Ilustrasi Kasus

Pajak Kendaraan Bermotor

Soal 1
Tuan Sahid memiliki satu kendaraan bermotor roda 2 dan memiliki satu kendaraan bermotor roda 4. Bila diketahui bahwa nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) mobil adalah sebesar Rp400.000.000 dan NJKB motor adalah sebesar Rp15.000.000. Diketahui tarif sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) di Jakarta adalah Rp140.000 untuk mobil dan Rp32.000 untuk motor dengan kapasitas 50 cc hingga 250 cc. Selain itu, tarif pajak kendaraan bermotor untuk kendaraan pertama yang berlaku di DKI Jakarta adalah 2%.
 maka hitunglah berapa pajak kendaraan bermotor (PKB) yang harus dibayarkan oleh Tuan Sahid!
 
Jawab:
 
1. Mobil
=
Tarif mobil pertama x NJKB mobil 
 
=
2% x Rp400.000.000
 
=
Rp8.000.000
SWDKLLJ Mobil
=
Rp140.000
PKB Mobil
=
Rp8.140.000
 
 
 
2. Motor
=
Tarif motor pertama x NJKB motor
 
=
2% x Rp15.000.000
 
=
Rp300.000
SWDKLLJ Motor
=
Rp32.000
PKB Motor
=
Rp332.000
 
 
 
Total PKB yang harus dibayar
=
Rp8.140.000 + Rp332.000
 
=
Rp8.472.000

 

 
 
 
Soal 2
 
Tuan Bimo memiliki dua kendaraan bermotor roda 2 dan memiliki dua kendaraan bermotor roda 4. Adapun nilai jual kendaraan bermotornya adalah sebagai berikut:
  • Motor 1                : Rp10.000.000
  • Motor 2                : Rp15.000.000
  • Mobil 1                 : Rp100.000.000
  • Mobil 2                 : Rp200.000.000
Bila diketahui tarif sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) di DKI Jakarta adalah Rp140.000 untuk mobil dan Rp32.000 untuk motor dengan kapasitas 50 cc hingga 250 cc. Hitunglah berapa pajak kendaraan bermotor (PKB) yang harus dibayarkan oleh Tuan Bimo [AM2] bila tarif progresif yang berlaku di DKI Jakarta adalah 2% untuk kendaraan pertama dan 2,5% untuk kendaraan kedua!
 
Jawab:
 
 
 
1. Mobil I
=
Tarif mobil pertama x NJKB mobil 
 
=
2% x Rp100.000.000
 
=
Rp2.000.000
SWDKLLJ Mobil I
=
Rp140.000
PKB Mobil I
=
Rp2.140.000
 
 
 
2. Motor II
=
Tarif motor pertama x NJKB mobil II
 
=
2,5% x Rp200.000.00
 
=
Rp5.000.000
SWDKLLJ Mobil II
=
Rp140.000
PKB Mobil II
=
Rp5.140.000
 
 
 
3. Motor I
=
2% x Rp10.000.000
 
=
Rp200.000
SWDKLLJ Motor I
=
Rp32.000
PKB Motor I
=
Rp232.000
 
 
 
4. Motor II
=
2,5% x Rp15.000.000
 
=
Rp375.000
SWDKLLJ Motor II
=
Rp32.000
 
=
Rp407.000
 
 
 
Total PKB
=
PKB Mobil 1 + PKB Mobil 2 + PKB Motor 1 + PKB Motor 2
 
=
Rp2.140.000 + Rp5.140.000 + Rp232.000 + Rp407.000
 
=
Rp7.919.000
 
REFERENSI:
Undang-Undang Nomor 28 TAHUN 2009
Perlu bantuan?

Mengalami kendala dalam menemukan dokumen yang Anda cari? Kami siap membantu, serta mengharapkan kritik dan saran dari Anda.


Mempersiapkan
Print File