Perda Kota Samarinda Nomor: 2 Tahun 2013

Status tidak tersedia
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA
NOMOR 2 TAHUN 2013
 
TENTANG

PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALIKOTA SAMARINDA,
 
 
 
 
 

Menimbang

a.
bahwa sehubungan dengan perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, keadaan yang menyebabkan pergeseran antar unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja, keadaan yang menyebabkan sisa lebih tahun anggaran sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan dalam tahun anggaran berjalan, maka perlu dilakukan perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah tahun anggaran 2013;
b.
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Daerah.
 
 
 
 
 

Mengingat

1
Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2.
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1953 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 352) sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1820;
3.
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3312) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1994 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3569);
4.
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3688);
5.
Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);
6.
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
7.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
8.
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
9.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
10.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4844);
11.
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 04);
12.
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);
13.
Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4090);
14.
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4416) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 47);
15.
Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4502);
16.
Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4574);
17.
Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
18.
Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576);
19.
Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577);
20.
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4578);
21.
Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);
22.
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
23.
Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 5165);
24.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Tahun 2011 Nomor 310);
25.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2013;
26.
Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor: 903/9089/981-V/KEU tentang Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Kota Samarinda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013 dan Rancangan Peraturan Walikota Samarinda tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2013;
27.
Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 11 Tahun 2009 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kota Samarinda Tahun 2009 Nomor 11);
28.
Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013 (Lembaran Daerah Kota Samarinda Tahun 2012 Nomor 10).
 
 
 
 
 
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA SAMARINDA
dan
WALIKOTA SAMARINDA
 
 
 
 
 
MEMUTUSKAN:

Menetapkan

PERATURAN DAERAH TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013.
 
 
 
 
 

Pasal 1

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013 semula berjumlah Rp2.830.246.452.000,00,- (dua triliun delapan ratus tiga puluh miliar dua ratus empat puluh enam juta empat ratus lima puluh dua ribu rupiah) bertambah sejumlah Rp1.039.610.354.287,00,- (satu triliun tiga puluh sembilan miliar enam ratus sepuluh juta tiga ratus lima puluh empat ribu dua ratus delapan puluh tujuh rupiah) sehingga menjadi Rp3.869.856.806.287,00,- (tiga triliun delapan ratus enam puluh sembilan miliar delapan ratus lima puluh enam juta delapan ratus enam ribu dua ratus delapan puluh tujuh rupiah) dengan rincian sebagai berikut:
 
1.
Pendapatan
 
 
 
a.
Semula
Rp
2.236.246.452.000,00,-
 
b.
Bertambah/(berkurang)
Rp
460.825.545.283,01,-
 
Jumlah Pendapatan setelah Perubahan
Rp
2.697.071.997.283,01,-
2.
Belanja
 
 
 
a.
Semula
Rp
2.826.746.452.000,00,-
 
b.
Bertambah/(berkurang)
Rp
1.014.610.354.287,00,-
 
Jumlah Belanja setelah Perubahan
Rp
3.841.356.806.287,00,-
 
Surplus/(Defisit) setelah Perubahan
Rp
(1.144.284.809.003,99,-)
3.
Pembiayaan
 
 
 
a.
Penerimaan
 
 
 
 
1)
Semula
Rp
594.000.000.000,00,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
578.784.809.003,99,-
 
 
Jumlah Penerimaan setelah Perubahan
Rp
1.172.784.809.003,99,-
 
b.
Pengeluaran
 
 
 
 
1)
Semula
Rp
3.500.000.000,00,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
25.000.000.000,00,-
 
 
Jumlah Pengeluaran setelah Perubahan
Rp
28.500.000.000,00,-
 
 
Jumlah Pembiayaan Neto setelah perubahan
Rp
1.144.284.809.003,99,-
 
 
Sisa lebih pembiayaan anggaran setelah perubahan
Rp
0
1.
Pendapatan
 
 
 
a.
Semula
Rp
2.236.246.452.000,00,-
 
b.
Bertambah/(berkurang)
Rp
460.825.545.283,01,-
 
Jumlah Pendapatan setelah Perubahan
Rp
2.697.071.997.283,01,-
2.
Belanja
 
 
 
a.
Semula
Rp
2.826.746.452.000,00,-
 
b.
Bertambah/(berkurang)
Rp
1.014.610.354.287,00,-
 
Jumlah Belanja setelah Perubahan
Rp
3.841.356.806.287,00,-
 
Surplus/(Defisit) setelah Perubahan
Rp
(1.144.284.809.003,99,-)
3.
Pembiayaan
 
 
 
a.
Penerimaan
 
 
 
 
1)
Semula
Rp
594.000.000.000,00,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
578.784.809.003,99,-
 
 
Jumlah Penerimaan setelah Perubahan
Rp
1.172.784.809.003,99,-
 
b.
Pengeluaran
 
 
 
 
1)
Semula
Rp
3.500.000.000,00,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
25.000.000.000,00,-
 
 
Jumlah Pengeluaran setelah Perubahan
Rp
28.500.000.000,00,-
 
 
Jumlah Pembiayaan Neto setelah perubahan
Rp
1.144.284.809.003,99,-
 
 
Sisa lebih pembiayaan anggaran setelah perubahan
Rp
0
1.
Pendapatan
 
 
 
a.
Semula
Rp
2.236.246.452.000,00,-
 
b.
Bertambah/(berkurang)
Rp
460.825.545.283,01,-
 
Jumlah Pendapatan setelah Perubahan
Rp
2.697.071.997.283,01,-
2.
Belanja
 
 
 
a.
Semula
Rp
2.826.746.452.000,00,-
 
b.
Bertambah/(berkurang)
Rp
1.014.610.354.287,00,-
 
Jumlah Belanja setelah Perubahan
Rp
3.841.356.806.287,00,-
 
Surplus/(Defisit) setelah Perubahan
Rp
(1.144.284.809.003,99,-)
3.
Pembiayaan
 
 
 
a.
Penerimaan
 
 
 
 
1)
Semula
Rp
594.000.000.000,00,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
578.784.809.003,99,-
 
 
Jumlah Penerimaan setelah Perubahan
Rp
1.172.784.809.003,99,-
 
b.
Pengeluaran
 
 
 
 
1)
Semula
Rp
3.500.000.000,00,-
 
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
25.000.000.000,00,-
 
 
Jumlah Pengeluaran setelah Perubahan
Rp
28.500.000.000,00,-
 
 
Jumlah Pembiayaan Neto setelah perubahan
Rp
1.144.284.809.003,99,-
 
 
Sisa lebih pembiayaan anggaran setelah perubahan
Rp
0
 

Pasal 2

(1)
Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
  
 
a.
Pendapatan Asli Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
246.321.456.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
40.583.320.836,46,-
 
Jumlah Pendapatan Asli daerah setelah perubahan
Rp
286.904.776.836,46,-
b.
Dana Perimbangan
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.348.231.188.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
94.612.432.896,55,-
 
Jumlah dana perimbangan setelah perubahan
Rp
1.442.843.620.896,55
c.
Lain-lain pendapatan yang sah
 
 
 
1)
Semula
Rp
641.693.808.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
325.629.791.550,00,-
 
Jumlah lain-lain pendapatan yang sah setelah perubahan
Rp
967.323.599.550,00,-
a.
Pendapatan Asli Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
246.321.456.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
40.583.320.836,46,-
 
Jumlah Pendapatan Asli daerah setelah perubahan
Rp
286.904.776.836,46,-
b.
Dana Perimbangan
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.348.231.188.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
94.612.432.896,55,-
 
Jumlah dana perimbangan setelah perubahan
Rp
1.442.843.620.896,55
c.
Lain-lain pendapatan yang sah
 
 
 
1)
Semula
Rp
641.693.808.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
325.629.791.550,00,-
 
Jumlah lain-lain pendapatan yang sah setelah perubahan
Rp
967.323.599.550,00,-
a.
Pendapatan Asli Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
246.321.456.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
40.583.320.836,46,-
 
Jumlah Pendapatan Asli daerah setelah perubahan
Rp
286.904.776.836,46,-
b.
Dana Perimbangan
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.348.231.188.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
94.612.432.896,55,-
 
Jumlah dana perimbangan setelah perubahan
Rp
1.442.843.620.896,55
c.
Lain-lain pendapatan yang sah
 
 
 
1)
Semula
Rp
641.693.808.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
325.629.791.550,00,-
 
Jumlah lain-lain pendapatan yang sah setelah perubahan
Rp
967.323.599.550,00,-
  
(2)
Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pendapatan:
  
 
a.
Pajak Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
160.351.629.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
20.386.349.237,00,-
 
Jumlah Pajak Daerah setelah perubahan
Rp
180.737.978.237,00-
b.
Retribusi Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
57.930.395.826,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
(5.228.043.900,00),-
 
Jumlah Retribusi Daerah setelah perubahan
Rp
52.702.351.926,00,-
c.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
 
 
 
1)
Semula
Rp
5.975.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
4.400.000.000,00,-
 
Jumlah pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah perubahan
Rp
10.375.000.000,00,-
d.
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah
 
 
 
1)
Semula
Rp
22.064.431.174,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
21.025.015.499,46,-
 
Jumlah lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah setelah perubahan
Rp
43.089.446.673,46,-
a.
Pajak Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
160.351.629.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
20.386.349.237,00,-
 
Jumlah Pajak Daerah setelah perubahan
Rp
180.737.978.237,00-
b.
Retribusi Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
57.930.395.826,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
(5.228.043.900,00),-
 
Jumlah Retribusi Daerah setelah perubahan
Rp
52.702.351.926,00,-
c.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
 
 
 
1)
Semula
Rp
5.975.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
4.400.000.000,00,-
 
Jumlah pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah perubahan
Rp
10.375.000.000,00,-
d.
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah
 
 
 
1)
Semula
Rp
22.064.431.174,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
21.025.015.499,46,-
 
Jumlah lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah setelah perubahan
Rp
43.089.446.673,46,-
a.
Pajak Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
160.351.629.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
20.386.349.237,00,-
 
Jumlah Pajak Daerah setelah perubahan
Rp
180.737.978.237,00-
b.
Retribusi Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
57.930.395.826,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
(5.228.043.900,00),-
 
Jumlah Retribusi Daerah setelah perubahan
Rp
52.702.351.926,00,-
c.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan
 
 
 
1)
Semula
Rp
5.975.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
4.400.000.000,00,-
 
Jumlah pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan setelah perubahan
Rp
10.375.000.000,00,-
d.
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah
 
 
 
1)
Semula
Rp
22.064.431.174,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
21.025.015.499,46,-
 
Jumlah lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah setelah perubahan
Rp
43.089.446.673,46,-
  
(3)
Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan:
  
 
a.
Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
 
 
 
1)
Semula
Rp
752.000.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
94.612.432.896,55,-
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak Bagi /Hasil Bukan Pajak setelah perubahan
Rp
846.612.432.896,55,-
b.
Dana Alokasi Umum
 
 
 
1)
Semula
Rp
579.634.968.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Dana Alokasi Umum setelah perubahan
Rp
579.634.968.000,00,-
c.
Dana Alokasi Khusus
 
 
 
1)
Semula
Rp
16.596.220.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00-
 
Jumlah Dana Alokasi Umum setelah perubahan
Rp
16.596.220.000,00,-
a.
Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
 
 
 
1)
Semula
Rp
752.000.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
94.612.432.896,55,-
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak Bagi /Hasil Bukan Pajak setelah perubahan
Rp
846.612.432.896,55,-
b.
Dana Alokasi Umum
 
 
 
1)
Semula
Rp
579.634.968.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Dana Alokasi Umum setelah perubahan
Rp
579.634.968.000,00,-
c.
Dana Alokasi Khusus
 
 
 
1)
Semula
Rp
16.596.220.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00-
 
Jumlah Dana Alokasi Umum setelah perubahan
Rp
16.596.220.000,00,-
a.
Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
 
 
 
1)
Semula
Rp
752.000.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
94.612.432.896,55,-
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak Bagi /Hasil Bukan Pajak setelah perubahan
Rp
846.612.432.896,55,-
b.
Dana Alokasi Umum
 
 
 
1)
Semula
Rp
579.634.968.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Dana Alokasi Umum setelah perubahan
Rp
579.634.968.000,00,-
c.
Dana Alokasi Khusus
 
 
 
1)
Semula
Rp
16.596.220.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00-
 
Jumlah Dana Alokasi Umum setelah perubahan
Rp
16.596.220.000,00,-
  
(4)
Lain-lain pendapatan yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan:
  
 
a.
Dana Hibah
 
 
 
1)
Semula
Rp
0,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
14.091.750,00,-
 
Jumlah Dana Hibah setelah perubahan
Rp
14.091.750,00,-
b.
Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah lainnya
 
 
 
1)
Semula
Rp
261.483.608.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
125.450.796.800,00,-
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah lainnya setelah perubahan
Rp
386.934.404.800,00,-
c.
Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
 
 
 
1)
Semula
Rp
0,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
150.934.903.000,00,-
 
Jumlah Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus setelah perubahan
Rp
150.924.903.000,00,-
d.
Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah lainnya
 
 
 
1)
Semula
Rp
380.210.200.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
49.240.000.000,00,-
 
Jumlah Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah lainnya setelah perubahan
Rp
429.450.200.000,00,-
a.
Dana Hibah
 
 
 
1)
Semula
Rp
0,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
14.091.750,00,-
 
Jumlah Dana Hibah setelah perubahan
Rp
14.091.750,00,-
b.
Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah lainnya
 
 
 
1)
Semula
Rp
261.483.608.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
125.450.796.800,00,-
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah lainnya setelah perubahan
Rp
386.934.404.800,00,-
c.
Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
 
 
 
1)
Semula
Rp
0,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
150.934.903.000,00,-
 
Jumlah Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus setelah perubahan
Rp
150.924.903.000,00,-
d.
Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah lainnya
 
 
 
1)
Semula
Rp
380.210.200.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
49.240.000.000,00,-
 
Jumlah Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah lainnya setelah perubahan
Rp
429.450.200.000,00,-
a.
Dana Hibah
 
 
 
1)
Semula
Rp
0,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
14.091.750,00,-
 
Jumlah Dana Hibah setelah perubahan
Rp
14.091.750,00,-
b.
Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah lainnya
 
 
 
1)
Semula
Rp
261.483.608.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
125.450.796.800,00,-
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah lainnya setelah perubahan
Rp
386.934.404.800,00,-
c.
Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
 
 
 
1)
Semula
Rp
0,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
150.934.903.000,00,-
 
Jumlah Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus setelah perubahan
Rp
150.924.903.000,00,-
d.
Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah lainnya
 
 
 
1)
Semula
Rp
380.210.200.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
49.240.000.000,00,-
 
Jumlah Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah lainnya setelah perubahan
Rp
429.450.200.000,00,-
 

Pasal 3

(1)
Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
  
 
a.
Belanja Tidak Langsung
 
 
 
1)
Semula
Rp
803.424.210.074,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
332.310.423.302,00,-
 
Jumlah Belanja Tidak Langsung setelah perubahan
Rp
1.135.734.633.376,80, -
b.
Belanja Langsung
 
 
 
1)
Semula
Rp
2.023.322.241.926,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
682.299.930.984,00,-
 
Jumlah Langsung setelah perubahan
Rp
2.705.622.172.910,20,-
a.
Belanja Tidak Langsung
 
 
 
1)
Semula
Rp
803.424.210.074,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
332.310.423.302,00,-
 
Jumlah Belanja Tidak Langsung setelah perubahan
Rp
1.135.734.633.376,80, -
b.
Belanja Langsung
 
 
 
1)
Semula
Rp
2.023.322.241.926,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
682.299.930.984,00,-
 
Jumlah Langsung setelah perubahan
Rp
2.705.622.172.910,20,-
a.
Belanja Tidak Langsung
 
 
 
1)
Semula
Rp
803.424.210.074,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
332.310.423.302,00,-
 
Jumlah Belanja Tidak Langsung setelah perubahan
Rp
1.135.734.633.376,80, -
b.
Belanja Langsung
 
 
 
1)
Semula
Rp
2.023.322.241.926,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
682.299.930.984,00,-
 
Jumlah Langsung setelah perubahan
Rp
2.705.622.172.910,20,-
  
(2)
Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja:
  
 
a.
Belanja Pegawai
 
 
 
1)
Semula
Rp
753.195.126.689,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
316.487.722.302,80,-
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan
Rp
1.069.682.848.991,80,-
b.
Belanja Bunga
 
 
 
1)
Semula
Rp
200.000.000,00-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Belanja Bunga setelah perubahan
Rp
200.000.000,00,-
c.
Belanja Hibah
 
 
 
1)
Semula
Rp
43.004.820.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
14.449.701.000,00,-
 
Jumlah Belanja Hibah setelah perubahan
Rp
57.454.521.000,00,-
d.
Belanja Bantuan Sosial
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.035.800.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
1.373.000.000,00,-
 
Jumlah Belanja Bantuan Sosial setelah perubahan
Rp
2.408.800.000,00,-
e.
Belanja Bantuan Keuangan kepada Partai Politik
 
 
 
1)
Semula
Rp
988.463.385,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Belanja Bantuan Keuangan kepada Partai Politik setelah perubahan
Rp
988.463.385,00,-
f.
Belanja Tidak Terduga
 
 
 
1)
Semula
Rp
5.000.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Tidak Terduga setelah perubahan
Rp
5.000.000.000,00,-
a.
Belanja Pegawai
 
 
 
1)
Semula
Rp
753.195.126.689,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
316.487.722.302,80,-
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan
Rp
1.069.682.848.991,80,-
b.
Belanja Bunga
 
 
 
1)
Semula
Rp
200.000.000,00-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Belanja Bunga setelah perubahan
Rp
200.000.000,00,-
c.
Belanja Hibah
 
 
 
1)
Semula
Rp
43.004.820.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
14.449.701.000,00,-
 
Jumlah Belanja Hibah setelah perubahan
Rp
57.454.521.000,00,-
d.
Belanja Bantuan Sosial
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.035.800.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
1.373.000.000,00,-
 
Jumlah Belanja Bantuan Sosial setelah perubahan
Rp
2.408.800.000,00,-
e.
Belanja Bantuan Keuangan kepada Partai Politik
 
 
 
1)
Semula
Rp
988.463.385,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Belanja Bantuan Keuangan kepada Partai Politik setelah perubahan
Rp
988.463.385,00,-
f.
Belanja Tidak Terduga
 
 
 
1)
Semula
Rp
5.000.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Tidak Terduga setelah perubahan
Rp
5.000.000.000,00,-
a.
Belanja Pegawai
 
 
 
1)
Semula
Rp
753.195.126.689,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
316.487.722.302,80,-
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan
Rp
1.069.682.848.991,80,-
b.
Belanja Bunga
 
 
 
1)
Semula
Rp
200.000.000,00-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Belanja Bunga setelah perubahan
Rp
200.000.000,00,-
c.
Belanja Hibah
 
 
 
1)
Semula
Rp
43.004.820.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
14.449.701.000,00,-
 
Jumlah Belanja Hibah setelah perubahan
Rp
57.454.521.000,00,-
d.
Belanja Bantuan Sosial
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.035.800.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
1.373.000.000,00,-
 
Jumlah Belanja Bantuan Sosial setelah perubahan
Rp
2.408.800.000,00,-
e.
Belanja Bantuan Keuangan kepada Partai Politik
 
 
 
1)
Semula
Rp
988.463.385,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Belanja Bantuan Keuangan kepada Partai Politik setelah perubahan
Rp
988.463.385,00,-
f.
Belanja Tidak Terduga
 
 
 
1)
Semula
Rp
5.000.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Tidak Terduga setelah perubahan
Rp
5.000.000.000,00,-
  
(3)
Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja:
  
 
a.
Belanja Pegawai
 
 
 
1)
Semula
Rp
304.760.126.425,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
11.902.593.325,00,-
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan
Rp
316.662.719.750,00,-
b.
Belanja Barang dan Jasa
 
 
 
1)
Semula
Rp
394.937.971.312,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
134.705.508.606,00,-
 
Jumlah Barang dan Jasa setelah perubahan
Rp
529.643.479.918,00,-
c.
Belanja Modal
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.323.624.144.189,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
535.691.829.053,00,-
 
Jumlah Modal setelah perubahan
Rp
1.859.315.973.242,20,-
a.
Belanja Pegawai
 
 
 
1)
Semula
Rp
304.760.126.425,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
11.902.593.325,00,-
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan
Rp
316.662.719.750,00,-
b.
Belanja Barang dan Jasa
 
 
 
1)
Semula
Rp
394.937.971.312,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
134.705.508.606,00,-
 
Jumlah Barang dan Jasa setelah perubahan
Rp
529.643.479.918,00,-
c.
Belanja Modal
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.323.624.144.189,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
535.691.829.053,00,-
 
Jumlah Modal setelah perubahan
Rp
1.859.315.973.242,20,-
a.
Belanja Pegawai
 
 
 
1)
Semula
Rp
304.760.126.425,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
11.902.593.325,00,-
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan
Rp
316.662.719.750,00,-
b.
Belanja Barang dan Jasa
 
 
 
1)
Semula
Rp
394.937.971.312,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
134.705.508.606,00,-
 
Jumlah Barang dan Jasa setelah perubahan
Rp
529.643.479.918,00,-
c.
Belanja Modal
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.323.624.144.189,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
535.691.829.053,00,-
 
Jumlah Modal setelah perubahan
Rp
1.859.315.973.242,20,-
 

Pasal 4

(1)
Pembiayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
  
 
a.
Penerimaan
 
 
 
1)
Semula
Rp
594.000.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
578.784.809.003,99,-
 
Jumlah Penerimaan setelah perubahan
Rp
1.172.784.809.003,99,-
b.
Pengeluaran
 
 
 
1)
Semula
Rp
3.500.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
25.000.000.000,00,-
 
Jumlah Pengeluaran setelah perubahan
Rp
28.500.000.000,00,-
a.
Penerimaan
 
 
 
1)
Semula
Rp
594.000.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
578.784.809.003,99,-
 
Jumlah Penerimaan setelah perubahan
Rp
1.172.784.809.003,99,-
b.
Pengeluaran
 
 
 
1)
Semula
Rp
3.500.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
25.000.000.000,00,-
 
Jumlah Pengeluaran setelah perubahan
Rp
28.500.000.000,00,-
a.
Penerimaan
 
 
 
1)
Semula
Rp
594.000.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
578.784.809.003,99,-
 
Jumlah Penerimaan setelah perubahan
Rp
1.172.784.809.003,99,-
b.
Pengeluaran
 
 
 
1)
Semula
Rp
3.500.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
25.000.000.000,00,-
 
Jumlah Pengeluaran setelah perubahan
Rp
28.500.000.000,00,-
  
(2)
Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan SiLPA Tahun Anggaran sebelumnya:
  
 
1)
Semula
Rp
594.000.000.000,00,-
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
578.784.809.003,00,-
 
Jumlah SilPA Tahun Anggaran sebelumnya setelah perubahan
Rp
1.172.784.809.003,00,-
1)
Semula
Rp
594.000.000.000,00,-
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
578.784.809.003,00,-
 
Jumlah SilPA Tahun Anggaran sebelumnya setelah perubahan
Rp
1.172.784.809.003,00,-
1)
Semula
Rp
594.000.000.000,00,-
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
578.784.809.003,00,-
 
Jumlah SilPA Tahun Anggaran sebelumnya setelah perubahan
Rp
1.172.784.809.003,00,-
  
(3)
Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan:
  
 
a.
Penyertaan Modal
 
 
 
1)
Semula
Rp
3.000.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
25.000.000.000,00-
 
Jumlah Penyertaan Modal setelah perubahan
Rp
28.000.000.000,00,-
b.
Pembayaran Pokok Utang
 
 
 
1)
Semula
Rp
500.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Pembayaran Pokok Utang setelah perubahan
Rp
500.000.000,00,-
a.
Penyertaan Modal
 
 
 
1)
Semula
Rp
3.000.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
25.000.000.000,00-
 
Jumlah Penyertaan Modal setelah perubahan
Rp
28.000.000.000,00,-
b.
Pembayaran Pokok Utang
 
 
 
1)
Semula
Rp
500.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Pembayaran Pokok Utang setelah perubahan
Rp
500.000.000,00,-
a.
Penyertaan Modal
 
 
 
1)
Semula
Rp
3.000.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
25.000.000.000,00-
 
Jumlah Penyertaan Modal setelah perubahan
Rp
28.000.000.000,00,-
b.
Pembayaran Pokok Utang
 
 
 
1)
Semula
Rp
500.000.000,00,-
 
2)
Bertambah/(berkurang)
Rp
0,00,-
 
Jumlah Pembayaran Pokok Utang setelah perubahan
Rp
500.000.000,00,-
 

Pasal 5

Uraian lebih lanjut Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah ini yang terdiri dari:
1.
Lampiran I
:
Ringkasan Perubahan APBD;
2.
Lampiran II
:
Ringkasan Perubahan APBD Menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi;
3.
Lampiran III
:
Rincian Perubahan APBD Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan;
4.
Lampiran IV
:
Rekapitulasi Perubahan Belanja Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Program dan Kegiatan;
5.
Lampiran V
:
Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah Untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi Dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara;
6.
Lampiran VI
:
Daftar Perubahan Jumlah Pegawai Per Golongan dan Per Jabatan;
7.
Lampiran VII
:
Daftar Piutang Daerah;
8.
Lampiran VIII
:
Daftar Penyertaan Modal (Investasi) Daerah;
9.
Lampiran IX
:
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah;
10.
Lampiran X
:
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Lainnya;
11.
Lampiran XI
:
Daftar Kegiatan-Kegiatan Tahun Anggaran Sebelumnya yang Belum Diselesaikan dan Dianggarkan Kembali Dalam Tahun Anggaran Ini;
12.
Lampiran XII
:
Daftar Dana Cadangan Daerah; dan
13.
Lampiran XIII
:
Daftar Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah.
1.
Lampiran I
:
Ringkasan Perubahan APBD;
2.
Lampiran II
:
Ringkasan Perubahan APBD Menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi;
3.
Lampiran III
:
Rincian Perubahan APBD Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan;
4.
Lampiran IV
:
Rekapitulasi Perubahan Belanja Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Program dan Kegiatan;
5.
Lampiran V
:
Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah Untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi Dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara;
6.
Lampiran VI
:
Daftar Perubahan Jumlah Pegawai Per Golongan dan Per Jabatan;
7.
Lampiran VII
:
Daftar Piutang Daerah;
8.
Lampiran VIII
:
Daftar Penyertaan Modal (Investasi) Daerah;
9.
Lampiran IX
:
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah;
10.
Lampiran X
:
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Lainnya;
11.
Lampiran XI
:
Daftar Kegiatan-Kegiatan Tahun Anggaran Sebelumnya yang Belum Diselesaikan dan Dianggarkan Kembali Dalam Tahun Anggaran Ini;
12.
Lampiran XII
:
Daftar Dana Cadangan Daerah; dan
13.
Lampiran XIII
:
Daftar Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah.
1.
Lampiran I
:
Ringkasan Perubahan APBD;
2.
Lampiran II
:
Ringkasan Perubahan APBD Menurut Urusan Pemerintahan Daerah dan Organisasi;
3.
Lampiran III
:
Rincian Perubahan APBD Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan;
4.
Lampiran IV
:
Rekapitulasi Perubahan Belanja Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Program dan Kegiatan;
5.
Lampiran V
:
Rekapitulasi Perubahan Belanja Daerah Untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan Fungsi Dalam Kerangka Pengelolaan Keuangan Negara;
6.
Lampiran VI
:
Daftar Perubahan Jumlah Pegawai Per Golongan dan Per Jabatan;
7.
Lampiran VII
:
Daftar Piutang Daerah;
8.
Lampiran VIII
:
Daftar Penyertaan Modal (Investasi) Daerah;
9.
Lampiran IX
:
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah;
10.
Lampiran X
:
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Lainnya;
11.
Lampiran XI
:
Daftar Kegiatan-Kegiatan Tahun Anggaran Sebelumnya yang Belum Diselesaikan dan Dianggarkan Kembali Dalam Tahun Anggaran Ini;
12.
Lampiran XII
:
Daftar Dana Cadangan Daerah; dan
13.
Lampiran XIII
:
Daftar Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah.
 

Pasal 6

Landasan Operasional pelaksanaan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013 diatur lebih lanjut dalam Peraturan Walikota tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013.
 
 
 
 
 

Pasal 7

(1)
Dalam keadaan darurat, Pemerintah Daerah Kota Samarinda dapat melakukan pengeluaran yang belum tersedia anggarannya, yang selanjutnya dilakukan perubahan atas Peraturan Walikota tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013, dan/atau disampaikan dalam laporan realisasi anggaran.
(2)
Keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada ayat 1 sekurang-kurangnya memenuhi kriteria sebagai berikut:
 
a.
bukan merupakan kegiatan normal dari aktivitas Pemerintah Daerah Kota Samarinda dan tidak dapat diprediksikan sebelumnya;
 
b.
tidak diharapkan terjadi secara berulang;
 
c.
berada diluar kendali dan pengaruh Pemerintah Daerah Kota Samarinda; dan
 
d.
memiliki dampak yang signifikan terhadap anggaran dalam rangka pemulihan yang disebabkan oleh keadaan darurat.
 
 
 
 
 

Pasal 8

Peraturan Daerah ini berlaku pada tanggal diundangkan.
 
 
 
 
 
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah.
 
 
 
 
 
Ditetapkan di Samarinda
pada tanggal 17 Oktober 2013
WALIKOTA SAMARINDA,
ttd
H. SYAHARIE JA’ANG

Diundangkan di Samarinda
pada tanggal 17 Oktober 2013
SEKRETARIS DAERAH KOTA SAMARINDA,
ttd
H. ZULFAKAR NOOR

LEMBARAN DAERAH KOTA SAMARINDA TAHUN 2013 NOMOR 2.
Background
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.