Ilustrasi Kasus

Penentuan Saat Pembuatan Faktur Pajak untuk Barang Kena Pajak Bergerak

Soal 1
PT. Aman selaku Pengusaha Kena Pajak (PKP) menyerahkan bahan produksi berupa balok kayu jati sebesar Rp90.000.000 kepada Tuan Igna. Penyerahan dilakukan secara langsung pada tanggal 15 Mei 2021. Tentukan PPN terutang dan saat pembuatan faktur pajak dari transaksi tersebut bila invoice diterbitkan pada 15 Mei 2021!
 
Jawab:
Berdasarkan legal karakter PPN sebagai pajak yang dikenakan secara umum untuk barang yang dikonsumsi atau jasa yang dimanfaatkan dan penyerahan kayu jati tersebut bukan termasuk kategori yang dikecualikan dari PPN atau mendapatkan fasilitas PPN tidak dipungut. Dengan demikian, penyerahan balok kayu jati dari PT. Aman kepada Tuan Igna harus dipungut PPN sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2012 (PP 1/2012). Berikut ini adalah perhitungan PPN yang seharusnya tertulis dalam faktur pajak sesuai transaksi di atas:
 
PPN terutang = 10% x Rp90.000.000
  = Rp9.000.000
Harga balok kayu jati terutang = Harga balok kayu jati + PPN 10%
  = Rp90.000.000 + Rp9.000.000
  = Rp99.000.000
 

Atas transaksi tersebut, PT. Aman wajib membuat faktur pajak pada tanggal 15 Mei 2021. sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 2021. Adapun penerbitan faktur penjualan tersebut harus dilakukan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan diterapkan secara konsisten.

 
 
 
Soal 2
PT. Berkah yang berkedudukan di Jakarta menjual Barang Kena Pajak senilai Rp210.000.000 kepada PT. Ceria di Surabaya dengan syarat pengiriman (term of delivery) loco gudang penjual (FOB shipping point). Barang Kena Pajak dikeluarkan dari gudang PT. Berkah dan dikirim ke gudang PT. Ceria pada tanggal 10 Juni 2021 dengan menggunakan perusahaan ekspedisi dengan tanggal DO (delivery order) 10 Juni 2021. Barang diterima oleh PT. Ceria pada tanggal 12 Juni 2021. Tentukan PPN terutang dan saat pembuatan faktur pajak dari transaksi tersebut bila invoice diterbitkan pada 12 Juni 2021!
 
Jawab:
Berdasarkan ilustrasi di atas, penyerahan barang kena pajak (BKP) PT. Berkah kepada PT. Ceria di Surabaya wajib dipungut PPN berdasarkan ketentuan PP 1/2012.  Berikut ini adalah perhitungan PPN terutang yang seharusnya tertulis dalam faktur pajak:
 
PPN terutang = 10% x Rp210.000.000
  = Rp21.000.000
Harga balok kayu jati terutang = Harga balok kayu jati + PPN 10%
  = Rp210.000.000 + Rp21.000.000
  = Rp231.000.000
 
Adapun faktur pajak wajib dibuat pada saat terutangnya PPN dan/atau PPnBM atau saat BKP diserahkan pada juru kirim. Berdasarkan ilustrasi di atas, seharusnya faktur pajak dibuat saat BKP diserahkan kepada perusahaan ekspedisi pada tanggal 10 Juni 2021. Akan tetapi, dikarenakan faktur penjualan/invoice baru dapat diterbitkan pada 12 Juni 2021, maka faktur pajak dapat dibuat pada saat penerbitan invoice sebagaimana diatur dalam PP 9/2021. Adapun penerbitan invoice tersebut harus dilakukan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan diterapkan secara konsisten.
REFERENSI:
Peraturan Pemerintah Nomor 9 TAHUN 2021
Perlu bantuan?

Mengalami kendala dalam menemukan dokumen yang Anda cari? Kami siap membantu, serta mengharapkan kritik dan saran dari Anda.


Mempersiapkan
Print File