Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor: 08 Tahun 2011

Berlaku
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
SURAT EDARAN
NOMOR 08 TAHUN 2011

TENTANG
 
Perkara Yang Tidak Memenuhi Syarat Kasasi dan Peninjauan Kembali
 
Walaupun sudah berulang-ulang diingatkan oleh Mahkamah Agung tentang masih diterimanya perkara-perkara kasasi dan peninjauan kembali yang tidak memenuhi syarat, namun kenyataannya masih ada saja Pengadilan tetap mengirim berkas perkara yang bersangkutan ke Mahkamah Agung.
 
Sehubungan dengan hal tersebut, maka bersama ini Mahkamah Agung akan menegaskan sekali lagi:
1.
Perkara-perkara yang menurut Undang-Undang tidak memenuhi syarat untuk diajukan kasasi dan peninjauan kembali:
 
A.
Perkara perdata (Umum, Agama dan Tata Usaha Negara)
Kasasi
 
 
a.
Melampaui tenggang waktu mengajukan permohonan kasasi, sesuai yang ditentukan oleh Pasal 46 ayat (1) Undang-Undang Mahkamah Agung (Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 dan terakhir dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2009);
 
 
b.
Melampaui tenggang waktu pengajuan memori kasasi sesuai ketentuan Pasal 47 Undang-Undang Mahkamah Agung (Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 dan terakhir dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2009).
 
 
Peninjauan Kembali
Melampaui tenggang waktu pengajuan permohonan peninjauan kembali dan memori peninjauan kembali sesuai dengan ketentuan Pasal 69 Undang-Undang Mahkamah Agung (Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 dan terakhir dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2009)
 
B.
Perkara pidana (Umum, Khusus, dan Militer)
Kasasi
 
 
a.
Melampaui tenggang waktu permohonan kasasi sesuai dengan Pasal 245 ayat (1) KUHAP;
 
 
b.
Melampaui tenggang waktu pengajuan memori kasasi sesuai dengan Pasal 248 ayat (1) KUHAP.
2.
Perkara-perkara yang menurut Pasal 45A Undang-Undang Mahkamah Agung dikecualikan tidak boleh diajukan kasasi (Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2004 dan terakhir dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2009).
 
a.
Putusan tentang pra peradilan;
 
b.
Putusan pidana yang diancam dengan pidana penjara paling lama 1 (satu)
tahun dan/atau diancam pidana denda;
 
c.
Perkara tata usaha negara yang obyek gugatannya berupa keputusan pejabat daerah yang jangkauan keputusannya berlaku di wilayah daerah yang bersangkutan.
3.
Perkara-perkara butir 1 dan 2 di atas, tidak perlu dikirimkan ke Mahkamah Agung;
4.
Perkara-perkara butir 1 dan 2 di atas, harus dinyatakan tidak dapat diterima dengan penetapan Ketua Pengadilan Tingkat Pertama.
Penetapan Ketua Pengadilan Tingkat Pertama tersebut tidak dapat diajukan upaya hukum (Perlawanan, Kasasi atau Peninjauan Kembali).
5.
Apabila perkara-perkara yang tidak memenuhi syarat tersebut di atas tetap dikirim ke Mahkamah Agung, Panitera Mahkamah Agung wajib mengembalikan berkas perkara tersebut tanpa diregister dengan surat biasa.
Demikian Surat Edaran Mahkamah Agung ini dikeluarkan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya.
 
KETUA MAHKAMAH AGUNG RI,
 
DR. ARIFIN A. TUMPA, SH., MH.
 
Background
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.