Perda Kota Yogyakarta Nomor: 6 Tahun 1977
Status tidak tersedia
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
PERATURAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA
NOMOR 6 TAHUN 1977 TENTANG
RETRIBUSI PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTAMADYA KEPALA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA | ||||
|
|
|
|
|
|
MENIMBANG | ||||
|
Bahwa ketentuan-ketentuan tentang Bea Parkir sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kotamadya Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1969 sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan oleh karenanya perlu diganti.
| ||||
|
|
|
|
|
|
MENGINGAT | ||||
|
1.
|
Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974;
| |||
|
2.
|
Undang-undang Nomor 16 Tahun 1950 sebagaimana sejak itu telah diubah;
| |||
|
3.
|
Undang-undang Nomor 12/Drt/1957 jo. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1961;
| |||
|
4.
|
Undang-undang Nomor 3 Tahun 1965;
| |||
|
5.
|
Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta Nomor 4 Tahun 1977.
| |||
|
|
|
|
|
|
|
DENGAN PERSETUJUAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
MEMUTUSKAN:
| ||||
MENETAPKAN | ||||
|
Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta tentang Retribusi Parkir sebagai berikut:
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
BAB I
TEMPAT PARKIR Pasal 1 | ||||
|
Tempat Parkir adalah tempat yang ditentukan dan atau disediakan untuk berhenti sementara serta menempatkan kendaraan baik bermotor maupun tidak bermotor.
| ||||
|
|
|
|
|
|
Pasal 2 | ||||
|
Tempat-tempat Parkir dimaksud dalam Pasal 1 Peraturan Daerah ini ditetapkan dengan Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Yogyakarta.
| ||||
|
|
|
|
|
|
Pasal 3 | ||||
|
Setiap kendaraan yang menggunakan tempat-tempat parkir dikenakan/dipungut bea parkir.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
BAB II
BESARNYA RETRIBUSI Pasal 4 | ||||
|
Besarnya bea parkir adalah sebagai berikut:
| ||||
|
1.
|
Rp200,- (dua ratus rupiah) bagi kendaraan truk gandengan;
| |||
|
2.
|
Rp100,- (seratus rupiah) bagi kendaraan truk/bus;
| |||
|
3.
|
Rp50,- (lima puluh rupiah) bagi kendaraan bermotor selain truk dan bus;
| |||
|
4.
|
Rp25,- (dua puluh lima rupiah) bagi sepeda motor;
| |||
|
5.
|
Rp10,- (sepuluh rupiah) bagi kendaraan kereta andong, dakar, delman, dan lain-lain yang sejenis.
| |||
|
|
|
|
|
|
Pasal 5 | ||||
|
(1)
|
Setiap kendaraan yang telah memenuhi kewajiban membayar bea parkir diberi tanda pembayaran retribusi.
| |||
|
(2)
|
Tanda pembayaran tersebut ayat (1) Pasal ini dibubuhi tanda pengawasan (perporasi) dan berlaku untuk satu kali parkir.
| |||
|
|
|
|
|
|
|
BAB III
LARANGAN DAN SANKSI Pasal 6 | ||||
|
Kepada siapapun dilarang untuk memparkir kendaraannya di atas trotoar dan tempat-tempat lain selain tersebut Pasal 2 Peraturan Daerah ini.
| ||||
|
|
|
|
|
|
Pasal 7 | ||||
|
Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut Pasal 6 Peraturan Daerah ini diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 30 (tiga puluh) hari dan atau denda sebanyak-banyaknya: Rp10.000,- (sepuluh ribu rupiah).
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
BAB IV
PELAKSANAAN Pasal 8 | ||||
|
Pelaksanaan daripada ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Daerah ini ditugaskan kepada Kepala Dinas Pajak dan Pendapatan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
BAB V
PENUTUP Pasal 9 | ||||
|
Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini maka Peraturan Daerah Kotamadya Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1969 dan semua Peraturan yang mengatur tentang Retribusi Parkir ini dinyatakan tidak berlaku lagi.
| ||||
|
|
|
|
|
|
Pasal 10 | ||||
|
Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini akan diatur kemudian oleh Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Yogyakarta.
| ||||
|
|
|
|
|
|
Pasal 11 | ||||
|
Peraturan Daerah ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
Ditetapkan di Yogyakarta
Pada tanggal 12 Nopember 1977 KETUA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA ttd. DRS. SOEMPONO WALIKOTAMADYA KEPALA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA ttd. (ACHMAD) | ||||
|
| ||||
PENJELASANPERATURAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA
NOMOR 6 TAHUN 1977 TENTANG RETRIBUSI PARKIR | ||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
| ||||||||||||||||||
|
UMUM
| ||||||||||||||||||||||
|
Bahwa pemungutan bea parkir kendaraan yang sekarang dilaksanakan atas dasar Peraturan Daerah Kotamadya Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1969 dan Penetapan Walikotamadya Nomor 04 Tahun 1974 serta Pedoman-pedoman pelaksanaannya sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan oleh karenanya perlu diatur kembali dalam sebuah Peraturan Daerah.
Dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 1969 tersebut kendaraan truk gandengan dan sepeda motor tidak dipungut bea parkir. Demi penertiban dalam Peraturan Daerah ini dipandang perlu untuk diatur dan dipungut bea parkir. Tempat-tempat parkir tidak diatur secara konkrit dalam Peraturan Daerah ini, melainkan diatur dan ditetapkan oleh Walikotamadya. Hal ini dimaksudkan agar lebih fleksible dan dapat mengikuti perkembangan. | ||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|
| ||||||||||||||||||
|
PASAL DEMI PASAL
| ||||||||||||||||||||||
|
Pasal 1
Tidak termasuk parkir adalah kendaraan bus yang berhenti di halte bus dan kendaraan roda dua yang dititipkan di tempat titipan sepeda.
Pasal 2
Cukup jelas.
Pasal 3
Cukup jelas.
Pasal 4
Dikecualikan dalam Pasal ini adalah kendaraan becak.
Pasal 5
Cukup jelas.
Pasal 6
Cukup jelas.
Pasal 7
Cukup jelas.
Pasal 8
Cukup jelas.
Pasal 9
Cukup jelas.
Pasal 10
Termasuk dalam pasal ini misalnya:
Pasal 11
Cukup jelas.
| ||||||||||||||||||||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.