Perda Kota Surabaya Nomor: 4 Tahun 2015

Status tidak tersedia
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA
NOMOR 4 TAHUN 2015
 
TENTANG
 
PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2015
 
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA SURABAYA,
 
 
 

Menimbang

a.
bahwa sehubungan dengan perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, keadaan yang menyebabkan pergeseran antar unit organisasi, antara kegiatan dan antar jenis belanja, keadaan yang menyebabkan sisa lebih tahun anggaran sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan dalam tahun anggaran berjalan maka perlu dilakukan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015;
b.
bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada huruf a, Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015 perlu ditetapkan dengan Peraturan Daerah;
c.
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015.
 
 
 

Mengingat

1.
Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2.
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kota Besar dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur/Jawa Tengah/Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 (Lembaran Negara Tahun 1965 Nomor 19 Tambahan Lembaran Negara Nomor 2730);
3.
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 75 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851);
4.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286);
5.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);
6.
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400);
7.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 104 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421);
8.
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);
9.
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 130 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5043);
10.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 82 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5234)
11.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 244 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5587) sebagaimana telah diubah kedua kali dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 (Lembaran Negara Tahun 2015 Nomor 58 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5679);
12.
Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 210 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4028);
13.
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 90 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4416) sebagaimana telah diubah ketiga kali dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 47 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4712);
14.
Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 48 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4502) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 (Lembaran Negara Tahun 2012 Nomor 171 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5340);
15.
Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 137 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4575);
16.
Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 138 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4576) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2010 (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 110 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5155);
17.
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 140 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578);
18.
Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 150 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4585);
19.
Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 165 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4593);
20.
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 25 Tambahan Lembaran Negara Nomor 4614);
21.
Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 119 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5161);
22.
Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 123 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5165);
23.
Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 59 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5219);
24.
Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Hibah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2012 Nomor 5 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5272);
25.
Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 199);
26.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah kedua kali dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 (Berita Negara Tahun 2011 Nomor 310);
27.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2007 tentang Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2011 (Berita Negara Tahun 2011 Nomor 525);
28.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Berita Negara Tahun 2011 Nomor 450) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2012 (Berita Negara Tahun 2012 Nomor 540);
29.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Tahun 2014 Nomor 32);
30.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015 (Berita Negara Tahun 2014 Nomor 680);
31.
Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya Nomor 10 Tahun 1982 tentang Pembentukan Perusahaan Daerah Pasar Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya Tahun 1983 Nomor 8/C) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya Nomor 1 Tahun 1999 (Lembaran Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya Tahun 1999 Nomor 4/C);
32.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 8 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2004 Nomor 3/A) sebagaimana telah diubah ketiga kali dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2007 (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2007 Nomor 4);
33.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 6 Tahun 2008 tentang Perusahaan Daerah Pasar Surya (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2008 Nomor 6 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 6);
34.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2008 Nomor 8 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 8) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 20 Tahun 2014 (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2014 Nomor 20 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 18);
35.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2008 Nomor 12 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 12) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2009 (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2009 Nomor 4 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 4);
36.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2010 Retribusi Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan Kota Surabaya (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2010 Nomor 5 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 4);
37.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 8 Tahun 2010 Retribusi Izin Gangguan (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2010 Nomor 8 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 6);
38.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 9 Tahun 2010 Pelayanan Kesehatan Pada Rumah Sakit Umum Daerah Bhakti Dharma Husada (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2010 Nomor 9 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 7);
39.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 10 Tahun 2010 tentang Pajak Bumi Dan Bangunan Perkotaan (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2010 Nomor 10 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 8);
40.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 11 Tahun 2010 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2010 Nomor 11 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 9);
41.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2010 tentang Retribusi Terminal (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2010 Nomor 12 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 10);
42.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 13 Tahun 2010 tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2010 Nomor 13 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 11) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2013 (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2013 Nomor 2 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 2);
43.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2011 tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2011 Nomor 1 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 1);
44.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2011 Nomor 4 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 3);
45.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2012 tentang Retribusi Izin Trayek (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2012 Nomor 4 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 3);
46.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2012 tentang Retribusi Biaya Cetak Peta (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2012 Nomor 5 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 4);
47.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 6 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2012 Nomor 6 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 5);
48.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 7 Tahun 2012 tentang Retribusi Pemakaman dan Pengabuan Mayat (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2012 Nomor 7 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 6);
49.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 8 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2012 Nomor 8 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 7);
50.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 9 Tahun 2012 tentang Retribusi Tempat Khusus Parkir (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2012 Nomor 9 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 8);
51.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 10 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2012 Nomor 10 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 9);
52.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 11 Tahun 2012 tentang Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2012 Nomor 11 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 10);
53.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 12 Tahun 2012 tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2012 Nomor 12 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 11) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 9 Tahun 2013 (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2013 Nomor 9 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 7);
54.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 13 Tahun 2012 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2012 Nomor 13 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 12);
55.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2012 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kota Surabaya kepada PT. Bank Perkreditan Rakyat Surya Artha Utama Melalui Pengalihan Saham dari PT. Surya Karsa Utama Kepada Pemerintah Kota Surabaya (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2012 Nomor 3 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 2);
56.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 19 Tahun 2012 tentang Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2012 Nomor 19 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 18) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 17 Tahun 2014 (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2014 Nomor 17 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 15);
57.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2013 tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2013 Nomor 1 Tambahan Lembaran Daerah Kota Surabaya Nomor 1);
58.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 21 Tahun 2014 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015 (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2014 Nomor 21);
59.
Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2014 (Lembaran Daerah Kota Surabaya Tahun 2015 Nomor 3).
 
 
 
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SURABAYA
dan
WALIKOTA SURABAYA,
 
 
 
MEMUTUSKAN:

Menetapkan

PERATURAN DAERAH TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2015.
 
 
 

Pasal 1

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015 sebagai berikut:
 
 
 
UraianJumlah (Rp)
1.
Pendapatan:
 
 
 
a.
Semula
6.516.306.800.495,-
 
 
b.
Bertambah
125.950.915.879,-
 
 
Jumlah pendapatan setelah perubahan
 
6.642.257.716.374,-
2.
Belanja:
 
 
 
a.
Semula
7.269.442.530.623,-
 
 
b.
Bertambah
658.894.864.770,-
 
 
Jumlah belanja setelah perubahan
 
7.928.337.395.393,-
 
Defisit setelah perubahan
 
(1.286.079.679.019,-)
3.
Pembiayaan:
 
 
 
a.
Penerimaan
 
 
 
 
1)
Semula
788.530.072.563,-
 
 
 
2)
Bertambah
523.014.467.504,-
 
 
 
Jumlah penerimaan setelah perubahan
 
1.311.544.540.067,-
 
b.
Pengeluaran
 
 
 
 
1)
Semula
35.394.342.435,-
 
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(9.929.481.387,-)
 
 
 
Jumlah pengeluaran setelah perubahan
 
25.464.861.048,-
 
 
Jumlah pembiayaan netto setelah perubahan
 
1.286.079.679.019,-
 
 
Sisa lebih pembiayaan Anggaran setelah perubahan
 
0,-
UraianJumlah (Rp)
1.
Pendapatan:
 
 
 
a.
Semula
6.516.306.800.495,-
 
 
b.
Bertambah
125.950.915.879,-
 
 
Jumlah pendapatan setelah perubahan
 
6.642.257.716.374,-
2.
Belanja:
 
 
 
a.
Semula
7.269.442.530.623,-
 
 
b.
Bertambah
658.894.864.770,-
 
 
Jumlah belanja setelah perubahan
 
7.928.337.395.393,-
 
Defisit setelah perubahan
 
(1.286.079.679.019,-)
3.
Pembiayaan:
 
 
 
a.
Penerimaan
 
 
 
 
1)
Semula
788.530.072.563,-
 
 
 
2)
Bertambah
523.014.467.504,-
 
 
 
Jumlah penerimaan setelah perubahan
 
1.311.544.540.067,-
 
b.
Pengeluaran
 
 
 
 
1)
Semula
35.394.342.435,-
 
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(9.929.481.387,-)
 
 
 
Jumlah pengeluaran setelah perubahan
 
25.464.861.048,-
 
 
Jumlah pembiayaan netto setelah perubahan
 
1.286.079.679.019,-
 
 
Sisa lebih pembiayaan Anggaran setelah perubahan
 
0,-
UraianJumlah (Rp)
1.
Pendapatan:
 
 
 
a.
Semula
6.516.306.800.495,-
 
 
b.
Bertambah
125.950.915.879,-
 
 
Jumlah pendapatan setelah perubahan
 
6.642.257.716.374,-
2.
Belanja:
 
 
 
a.
Semula
7.269.442.530.623,-
 
 
b.
Bertambah
658.894.864.770,-
 
 
Jumlah belanja setelah perubahan
 
7.928.337.395.393,-
 
Defisit setelah perubahan
 
(1.286.079.679.019,-)
3.
Pembiayaan:
 
 
 
a.
Penerimaan
 
 
 
 
1)
Semula
788.530.072.563,-
 
 
 
2)
Bertambah
523.014.467.504,-
 
 
 
Jumlah penerimaan setelah perubahan
 
1.311.544.540.067,-
 
b.
Pengeluaran
 
 
 
 
1)
Semula
35.394.342.435,-
 
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(9.929.481.387,-)
 
 
 
Jumlah pengeluaran setelah perubahan
 
25.464.861.048,-
 
 
Jumlah pembiayaan netto setelah perubahan
 
1.286.079.679.019,-
 
 
Sisa lebih pembiayaan Anggaran setelah perubahan
 
0,-
 
 
 

Pasal 2

(1)
Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
 
 
 
UraianJumlah (Rp)
a.Pendapatan Asli Daerah  
 1)Semula3.520.137.339.061,- 
 2)Bertambah262.509.895.236,- 
 Jumlah pendapatan asli daerah setelah perubahan 3.782.647.234.297,-
b.Dana Perimbangan  
 1)Semula1.506.796.757.000,- 
 2)Bertambah4.085.487.633,- 
 Jumlah dana perimbangan setelah perubahan 1.510.882.244.633,-
c.Lain-lain pendapatan daerah yang sah  
 1)Semula1.489.372.704.434,- 
 2)Bertambah/(berkurang)(140.644.466.990,-) 
 Jumlah lain-lain pendapatan daerah yang sah setelah perubahan 1.348.728.237.444,-
UraianJumlah (Rp)
a.Pendapatan Asli Daerah  
 1)Semula3.520.137.339.061,- 
 2)Bertambah262.509.895.236,- 
 Jumlah pendapatan asli daerah setelah perubahan 3.782.647.234.297,-
b.Dana Perimbangan  
 1)Semula1.506.796.757.000,- 
 2)Bertambah4.085.487.633,- 
 Jumlah dana perimbangan setelah perubahan 1.510.882.244.633,-
c.Lain-lain pendapatan daerah yang sah  
 1)Semula1.489.372.704.434,- 
 2)Bertambah/(berkurang)(140.644.466.990,-) 
 Jumlah lain-lain pendapatan daerah yang sah setelah perubahan 1.348.728.237.444,-
UraianJumlah (Rp)
a.Pendapatan Asli Daerah  
 1)Semula3.520.137.339.061,- 
 2)Bertambah262.509.895.236,- 
 Jumlah pendapatan asli daerah setelah perubahan 3.782.647.234.297,-
b.Dana Perimbangan  
 1)Semula1.506.796.757.000,- 
 2)Bertambah4.085.487.633,- 
 Jumlah dana perimbangan setelah perubahan 1.510.882.244.633,-
c.Lain-lain pendapatan daerah yang sah  
 1)Semula1.489.372.704.434,- 
 2)Bertambah/(berkurang)(140.644.466.990,-) 
 Jumlah lain-lain pendapatan daerah yang sah setelah perubahan 1.348.728.237.444,-
 
 
 
(2)
Pendapatan asli daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pendapatan:
 
 
 
 
UraianJumlah (Rp)
a.
Pajak daerah
 
 
 
1)
Semula
2.679.368.000.000,-
 
 
2)
Bertambah
0,-
 
 
Jumlah Pajak daerah setelah perubahan
 
2.679.368.000.000,-
b.
Retribusi daerah
 
 
 
1)
Semula
302.514.833.533,-
 
 
2)
Bertambah
147.098.343.184,-
 
 
Jumlah retribusi daerah setelah perubahan
 
449.613.176.717,-
c.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
 
 
 
1)
Semula
121.312.265.681,-
 
 
2)
Bertambah
14.325.571.442,-
 
 
Jumlah hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah perubahan
 
135.637.837.123,-
d.
Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah
 
 
 
1)
Semula
416.942.239.847,-
 
 
2)
Bertambah
101.085.980.610,-
 
 
Jumlah lain-lain pendapatan asli daerah setelah perubahan
 
518.028.220.457,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Pajak daerah
 
 
 
1)
Semula
2.679.368.000.000,-
 
 
2)
Bertambah
0,-
 
 
Jumlah Pajak daerah setelah perubahan
 
2.679.368.000.000,-
b.
Retribusi daerah
 
 
 
1)
Semula
302.514.833.533,-
 
 
2)
Bertambah
147.098.343.184,-
 
 
Jumlah retribusi daerah setelah perubahan
 
449.613.176.717,-
c.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
 
 
 
1)
Semula
121.312.265.681,-
 
 
2)
Bertambah
14.325.571.442,-
 
 
Jumlah hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah perubahan
 
135.637.837.123,-
d.
Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah
 
 
 
1)
Semula
416.942.239.847,-
 
 
2)
Bertambah
101.085.980.610,-
 
 
Jumlah lain-lain pendapatan asli daerah setelah perubahan
 
518.028.220.457,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Pajak daerah
 
 
 
1)
Semula
2.679.368.000.000,-
 
 
2)
Bertambah
0,-
 
 
Jumlah Pajak daerah setelah perubahan
 
2.679.368.000.000,-
b.
Retribusi daerah
 
 
 
1)
Semula
302.514.833.533,-
 
 
2)
Bertambah
147.098.343.184,-
 
 
Jumlah retribusi daerah setelah perubahan
 
449.613.176.717,-
c.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
 
 
 
1)
Semula
121.312.265.681,-
 
 
2)
Bertambah
14.325.571.442,-
 
 
Jumlah hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah perubahan
 
135.637.837.123,-
d.
Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah
 
 
 
1)
Semula
416.942.239.847,-
 
 
2)
Bertambah
101.085.980.610,-
 
 
Jumlah lain-lain pendapatan asli daerah setelah perubahan
 
518.028.220.457,-
 
 
 
(3)
Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan:
 
 
 
 
UraianJumlah (Rp)
a.
Dana bagi hasil
 
 
 
1)
Semula
359.411.271.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(8.870.312.367,-)
 
 
Jumlah dana bagi hasil setelah perubahan
 
350.540.958.633,-
b.
Dana alokasi umum
 
 
 
1)
Semula
1.147.385.486.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah dana alokasi umum setelah perubahan
 
1.147.385.486.000,-
c.
Dana alokasi khusus
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah
12.955.800.000,-
 
 
Jumlah dana alokasi khusus setelah perubahan
 
12.955.800.000,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Dana bagi hasil
 
 
 
1)
Semula
359.411.271.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(8.870.312.367,-)
 
 
Jumlah dana bagi hasil setelah perubahan
 
350.540.958.633,-
b.
Dana alokasi umum
 
 
 
1)
Semula
1.147.385.486.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah dana alokasi umum setelah perubahan
 
1.147.385.486.000,-
c.
Dana alokasi khusus
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah
12.955.800.000,-
 
 
Jumlah dana alokasi khusus setelah perubahan
 
12.955.800.000,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Dana bagi hasil
 
 
 
1)
Semula
359.411.271.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(8.870.312.367,-)
 
 
Jumlah dana bagi hasil setelah perubahan
 
350.540.958.633,-
b.
Dana alokasi umum
 
 
 
1)
Semula
1.147.385.486.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah dana alokasi umum setelah perubahan
 
1.147.385.486.000,-
c.
Dana alokasi khusus
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah
12.955.800.000,-
 
 
Jumlah dana alokasi khusus setelah perubahan
 
12.955.800.000,-
 
 
 
(4)
Lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan:
 
 
 
 
UraianJumlah (Rp)
a.
Hibah
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pendapatan hibah setelah perubahan
 
0,-
b.
Dana darurat
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah dana darurat setelah perubahan
 
0,-
c.
Dana bagi hasil pajak
 
 
 
1)
Semula
998.877.266.211,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(142.701.966.990,-)
 
 
Jumlah dana bagi hasil pajak setelah perubahan
 
856.175.299.221,-
d.
Dana penyesuaian dan otonomi khusus
 
 
 
1)
Semula
464.333.217.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(1.307.900.000,-)
 
 
Jumlah dana penyesuaian dan otonomi khusus setelah perubahan
 
463.025.317.000,-
e.
Bantuan keuangan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainnya
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah
3.365.400.000,-
 
 
Jumlah bantuan keuangan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainnya setelah perubahan
 
3.365.400.000,-
f.
Dana bagi hasil lainnya
 
 
 
1)
Semula
1.359.339.223,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah Dana bagi hasil lainnya setelah perubahan
 
1.359.339.223,-
g.
Dana Insentif Daerah
 
 
 
1)
Semula
24.802.882.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah Dana Insentif Daerah setelah perubahan
 
24.802.882.000,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Hibah
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pendapatan hibah setelah perubahan
 
0,-
b.
Dana darurat
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah dana darurat setelah perubahan
 
0,-
c.
Dana bagi hasil pajak
 
 
 
1)
Semula
998.877.266.211,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(142.701.966.990,-)
 
 
Jumlah dana bagi hasil pajak setelah perubahan
 
856.175.299.221,-
d.
Dana penyesuaian dan otonomi khusus
 
 
 
1)
Semula
464.333.217.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(1.307.900.000,-)
 
 
Jumlah dana penyesuaian dan otonomi khusus setelah perubahan
 
463.025.317.000,-
e.
Bantuan keuangan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainnya
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah
3.365.400.000,-
 
 
Jumlah bantuan keuangan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainnya setelah perubahan
 
3.365.400.000,-
f.
Dana bagi hasil lainnya
 
 
 
1)
Semula
1.359.339.223,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah Dana bagi hasil lainnya setelah perubahan
 
1.359.339.223,-
g.
Dana Insentif Daerah
 
 
 
1)
Semula
24.802.882.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah Dana Insentif Daerah setelah perubahan
 
24.802.882.000,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Hibah
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pendapatan hibah setelah perubahan
 
0,-
b.
Dana darurat
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah dana darurat setelah perubahan
 
0,-
c.
Dana bagi hasil pajak
 
 
 
1)
Semula
998.877.266.211,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(142.701.966.990,-)
 
 
Jumlah dana bagi hasil pajak setelah perubahan
 
856.175.299.221,-
d.
Dana penyesuaian dan otonomi khusus
 
 
 
1)
Semula
464.333.217.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(1.307.900.000,-)
 
 
Jumlah dana penyesuaian dan otonomi khusus setelah perubahan
 
463.025.317.000,-
e.
Bantuan keuangan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainnya
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah
3.365.400.000,-
 
 
Jumlah bantuan keuangan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainnya setelah perubahan
 
3.365.400.000,-
f.
Dana bagi hasil lainnya
 
 
 
1)
Semula
1.359.339.223,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah Dana bagi hasil lainnya setelah perubahan
 
1.359.339.223,-
g.
Dana Insentif Daerah
 
 
 
1)
Semula
24.802.882.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah Dana Insentif Daerah setelah perubahan
 
24.802.882.000,-
 
 
 

Pasal 3

(1)
Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
 
 
 
UraianJumlah (Rp)
a.
Belanja Tidak Langsung
 
 
 
1)
Semula
2.437.565.640.912,-
 
 
2)
Bertambah
156.783.018.133,-
 
 
Jumlah belanja tidak langsung setelah perubahan
 
2.594.348.659.045,-
b.
Belanja Langsung
 
 
 
1)
Semula
4.831.876.889.711,-
 
 
2)
Bertambah
502.111.846.637,-
 
 
Jumlah belanja langsung setelah perubahan
 
5.333.988.736.348,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Belanja Tidak Langsung
 
 
 
1)
Semula
2.437.565.640.912,-
 
 
2)
Bertambah
156.783.018.133,-
 
 
Jumlah belanja tidak langsung setelah perubahan
 
2.594.348.659.045,-
b.
Belanja Langsung
 
 
 
1)
Semula
4.831.876.889.711,-
 
 
2)
Bertambah
502.111.846.637,-
 
 
Jumlah belanja langsung setelah perubahan
 
5.333.988.736.348,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Belanja Tidak Langsung
 
 
 
1)
Semula
2.437.565.640.912,-
 
 
2)
Bertambah
156.783.018.133,-
 
 
Jumlah belanja tidak langsung setelah perubahan
 
2.594.348.659.045,-
b.
Belanja Langsung
 
 
 
1)
Semula
4.831.876.889.711,-
 
 
2)
Bertambah
502.111.846.637,-
 
 
Jumlah belanja langsung setelah perubahan
 
5.333.988.736.348,-
 
 
 
(2)
Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja:
 
 
 
 
UraianJumlah (Rp)
a.
Belanja pegawai sejumlah
 
 
 
1)
Semula
2.132.757.197.613,-
 
 
2)
Bertambah
15.986.639.444,-
 
 
Jumlah belanja pegawai sejumlah setelah perubahan
 
2.148.743.837.057,-
b.
Belanja bunga
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah belanja bunga setelah perubahan
 
0,-
c.
Belanja subsidi
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah belanja subsidi setelah perubahan
 
0,-
d.
Belanja hibah
 
 
 
1)
Semula
289.545.858.993,-
 
 
2)
Bertambah
138.795.661.840,-
 
 
Jumlah belanja hibah setelah perubahan
 
428.341.520.833,-
e.
Belanja bantuan sosial
 
 
 
1)
Semula
1.651.000.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah belanja bantuan sosial setelah perubahan
 
1.651.000.000,-
f.
Belanja bagi hasil
 
 
 
1)
Semula
1.200.000.000,-
 
 
2)
Bertambah
2.329.027.410,-
 
 
Jumlah belanja bagi hasil setelah perubahan
 
3.529.027.410,-
g.
Belanja bantuan keuangan
 
 
 
1)
Semula
2.411.584.306,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(328.310.561,-)
 
 
Jumlah belanja bantuan keuangan setelah perubahan
 
2.083.273.745,-
h.
Belanja tidak Terduga
 
 
 
1)
Semula
10.000.000.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah belanja tidak terduga setelah perubahan
 
10.000.000.000,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Belanja pegawai sejumlah
 
 
 
1)
Semula
2.132.757.197.613,-
 
 
2)
Bertambah
15.986.639.444,-
 
 
Jumlah belanja pegawai sejumlah setelah perubahan
 
2.148.743.837.057,-
b.
Belanja bunga
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah belanja bunga setelah perubahan
 
0,-
c.
Belanja subsidi
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah belanja subsidi setelah perubahan
 
0,-
d.
Belanja hibah
 
 
 
1)
Semula
289.545.858.993,-
 
 
2)
Bertambah
138.795.661.840,-
 
 
Jumlah belanja hibah setelah perubahan
 
428.341.520.833,-
e.
Belanja bantuan sosial
 
 
 
1)
Semula
1.651.000.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah belanja bantuan sosial setelah perubahan
 
1.651.000.000,-
f.
Belanja bagi hasil
 
 
 
1)
Semula
1.200.000.000,-
 
 
2)
Bertambah
2.329.027.410,-
 
 
Jumlah belanja bagi hasil setelah perubahan
 
3.529.027.410,-
g.
Belanja bantuan keuangan
 
 
 
1)
Semula
2.411.584.306,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(328.310.561,-)
 
 
Jumlah belanja bantuan keuangan setelah perubahan
 
2.083.273.745,-
h.
Belanja tidak Terduga
 
 
 
1)
Semula
10.000.000.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah belanja tidak terduga setelah perubahan
 
10.000.000.000,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Belanja pegawai sejumlah
 
 
 
1)
Semula
2.132.757.197.613,-
 
 
2)
Bertambah
15.986.639.444,-
 
 
Jumlah belanja pegawai sejumlah setelah perubahan
 
2.148.743.837.057,-
b.
Belanja bunga
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah belanja bunga setelah perubahan
 
0,-
c.
Belanja subsidi
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah belanja subsidi setelah perubahan
 
0,-
d.
Belanja hibah
 
 
 
1)
Semula
289.545.858.993,-
 
 
2)
Bertambah
138.795.661.840,-
 
 
Jumlah belanja hibah setelah perubahan
 
428.341.520.833,-
e.
Belanja bantuan sosial
 
 
 
1)
Semula
1.651.000.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah belanja bantuan sosial setelah perubahan
 
1.651.000.000,-
f.
Belanja bagi hasil
 
 
 
1)
Semula
1.200.000.000,-
 
 
2)
Bertambah
2.329.027.410,-
 
 
Jumlah belanja bagi hasil setelah perubahan
 
3.529.027.410,-
g.
Belanja bantuan keuangan
 
 
 
1)
Semula
2.411.584.306,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(328.310.561,-)
 
 
Jumlah belanja bantuan keuangan setelah perubahan
 
2.083.273.745,-
h.
Belanja tidak Terduga
 
 
 
1)
Semula
10.000.000.000,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah belanja tidak terduga setelah perubahan
 
10.000.000.000,-
 
 
 
(3)
Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja:
 
 
 
 
UraianJumlah (Rp)
a.
Belanja pegawai sejumlah
 
 
 
1)
Semula
408.469.512.566,-
 
 
2)
Bertambah
21.990.176.140,-
 
 
Jumlah belanja pegawai sejumlah setelah perubahan
 
430.459.688.706,-
b.
Belanja barang dan jasa
 
 
 
1)
Semula
2.291.928.884.123,-
 
 
2)
Bertambah
125.254.459.902,-
 
 
Jumlah belanja barang dan jasa setelah perubahan
 
2.417.183.344.025,-
c.
Belanja modal
 
 
 
1)
Semula
2.131.478.493.022,-
 
 
2)
Bertambah
354.867.210.595,-
 
 
Jumlah belanja modal setelah perubahan
 
2.486.345.703.617,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Belanja pegawai sejumlah
 
 
 
1)
Semula
408.469.512.566,-
 
 
2)
Bertambah
21.990.176.140,-
 
 
Jumlah belanja pegawai sejumlah setelah perubahan
 
430.459.688.706,-
b.
Belanja barang dan jasa
 
 
 
1)
Semula
2.291.928.884.123,-
 
 
2)
Bertambah
125.254.459.902,-
 
 
Jumlah belanja barang dan jasa setelah perubahan
 
2.417.183.344.025,-
c.
Belanja modal
 
 
 
1)
Semula
2.131.478.493.022,-
 
 
2)
Bertambah
354.867.210.595,-
 
 
Jumlah belanja modal setelah perubahan
 
2.486.345.703.617,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Belanja pegawai sejumlah
 
 
 
1)
Semula
408.469.512.566,-
 
 
2)
Bertambah
21.990.176.140,-
 
 
Jumlah belanja pegawai sejumlah setelah perubahan
 
430.459.688.706,-
b.
Belanja barang dan jasa
 
 
 
1)
Semula
2.291.928.884.123,-
 
 
2)
Bertambah
125.254.459.902,-
 
 
Jumlah belanja barang dan jasa setelah perubahan
 
2.417.183.344.025,-
c.
Belanja modal
 
 
 
1)
Semula
2.131.478.493.022,-
 
 
2)
Bertambah
354.867.210.595,-
 
 
Jumlah belanja modal setelah perubahan
 
2.486.345.703.617,-
 
 
 

Pasal 4

(1)
Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
 
 
 
UraianJumlah (Rp)
a.
Penerimaan sejumlah
 
 
 
1)
Semula
788.530.072.563,-
 
 
2)
Bertambah
523.014.467.504,-
 
 
Jumlah penerimaan setelah perubahan
 
1.311.544.540.067,-
b.
Pengeluaran sejumlah
 
 
 
1)
Semula
35.394.342.435,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(9.929.481.387,-)
 
 
Jumlah pengeluaran setelah perubahan
 
25.464.861.048,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Penerimaan sejumlah
 
 
 
1)
Semula
788.530.072.563,-
 
 
2)
Bertambah
523.014.467.504,-
 
 
Jumlah penerimaan setelah perubahan
 
1.311.544.540.067,-
b.
Pengeluaran sejumlah
 
 
 
1)
Semula
35.394.342.435,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(9.929.481.387,-)
 
 
Jumlah pengeluaran setelah perubahan
 
25.464.861.048,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Penerimaan sejumlah
 
 
 
1)
Semula
788.530.072.563,-
 
 
2)
Bertambah
523.014.467.504,-
 
 
Jumlah penerimaan setelah perubahan
 
1.311.544.540.067,-
b.
Pengeluaran sejumlah
 
 
 
1)
Semula
35.394.342.435,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(9.929.481.387,-)
 
 
Jumlah pengeluaran setelah perubahan
 
25.464.861.048,-
 
 
 
(2)
Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan:
 
 
 
 
UraianJumlah (Rp)
a.
SiLPA tahun anggaran sebelumnya sejumlah
 
 
 
1)
Semula
788.530.072.563,-
 
 
2)
Bertambah
523.014.467.504,-
 
 
Jumlah SiLPA tahun anggaran sebelumnya setelah perubahan
 
1.311.544.540.067,-
b.
Pencairan dana cadangan sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pencairan dana cadangan setelah perubahan
 
0,-
c.
Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah perubahan
 
0,-
d.
Penerimaan pinjaman daerah sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah penerimaan pinjaman daerah setelah perubahan
 
0,-
e.
Penerimaan kembali pemberian pinjaman sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah penerimaan kembali pemberian pinjaman setelah perubahan
 
0,-
f.
Penerimaan piutang daerah sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah penerimaan piutang daerah setelah perubahan
 
0,-
UraianJumlah (Rp)
a.
SiLPA tahun anggaran sebelumnya sejumlah
 
 
 
1)
Semula
788.530.072.563,-
 
 
2)
Bertambah
523.014.467.504,-
 
 
Jumlah SiLPA tahun anggaran sebelumnya setelah perubahan
 
1.311.544.540.067,-
b.
Pencairan dana cadangan sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pencairan dana cadangan setelah perubahan
 
0,-
c.
Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah perubahan
 
0,-
d.
Penerimaan pinjaman daerah sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah penerimaan pinjaman daerah setelah perubahan
 
0,-
e.
Penerimaan kembali pemberian pinjaman sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah penerimaan kembali pemberian pinjaman setelah perubahan
 
0,-
f.
Penerimaan piutang daerah sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah penerimaan piutang daerah setelah perubahan
 
0,-
UraianJumlah (Rp)
a.
SiLPA tahun anggaran sebelumnya sejumlah
 
 
 
1)
Semula
788.530.072.563,-
 
 
2)
Bertambah
523.014.467.504,-
 
 
Jumlah SiLPA tahun anggaran sebelumnya setelah perubahan
 
1.311.544.540.067,-
b.
Pencairan dana cadangan sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pencairan dana cadangan setelah perubahan
 
0,-
c.
Hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah perubahan
 
0,-
d.
Penerimaan pinjaman daerah sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah penerimaan pinjaman daerah setelah perubahan
 
0,-
e.
Penerimaan kembali pemberian pinjaman sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah penerimaan kembali pemberian pinjaman setelah perubahan
 
0,-
f.
Penerimaan piutang daerah sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah penerimaan piutang daerah setelah perubahan
 
0,-
 
 
 
(3)
Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan:
 
 
 
 
UraianJumlah (Rp)
a.
Pembentukan dana cadangan sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pembentukan dana cadangan setelah perubahan
 
0,-
b.
Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah sejumlah Rp25.464.861.048,-
 
 
 
1)
Semula
35.394.342.435,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(9.929.481.387,-)
 
 
Jumlah penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah setelah perubahan
 
25.464.861.048,-
c.
Pembayaran pokok utang sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo setelah perubahan
 
0,-
d.
Pemberian pinjaman daerah sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pemberian pinjaman daerah setelah perubahan
 
0,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Pembentukan dana cadangan sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pembentukan dana cadangan setelah perubahan
 
0,-
b.
Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah sejumlah Rp25.464.861.048,-
 
 
 
1)
Semula
35.394.342.435,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(9.929.481.387,-)
 
 
Jumlah penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah setelah perubahan
 
25.464.861.048,-
c.
Pembayaran pokok utang sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo setelah perubahan
 
0,-
d.
Pemberian pinjaman daerah sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pemberian pinjaman daerah setelah perubahan
 
0,-
UraianJumlah (Rp)
a.
Pembentukan dana cadangan sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pembentukan dana cadangan setelah perubahan
 
0,-
b.
Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah sejumlah Rp25.464.861.048,-
 
 
 
1)
Semula
35.394.342.435,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
(9.929.481.387,-)
 
 
Jumlah penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah setelah perubahan
 
25.464.861.048,-
c.
Pembayaran pokok utang sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo setelah perubahan
 
0,-
d.
Pemberian pinjaman daerah sejumlah Rp0,-
 
 
 
1)
Semula
0,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
0,-
 
 
Jumlah pemberian pinjaman daerah setelah perubahan
 
0,-
 
 
 

Pasal 5

Uraian lebih lanjut Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini, terdiri dari:
1.
Lampiran I
:
Ringkasan Perubahan APBD;
2.
Lampiran I A
:
Perhitungan Fihak Ketiga;
3.
Lampiran II
:
Ringkasan Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi SKPD;
4.
Lampiran III
:
Rincian Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan;
5.
Lampiran IV
:
Rekapitulasi Perubahan Belanja Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Program dan Kegiatan;
6.
Lampiran V
:
Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi Dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara;
7.
Lampiran VI
:
Daftar Perubahan Jumlah Pegawai Per Golongan dan Per Jabatan;
8.
Lampiran VII
:
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah;
9.
Lampiran VIII
:
Daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini;
10.
Lampiran IX
:
Daftar Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah.
1.
Lampiran I
:
Ringkasan Perubahan APBD;
2.
Lampiran I A
:
Perhitungan Fihak Ketiga;
3.
Lampiran II
:
Ringkasan Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi SKPD;
4.
Lampiran III
:
Rincian Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan;
5.
Lampiran IV
:
Rekapitulasi Perubahan Belanja Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Program dan Kegiatan;
6.
Lampiran V
:
Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi Dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara;
7.
Lampiran VI
:
Daftar Perubahan Jumlah Pegawai Per Golongan dan Per Jabatan;
8.
Lampiran VII
:
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah;
9.
Lampiran VIII
:
Daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini;
10.
Lampiran IX
:
Daftar Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah.
1.
Lampiran I
:
Ringkasan Perubahan APBD;
2.
Lampiran I A
:
Perhitungan Fihak Ketiga;
3.
Lampiran II
:
Ringkasan Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi SKPD;
4.
Lampiran III
:
Rincian Perubahan APBD menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan;
5.
Lampiran IV
:
Rekapitulasi Perubahan Belanja Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Program dan Kegiatan;
6.
Lampiran V
:
Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi Dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara;
7.
Lampiran VI
:
Daftar Perubahan Jumlah Pegawai Per Golongan dan Per Jabatan;
8.
Lampiran VII
:
Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah;
9.
Lampiran VIII
:
Daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini;
10.
Lampiran IX
:
Daftar Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah.
 
 
 

Pasal 6

Walikota menetapkan Peraturan Walikota tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagai landasan operasional pelaksanaan.
 
 
 

Pasal 7

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
 
 
 
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Surabaya.
 
 
 
Ditetapkan di Surabaya
pada tanggal 27 Oktober 2015
Pj. WALIKOTA SURABAYA,
ttd.
NURWIYATNO

Diundangkan di Surabaya
pada tanggal 27 Oktober 2015
Pj. SEKRETARIS DAERAH KOTA SURABAYA,
ttd.
HENDRO GUNAWAN

LEMBARAN DAERAH KOTA SURABAYA TAHUN 2015 NOMOR 7
Background
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.