bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka barang impor ditetapkan nilai pabean berupa essential oil, 8 (delapan) jenis barang pada PIB-185631 metode pengulangan menggunakan metode deduksi yang diterapkan secara fleksible sehingga nilai pabean menjadi CIF USD75,772.28;
  2. bahwa berdasarkan uraian di atas, maka barang impor dengan PIB nomor 185631 tanggal 15Agustus 2017 berupa Essential Oil (8 jenis barang sesuai lembar lanjutan PIB), rincian sesuai PIB ditetapakan nilai pabean sebesar CIF USD75,772.28;
  3. bahwa kepada Pemohon Banding dikenakan sanksi administrasi berupa denda sesuai ketentuanPasal 16 ayat (4) UU Kepabeanan dan PP Nomor 28 Tahun 2008 tentang Pengenaan Sanksi Administrasi Berupa Denda di Bidang Kepabeanan;
  4. bahwa dengan demikian penetapan nilai pabean oleh Terbanding terhadap barang impor yang diberitahukan Pemohon Banding dalam PIB-185631 menjadi sebesar USD75,775.28 telah benar dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  5. bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas, telah terbukti dan tidak terbantahkan lagi bahwa penerbitan KEP-1929/KPU.03/2017 telah benar dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
Menurut Pemohon Banding
:
bahwa Pemohon Banding tidak setuju dengan penetapan yang dilakukan oleh Terbanding dengan alasan sebagai berikut: 
  1. Pokok permasalahan dalam sengketa banding ini adalah Terbanding menetapkan nilai pabean atas jenis barang berupa Essential Oil (8 jenis barang sesuai lembar lanjutan PIB) dalam PIB nomor 185631 tanggal 16 Agustus 2017, sehingga total nilai pabean menjadi sebesar CIF USD75,772.28, dengan alasan terdapat persyaratan atau pertimbangan yang diberlakukan terhadap transaksi berupa royalti yang harus ditambahkan dalam nilai transaksi;
  2. Berdasarkan Article VII GATT nomor 2 (a) menyatakan bahwa “The value for customs purposes of imported merchandise should be based on the actual value of the imported merchandise on which duty is assessed, or of like merchandise, and should not be based on the value of merchandise of national origin or on arbitrary or fictitious values”;
  3. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 menyatakan bahwa:
    “Pasal 15
    (1)
    Nilai pabean untuk penghitungan bea masuk adalah nilai transaksi dari barang yang bersangkutan.
     
     
    Penjelasan atas ayat (1)
    Yang dimaksud dengan nilai transaksi yaitu harga yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar oleh pembeli kepada penjual atas barang yang dijual untuk diekspor ke daerah pabean ...
     
    Pasal 30
    (1)
    Importir bertanggung jawab atas bea masuk yang terutang sejak tanggal pemberitahuan pabean atas impor.
    (2)
    Bea masuk yang harus dibayar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung berdasarkan tarif yang berlaku pada tanggal pemberitahuan pabean atas Impor dan nilai pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15.” 
  4. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160/PMK.04/2010 tanggal 1 September 2010 tentang Nilai Pabean Untuk Penghitungan Bea Masuk disebutkan bahwa: 
     
    “Pasal 2
    (2)
    Nilai pabean untuk penghitungan bea masuk adalah nilai transaksi dari barang impor yang bersangkutan yang memenuhi syarat-syarat tertentu.
    (3)
    Nilai pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah nilai pabean dalam International Commercial Terms (incoterms) Cost, Insurance, dan Freight(CIF).
     
     
    Pasal 7
    (1)
    Nilai transaksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dapat diterima sebagai nilai pabean sepanjang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
     
    a.
    tidak terdapat pembatasan-pembatasan atas pemanfaatan atau pemakaian barang impor selain pembatasan-pembatasan yang:
     
     
    1. diberlakukan atau diharuskan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku di dalam Daerah Pabean;
    2. membatasi wilayah geografis tempat penjualan kembali barang yang bersangkutan; atau
    3. tidak mempengaruhi nilai barang secara substansial; 
     
    b.
    tidak terdapat persyaratan atau pertimbangan yang diberlakukan terhadap transaksi atau nilai barang impor yang mengakibatkan nilai barang impor yang bersangkutan tidak dapat ditentukan nilai pabeannya;
     
    c.
    tidak terdapat proceeds sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf d yang harus diserahkan oleh pembeli kepada penjual, kecuali proceeds tersebut dapat ditambahkan pada harga yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar; dan
     
    d.
    tidak terdapat hubungan antara penjual dan pembeli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 3, yang mempengaruhi harga barang;
  5. Berdasarkan Lampiran I angka 4 huruf c Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160/PMK.04/2010 tanggal 1 September 2010 tentang Nilai Pabean Untuk Penghitungan Bea Masuk sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2016 tanggal 03 Maret 2016, disebutkan bahwa:
    4.
    Biaya yang ditambahkan pada harga yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar ......
     
    c.
    Royalti dan Biaya Lisensi
     
     
    1)
    Royalti dan lisensi adalah pembayaran yang berkaitan antara lain dengan paten, merek dagang dan hak cipta.
     
     
     
    Royalti dan lisensi ditambahkan sepanjang:
     
     
     
    a)
    Dibayar oleh pembeli secara langsung atau tidak langsung;
     
     
     
    b)
    Merupakan persyaratan penjualan barang impor; 
     
     
     
     
    • Dalam rangka pembelian barang, pembeli diharuskan membayar royalti atau biaya lisensi. Tanpa mempermasalahkan apakah pembayaran royalti ditujukan kepada penjual atau pihak lain (royalty holder atau kuasanya) yang sama sekali tidak terlibat dalam transaksi barang impor yang bersangkutan.
    • Yang dimaksud dengan persyaratan penjualan adalah adanya kewajiban hukum dalam suatu kontrak/perjanjian untuk membayar royalti dan apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi maka kontrak/perjanjian tersebut menjadi batal dan tidak berlaku lagi. 
     
     
     
    c)
    Berkaitan dengan barang impor Pada barang impor yang bersangkutan terdapat Hak Atas Kekayaan Intelektual, antara lain berupa hak atas merek, hak cipta atau hak paten (di dalam barang impor terdapat proses kerja yang dipatenkan);
  6. Berdasarkan Intercompany Service Agreement disebutkan bahwa:
    “The royalty will consist in 1% o the cost value of the merchandise sold by the Affiliate to its customers in its territory. Affiliate will be obligated to pay the royalty to Young Living Essential Oils, LC. (YLEO) at the following fiscal year of when the 3 following conditions are met:
    a)
    5 years after the affiliate gets trademarks registered in its territory
    b)
    Affiliate annual sales in USD are equal or more than $20,000,000 USD and its net profit after taxes is equivalent to $1,000,000 USD
    c)
    Independent distributors active contracted with the affiliate in its territory reaches 20,000.”
     
    Product Purchases:
    Affiliate shall puchase from YLEO products at a price that reflects an arm’s length standard plus shipping cost and any applicable taxes od duties.
    Arm’s Length Standard:
    The puchase price, including Target Operating Margin shall be reviewed periodically to ensure compliance with the arm’s length standard.
  7. bahwa berdasarkan Intercompany Services Agreement dapat disimpulkan bahwa Pemohon Banding dikenakan royalti jika sudah memenuhi 3 syarat yang ditetapkan yaitu: 
    1. 5 tahun setelah dilakukan pendaftaran Hak Merek di Indonesia;
    2. Penjualan setahun sama dengan atau lebih dari USD20,000,000 dan keuntungan bersih setelah pajak sama dengan USD1,000,000;
    3. Distributor Independen yang aktif telah mencapai 20.000; 
      bahwa oleh karena itu, Pemohon Banding sampai dengan saat ini tidak melakukan pembayaran royalti;
  8. bahwa berdasarkan Lampiran I angka 4 huruf c Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160/PMK.04/2010 tanggal 1 September 2010 tentang Nilai Pabean Untuk Penghitungan Bea Masuk sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2016 tanggal 03 Maret 2016 dijelaskan bahwa syarat pengenaan royalti jika terdapat pembayaran oleh pembeli baik secara langsung maupun tidak langsung, sedangkan pemohon banding sampai dengan saat ini tidak melakukan pembayaran royalti;
  9. bahwa data pembanding yang diperoleh Terbanding dari internet yang berasal dari https://www.tokopedia.com/ adalah bukan merupakan member dari Pemohon Banding sehingga Pemohon Banding meragukan legalitas dan keaslian dari barang tersebut serta asal pemasukan barang tersebut, sehingga menurut Pemohon Banding data yang disajikan oleh Terbanding tidak relevan dalam permasalahan ini;
  10. bahwa Pemohon Banding melakukan pembayaran ke pihak Young Living Essential Oils, LC. sebagai supplier sesuai dengan Commercial Invoice No. 2424 tanggal 01 Agustus 2017, dengan pembayaran sebagai berikut:
    1. Bukti Transfer FOB dan Shipping via J.P. Morgan nomor 39719468 tanggal 13 September 2017 sebesar USD28,748.60;
    2. Balance & Transaction Report FOB tanggal 13 September 2017 sebesar USD26,174.09;
    3. Balance & Transaction Report Freight tanggal 13 September 2017 sebesar USD2,574.51;
bahwa sehingga ini adalah nilai transaksi yang sebenarnya atau seharusnya dibayar sesuai dengan ketentuan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006; 
  1. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa nilai transaksi yang diberitahukan dalam PIB 185631 tanggal 16 Agustus 2017 seharusnya diterima menjadi Nilai Pabean sehingga penetapan nilai pabean barang impor sebesar CIF USD75,772.28 untuk jenis barang pada Essential Oil (8 jenis barang sesuai lembar lanjutan PIB) dalam PIB 185631 tanggal 16 Agustus 2017 menggunakan metode pengulangan (fallback method) dengan metode deduksi yang diterapkan secara flexible adalah tidak tepat;
Menurut Majelis
:
bahwa yang menjadi pokok sengketa dalam banding ini sesuai Keputusan Terbanding Nomor KEP-1929/KPU.03/2017 tanggal 27 Desember 2017adalah penetapan nilai pabean atas barang impor Essential Oil (8 jenis barang sesuai lembar lanjutan PIB), negara asal United States (US), yang diberitahukan dalam PIB Nomor 185631 tanggal 16 Agustus 2017, nilai pabean CIF USD28,892.34 dan oleh Terbanding nilai pabean ditetapkan menjadi CIF USD75,772.28, sehingga Pemohon Banding diharuskan membayar kekurangan bea masuk, pajak dalam rangka impor dan sanksi administrasi berupa denda sebesar Rp996.980.000,00;

bahwa Pasal 15 ayat (1) Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 menyebutkan, nilai pabean untuk penghitungan bea masuk adalah nilai transaksi dari barang yang bersangkutan;

bahwa Pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160/PMK.04/2010 tanggal 01 September 2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 34/PMK.04/2016 tanggal 03 Maret 2016 tentang Nilai Pabean Untuk Perhitungan Bea Masuk, menyatakan: nilai pabean untuk penghitungan bea masuk adalah nilai transaksi dari barang impor yang bersangkutan yang memenuhi syarat-syarat tertentu;
bahwa berdasarkan Pasal 7 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160/PMK.04/2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2016 tentang Nilai Pabean Untuk Perhitungan Bea Masuk, disebutkan: 
(1)
Nilai transaksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dapat diterima sebagai nilai pabean sepanjang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
 
a.
tidak terdapat pembatasan-pembatasan atas pemanfaatan atau pemakaian barang impor selain pembatasan-pembatasan yang:
 
 
  1. diberlakukan atau diharuskan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku di dalam Daerah Pabean;
  2. membatasi wilayah geografis tempat penjualan kembali barang yang bersangkutan; atau
  3. tidak mempengaruhi nilai barang secara substansial.
 
b.
tidak terdapat persyaratan atau pertimbangan yang diberlakukan terhadap transaksi atau nilai barang impor yang mengakibatkan nilai barang impor yang bersangkutan tidak dapat ditentukan nilai pabeannya;
 
c.
tidak terdapat proceeds sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf d yang harus diserahkan oleh pembeli kepada penjual, kecuali proceeds tersebut dapat ditambahkan pada harga yang sebenarnya dibayar atau yang seharusnya dibayar; dan
 
d.
tidak terdapat hubungan antara penjual dan pembeli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 3, yang mempengaruhi harga barang. 
(2)
Tata cara mengenai penelitian pengaruh hubungan antara penjual dan pembeli terhadap harga barang, sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran III Peraturan Menteri Keuangan ini;
bahwa berdasarkan Pasal 22 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160/PMK.04/2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2016 tentang Nilai Pabean Untuk Perhitungan Bea Masuk, disebutkan:
(1)
Dalam rangka menentukan nilai pabean untuk penghitungan bea masuk, Pejabat Bea dan Cukai melakukan penelitian terhadap nilai pabean yang diberitahukan dalam pemberitahuan pabean impor dan semua dokumen yang menjadi lampirannya.
(2)
Penelitian nilai pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: 
 
  1. mengidentifikasi apakah barang impor yang bersangkutan merupakan objek suatu transaksi jual-beli;
  2. meneliti persyaratan nilai transaksi untuk dapat diterima sebagai nilai pabean;
  3. meneliti unsur biaya-biaya dan/ atau nilai yang seharusnya ditambahkan/ tidak termasuk dalam nilai transaksi;
  4. meneliti hasil pemeriksaan fisik, untuk barang-barang yang dilakukan pemeriksaan fisik; dan
  5. menguji kewajaran pemberitahuan nilai pabean yang tercantum pada pemberitahuan pabean impor.
 
 
bahwa berdasarkan Pasal 23 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160/PMK.04/2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2016 tentang Nilai Pabean Untuk Perhitungan Bea Masuk, disebutkan: 
(1)
Dalam hal penelitian nilai pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (2) menunjukkan bahwa:
 
  1. barang impor yang bersangkutan bukan merupakan objek suatu transaksi jual-beli;
  2. persyaratan nilai transaksi tidak terpenuhi;
  3. unsur biaya-biaya dan/atau nilai yang harus ditambah/tidak termasuk pada nilai transaksi tidak dapat dihitung dan/atau tidak didasarkan Bukti Nyata atau Data yang Objektif dan Terukur; atau
  4. hasil pemeriksaan fisik menunjukkan Jenis, spesifikasi atau jumlah barang yang diberitahukan tidak sesuai denganpemberitahuan, Pejabat Bea dan Cukai menetapkan nilai pabeanberdasarkan nilai transaksi Barang Identik sampaidengan metode pengulangan (fallback) yang diterapkan sesuai hierarki penggunaannya. 
(2)
Dalam hal penelitian nilai pabean sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (2) menunjukkan bahwa:
 
  1. barang impor yang bersangkutan merupakan objek suatu transaksi jual beli;
  2. persyaratan nilai transaksi terpenuhi;
  3. unsur biaya-biaya dan/atau nilai yang harus ditambah/tidak termasuk pada nilai transaksi dapat dihitung berdasarkan Bukti Nyata atau Data yang Objektif dan Terukur; dan
  4. hasil pemeriksaan fisik menunjukkan Jenis, spesifikasi dan jumlah barang yang diberitahukan sesuai dengan pemberitahuan, Pejabat Bea dan Cukai melakukan pengujian kewajaran;
bahwa Terbanding menjelaskan alasan mengapa nilai transaksi tidak dapat digunakan sebagai nilai pabean dengan mengacu pada Pasal 23 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160/PMK.04/2010 tanggal 01 September 2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2016 tanggal 03 Maret 2016 tentang Nilai Pabean Untuk Perhitungan Bea Masuk tersebut di atas;

bahwa Terbanding menetapkan nilai pabean atas PIB Nomor 185631 tanggal 16 Agustus 2017 dengan menggunakan Metode VI (Fallback) dengan menerapkan Metode Deduksi secara fleksibel berdasarkan data yang diunduh dari laman internet http://www.tokopedia.com, dengan menggunakan factor multiplikator (FM), harga satuan barang ditetapkan sebagai berikut: 
 
Jenis Barang
Penetapan
Harga Eceran (Rp)
Faktor Multiplikator (USD)
CIF (USD)
Essential Oil (8 jenis barang)
IDR1.818.680,00
22.702,39
55.63
bahwa berdasarkan Pasal 13 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160/PMK.04/2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2016 tentang Nilai Pabean Untuk Perhitungan Bea Masuk, disebutkan: Metode deduksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) adalah metode penentuan nilai pabean barang impor berdasarkan harga satuan yang terjadi dari penjualan oleh importir di pasar dalam Daerah Pabean atas: 
  1. barang impor yang bersangkutan;
  2. barang identik; atau
  3. barang serupa dengan kondisi sebagaimana saat diimpor, serta dikurangi biaya-biaya yang terjadi setelah pengimporan.
bahwa berdasarkan Pasal 14 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160/PMK.04/2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2016 tentang Nilai Pabean Untuk Perhitungan Bea Masuk, disebutkan: 
(1)
Harga satuan yang digunakan sebagai dasar penghitungan metode deduksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 
 
  1. harga satuan diperoleh dari penjualan di pasar dalam Daerah Pabean yang antara penjual dan pembeli tidak saling berhubungan dan terjadi pada tanggal yang sama atau dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum atau sesudah tanggal pendaftaran pemberitahuan pabean impor yang sedang ditentukan nilai pabeannya;
  2. merupakan harga satuan dari barang impor yang bersangkutan, barang identik atau barang serupa yang terjual dalam jumlah terbanyak;
  3. dalam hal tidak terdapat penjualan yang terjadi dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada huruf a, harga satuan diperoleh dari penjualan yang terjadi setelah tanggal pemberitahuan pabean impor yang sedang ditentukan nilai pabeannya, paling lama dalam waktu 90 (sembilan puluh) hari sejak tanggal pengimporan barang yang harga satuannya akan digunakan untuk menentukan nilai pabean; dan
  4. bukan merupakan penjualan di pasar dalam Daerah Pabean atas barang impor yang bersangkutan, barang identik atau barang serupa kepada pihak pembeli yang memasok nilai barang dan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (3) huruf b untuk pembuatan barang impor yang bersangkutan.
(2)
Dalam hal tidak terdapat harga satuan yang memenuhi syarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka metode deduksi tidak dapat digunakan untuk menentukan nilai pabean barang impor yang bersangkutan; 
bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas, Majelis berpendapat bahwa penetapan nilai pabean atas PIB Nomor 185631 tanggal 16 Agustus 2017 dengan menggunakan Metode VI (Fallback) dengan menerapkan Metode Deduksi secara fleksibel berdasarkan data yang diunduh dari laman internet http://www.tokopedia.com tidak sesuai ketentuan Pasal 13 dan Pasal 14 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160/PMK.04/2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2016 tentang Nilai Pabean Untuk Perhitungan Bea Masuk, dengan demikian koreksi Terbanding atas nilai pabean dinyatakan batal demi hukum;

bahwa hasil pemeriksaan atas dokumen impor dan bukti-bukti yang dilampirkan dalam surat banding dan yang diserahkan Pemohon Banding dalam persidangan adalah sebagai berikut: bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis atas Purchase Order Nomor 28/IMP/VII/2017 tanggal 01 Juli 2017 antara Pemohon Banding dengan Young Living Essential Oils, LC. atas penjualan 15.842 Unit Essential Oil (8 jenis barang), dengan harga sub total USD26,174.09, Shipping USD 2,574.51, TotalUSD 28,748.60;
 
bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis atas Invoice Nomor 2424 tanggal 01 Agustus 2017, yang diterbitkan oleh Young Living Essential Oils, LC., atas 15.842 unit Essential Oil (8 jenis barang) dengan harga sub total USD26,174.09, Shipping USD 2,574.51, Total USD 28,748.60;

bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis atas Packing List Nomor 2424 tanggal 01 Agustus 2017, yang diterbitkan oleh Young Living Essential Oils, LC., jumlah 15.842 unit Essential Oil (8 jenis barang), 94 Boxes, 3 Pallets, weight 796.00 kgs /1754.86 LB;

bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis atas Air Waybill Nomor House B/L 4530149892 tanggal 08 Agustus 2017, dengan Airport of Departure: Salt Lake City, UT yang diterbitkan di Salt Lake City, Utah, dengan declared value for customs USD26,174.09 oleh Craig Barrett, Agent, dan pemeriksaan terhadap Master B/L 235-65557531 tanggal 08 Agustus 2017 yang diterbitkan di Salt Lake City, Utah oleh Craig Barrett, Agent, atas 3 Pallets (94 Boxes) Essensial Oil, yang diangkut dengan pesawat Turkish Airlines TK80 dari Airport of Departure: Salt Lake City, Utah dan Airport of Destination: Jakarta, Indonesia, dengan pengirim/shipper Young Living Essential Oils, LC.;

bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis atas PIB Nomor 185631 tanggal 16 Agustus 2017 atas 9 Package Essential Oil (8 jenis barang sesuai lembar lanjutan PIB), tercantum Invoice Nomor 2424 tanggal 01 Agustus 2017, dengan nilai FOB USD26,174.09, Asuransi USD143.74, Freight USD2,574.51 dan CIF USD28,892.34;

bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis atas Aplikasi Transfer JP Morgan Chase Bank tanggal 13 September 2017, Pemohon Banding (YLEO Indonesia) telah melakukan pembayaran kepada YLEO ELECT633996897 Bank Cabang JP Morgan Chase Bank, NA (UT)/124001545, Transaction ID 39719468 Bank Reference 1000001256SB sejumlah USD28,748.60;

bahwa berdasarkan pemeriksaan Majelis atas rekening koran (Account Statement) JP Morgan periode 01 s.d. 30 September 2017 atas nama Pemohon Banding dengan account no. 938514338 dalam mata uang USD, pihak JP Morgan Indonesia telah melakukan Memo Debit dengan Bank Reference 1000001256SB pada tanggal 13 September 2017 telah melakukan pencatatan transaksi debit JP Morgan Chase Bank NA sebesar USD28,748.60; 
 
bahwa berdasarkan pemeriksaan tersebut di atas, Majelis berpendapat bahwa Nilai Pabean yang diberitahukan Pemohon Banding dalam PIB Nomor 185631 tanggal 16 Agustus 2017 atas 9 Package Essential Oil (8 jenis barang sesuai lembar lanjutan PIB) sebesar FOB USD26,174.09, Asuransi USD143.74, Freight USD2,574.51 dan CIF USD28,892.34 adalah nilai transaksi yang sebenarnya atau yang seharusnya dibayar; 
 
 
 
MENIMBANG
bahwa atas hasil pemeriksaan terhadap bukti-bukti pendukung kebenaran nilai transaksi, penjelasan Pemohon Banding dan Terbanding dalam persidangan dan data yang ada dalam berkas banding, Majelis berkesimpulan bahwa harga yang tercantum dalam Invoice Nomor 2424 tanggal 01 Agustus 2017 sebesar FOB USD26,174.09, Asuransi USD143.74, Freight USD2,574.51 dan CIF USD28,892.34 yang diberitahukan oleh Pemohon Banding dalam PIB Nomor 185631 tanggal 16 Agustus 2017 sebesar FOB USD26,174.09, Asuransi USD143.74 (0.5% C&F Invoice) atau (0.5%x26,174.09), Freight USD2,574.51 dan CIF USD28,892.34 adalah nilai transaksi yang sebenarnya atau yang seharusnya dibayar, oleh karenanya permohonan banding Pemohon Banding dikabulkan seluruhnya dan koreksi Terbanding atas nilai pabean dibatalkan, sehingga bea masuk, pajak dalam rangka impor dan denda yang harus dibayar nihil; 
 
MENGINGAT
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006, dan peraturan perundang-undangan lainnya yang terkait;
 
MEMUTUSKAN
Mengabulkan seluruhnya banding Pemohon Banding terhadap Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-1929/KPU.03/2017 tanggal 27 Desember 2017 tentang Penetapan atas Keberatan PT YLI terhadap Penetapan yang Dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai dalam Surat Penetapan Tarif dan/atau Nilai Pabean (SPTNP) Nomor SPTNP007284/KPU.03/NP/2017 tanggal 14 September 2017, atas nama: Pemohon Banding dan menetapkan nilai pabean atas barang impor Essential Oil (8 jenis barang sesuai lembar lanjutan PIB), negara asal: United States (US), sebesar CIF USD28,892.34 sesuai PIB Nomor 185631 tanggal 16 Agustus 2017, sehingga bea masuk, pajak dalam rangka impor dan sanksi administrasi berupa denda yang masih harus dibayar nihil;
 
Demikian diputus di Jakarta pada hari Senin, tanggal 12 November 2018 berdasarkan Musyawarah Hakim Majelis XIXA Pengadilan Pajak, dengan susunan Majelis dan Panitera Pengganti sebagai berikut:
Usman Pasaribu, S.Sos., M.H. sebagai Hakim Ketua,
Dr. Bambang Sriwijatno, S.H., M.M. sebagai Hakim Anggota,
Hafsah Febrianti, S.H., LL.M. sebagai Hakim Anggota,
dengan dibantu oleh:
Lalita Irawati, S.E., M.M. sebagai Panitera Pengganti,
 
Putusan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua pada hari Senin tanggal 28 Januari 2019, dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota, Panitera Pengganti, tidak dihadiri oleh Pemohon Banding dan Terbanding. 
Perlu bantuan?

Mengalami kendala dalam menemukan dokumen yang Anda cari? Kami siap membantu, serta mengharapkan kritik dan saran dari Anda.


Mempersiapkan
Print File