Perda Kota Palu Nomor: 7 Tahun 2016

Status tidak tersedia
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
PERATURAN DAERAH KOTA PALU
NOMOR 7 TAHUN 2016
 
TENTANG

PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KOTA PALU TAHUN ANGGARAN 2016

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
WALI KOTA PALU,
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Menimbang

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 317 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Palu Tahun Anggaran 2016;
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Mengingat

1
Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2.
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1994 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Palu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3255);
3.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
4.
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
5.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
6.
Peraturan daerah Kota Palu Nomor 12 Tahun 2015 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Palu Tahun Anggaran 2016 (Lembaran Daerah Kota Palu Tahun 2015 Nomor 12, Tambahan lembaran Daerah Kota Palu Nomor 12)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA PALU
dan
WALI KOTA PALU
 
 
 
 
 
 
 
 
 
MEMUTUSKAN:

Menetapkan

PERATURAN DAERAH TENTANG PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KOTA PALU TAHUN ANGGARAN 2016.
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pasal 1

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2016 semula berjumlah Rp1.430.046.760.971,00 berkurang sejumlah Rp19.125.720.569,37 sehingga menjadi Rp1.410.921.040.401,63 dengan rincian sebagai berikut:
 
1.
Pendapatan
 
 
 
a.
Semula
Rp
1.430.046.760.971,00
 
b.
Berkurang
Rp
(19.125.720.569,37)
 
 
Jumlah Pendapatan setelah perubahan
Rp
1.410.921.040.401,63
2.
Belanja
 
 
 
a.
Semula
Rp
1.428.511.940.718,00
 
b.
Bertambah
Rp
3.041.723.040,52
 
Jumlah Belanja setelah perubahan
Rp
1.431.553.663.758,52
 
Defisit setelah perubahan
Rp
(20.632.623.356,89)
3.
Pembiayaan Daerah:
 
 
 
a.
Penerimaan
 
 
 
 
1)
Semula
Rp
33.321.479.747,00
 
 
2)
Bertambah
Rp
21.633.289.009,89
 
 
Jumlah Penerimaan setelah perubahan
Rp
54.954.768.756,89
 
b.
Pengeluaran
 
 
 
 
1)
Semula
Rp
34.856.300.000,00
 
 
2)
Berkurang
Rp
(534.154.600,00)
 
 
Jumlah Pengeluaran setelah perubahan
Rp
34.322.145.400,00
 
Jumlah Pembiayaan Netto setelah perubahan
Rp
20.632.623.356,89
 
Sisa lebih pembiayaan anggaran setelah perubahan
(Rp
0,00)
1.
Pendapatan
 
 
 
a.
Semula
Rp
1.430.046.760.971,00
 
b.
Berkurang
Rp
(19.125.720.569,37)
 
 
Jumlah Pendapatan setelah perubahan
Rp
1.410.921.040.401,63
2.
Belanja
 
 
 
a.
Semula
Rp
1.428.511.940.718,00
 
b.
Bertambah
Rp
3.041.723.040,52
 
Jumlah Belanja setelah perubahan
Rp
1.431.553.663.758,52
 
Defisit setelah perubahan
Rp
(20.632.623.356,89)
3.
Pembiayaan Daerah:
 
 
 
a.
Penerimaan
 
 
 
 
1)
Semula
Rp
33.321.479.747,00
 
 
2)
Bertambah
Rp
21.633.289.009,89
 
 
Jumlah Penerimaan setelah perubahan
Rp
54.954.768.756,89
 
b.
Pengeluaran
 
 
 
 
1)
Semula
Rp
34.856.300.000,00
 
 
2)
Berkurang
Rp
(534.154.600,00)
 
 
Jumlah Pengeluaran setelah perubahan
Rp
34.322.145.400,00
 
Jumlah Pembiayaan Netto setelah perubahan
Rp
20.632.623.356,89
 
Sisa lebih pembiayaan anggaran setelah perubahan
(Rp
0,00)
1.
Pendapatan
 
 
 
a.
Semula
Rp
1.430.046.760.971,00
 
b.
Berkurang
Rp
(19.125.720.569,37)
 
 
Jumlah Pendapatan setelah perubahan
Rp
1.410.921.040.401,63
2.
Belanja
 
 
 
a.
Semula
Rp
1.428.511.940.718,00
 
b.
Bertambah
Rp
3.041.723.040,52
 
Jumlah Belanja setelah perubahan
Rp
1.431.553.663.758,52
 
Defisit setelah perubahan
Rp
(20.632.623.356,89)
3.
Pembiayaan Daerah:
 
 
 
a.
Penerimaan
 
 
 
 
1)
Semula
Rp
33.321.479.747,00
 
 
2)
Bertambah
Rp
21.633.289.009,89
 
 
Jumlah Penerimaan setelah perubahan
Rp
54.954.768.756,89
 
b.
Pengeluaran
 
 
 
 
1)
Semula
Rp
34.856.300.000,00
 
 
2)
Berkurang
Rp
(534.154.600,00)
 
 
Jumlah Pengeluaran setelah perubahan
Rp
34.322.145.400,00
 
Jumlah Pembiayaan Netto setelah perubahan
Rp
20.632.623.356,89
 
Sisa lebih pembiayaan anggaran setelah perubahan
(Rp
0,00)
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pasal 2

(1)
Pendapatan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
a.
Pendapatan Asli Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
290.538.954.250,00
 
2)
Berkurang
Rp
(10.943.416.632,37)
 
Jumlah Pendapatan Asli Daerah setelah perubahan
Rp
279.595.537.617,63
b.
Dana Perimbangan
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.068.640.837.780,00
 
2)
Berkurang
Rp
(19.527.553.351,00)
 
Jumlah Dana Perimbangan setelah perubahan
Rp
1.049.113.284.429,00
c.
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah
 
 
 
1)
Semula
Rp
70.866.968.941,00
 
2)
Bertambah
Rp
11.345.249.414,00
 
Jumlah Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah setelah perubahan
Rp
82.212.218.355,00
a.
Pendapatan Asli Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
290.538.954.250,00
 
2)
Berkurang
Rp
(10.943.416.632,37)
 
Jumlah Pendapatan Asli Daerah setelah perubahan
Rp
279.595.537.617,63
b.
Dana Perimbangan
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.068.640.837.780,00
 
2)
Berkurang
Rp
(19.527.553.351,00)
 
Jumlah Dana Perimbangan setelah perubahan
Rp
1.049.113.284.429,00
c.
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah
 
 
 
1)
Semula
Rp
70.866.968.941,00
 
2)
Bertambah
Rp
11.345.249.414,00
 
Jumlah Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah setelah perubahan
Rp
82.212.218.355,00
a.
Pendapatan Asli Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
290.538.954.250,00
 
2)
Berkurang
Rp
(10.943.416.632,37)
 
Jumlah Pendapatan Asli Daerah setelah perubahan
Rp
279.595.537.617,63
b.
Dana Perimbangan
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.068.640.837.780,00
 
2)
Berkurang
Rp
(19.527.553.351,00)
 
Jumlah Dana Perimbangan setelah perubahan
Rp
1.049.113.284.429,00
c.
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah
 
 
 
1)
Semula
Rp
70.866.968.941,00
 
2)
Bertambah
Rp
11.345.249.414,00
 
Jumlah Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah setelah perubahan
Rp
82.212.218.355,00
 
 
 
 
 
 
 
 
 
(2)
Pendapatan Asli Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pendapatan:
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
a.
Pajak Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
101.575.000.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
1.322.000.000,00
 
Jumlah Pajak Daerah setelah perubahan
Rp
102.897.000.000,00
b.
Retribusi Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
25.135.927.111,00
 
2)
Bertambah
Rp
380.055.349,00
 
Jumlah Retribusi Daerah setelah perubahan
Rp
25.515.982.460,00
c.
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan
 
 
 
1)
Semula
Rp
3.749.181.081,00
 
2)
Bertambah
Rp
250.000.000,00
 
Jumlah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan setelah perubahan
Rp
3.999.181.081,00
d.
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah
 
 
 
1)
Semula
Rp
160.078.846.058,00
 
2)
Berkurang
Rp
(12.895.471.981,37)
 
Jumlah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah setelah perubahan
Rp
147.183.374.076,63
a.
Pajak Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
101.575.000.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
1.322.000.000,00
 
Jumlah Pajak Daerah setelah perubahan
Rp
102.897.000.000,00
b.
Retribusi Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
25.135.927.111,00
 
2)
Bertambah
Rp
380.055.349,00
 
Jumlah Retribusi Daerah setelah perubahan
Rp
25.515.982.460,00
c.
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan
 
 
 
1)
Semula
Rp
3.749.181.081,00
 
2)
Bertambah
Rp
250.000.000,00
 
Jumlah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan setelah perubahan
Rp
3.999.181.081,00
d.
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah
 
 
 
1)
Semula
Rp
160.078.846.058,00
 
2)
Berkurang
Rp
(12.895.471.981,37)
 
Jumlah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah setelah perubahan
Rp
147.183.374.076,63
a.
Pajak Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
101.575.000.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
1.322.000.000,00
 
Jumlah Pajak Daerah setelah perubahan
Rp
102.897.000.000,00
b.
Retribusi Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
25.135.927.111,00
 
2)
Bertambah
Rp
380.055.349,00
 
Jumlah Retribusi Daerah setelah perubahan
Rp
25.515.982.460,00
c.
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan
 
 
 
1)
Semula
Rp
3.749.181.081,00
 
2)
Bertambah
Rp
250.000.000,00
 
Jumlah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan setelah perubahan
Rp
3.999.181.081,00
d.
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah
 
 
 
1)
Semula
Rp
160.078.846.058,00
 
2)
Berkurang
Rp
(12.895.471.981,37)
 
Jumlah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah setelah perubahan
Rp
147.183.374.076,63
 
 
 
 
 
 
 
 
 
(3)
Dana Perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pendapatan:
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
a.
Dana Transfer Umum
 
 
 
1)
Semula
Rp
720.614.778.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah Dana Transfer perubahan
Rp
720.614.778.000,00
b.
Dana Transfer Khusus
 
 
 
1)
Semula
Rp
348.026.059.780,00
 
2)
Berkurang
Rp
(19.527.553.351,00)
 
Jumlah Dana Transfer Khusus setelah perubahan
Rp
328.498.506.429,00
a.
Dana Transfer Umum
 
 
 
1)
Semula
Rp
720.614.778.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah Dana Transfer perubahan
Rp
720.614.778.000,00
b.
Dana Transfer Khusus
 
 
 
1)
Semula
Rp
348.026.059.780,00
 
2)
Berkurang
Rp
(19.527.553.351,00)
 
Jumlah Dana Transfer Khusus setelah perubahan
Rp
328.498.506.429,00
a.
Dana Transfer Umum
 
 
 
1)
Semula
Rp
720.614.778.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah Dana Transfer perubahan
Rp
720.614.778.000,00
b.
Dana Transfer Khusus
 
 
 
1)
Semula
Rp
348.026.059.780,00
 
2)
Berkurang
Rp
(19.527.553.351,00)
 
Jumlah Dana Transfer Khusus setelah perubahan
Rp
328.498.506.429,00
 
 
 
 
 
 
 
 
 
(4)
Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri dari jenis pendapatan:
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
a.
Dana Bagi Hasil Pajak
 
 
 
1)
Semula
Rp
65.866.968.941,00
 
2)
Bertambah
Rp
11.345.249.414,00
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak Setelah perubahan
Rp
77.212.218.355,00
b.
Dana Penyesuaian Dan Otonomi Khusus
 
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
2)
Bertambah (Berkurang)
Rp
0,00
 
Jumlah Dana Penyesuaian Dan Otonomi Khusus setelah perubahan
Rp
0,00
c.
Dana Insentif Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
5.000.000.000,00
 
2)
Bertambah (Berkurang)
Rp
0,00
 
Jumlah Dana Penyesuaian Dan Otonomi Khusus setelah perubahan
Rp
5.000.000.000,00
a.
Dana Bagi Hasil Pajak
 
 
 
1)
Semula
Rp
65.866.968.941,00
 
2)
Bertambah
Rp
11.345.249.414,00
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak Setelah perubahan
Rp
77.212.218.355,00
b.
Dana Penyesuaian Dan Otonomi Khusus
 
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
2)
Bertambah (Berkurang)
Rp
0,00
 
Jumlah Dana Penyesuaian Dan Otonomi Khusus setelah perubahan
Rp
0,00
c.
Dana Insentif Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
5.000.000.000,00
 
2)
Bertambah (Berkurang)
Rp
0,00
 
Jumlah Dana Penyesuaian Dan Otonomi Khusus setelah perubahan
Rp
5.000.000.000,00
a.
Dana Bagi Hasil Pajak
 
 
 
1)
Semula
Rp
65.866.968.941,00
 
2)
Bertambah
Rp
11.345.249.414,00
 
Jumlah Dana Bagi Hasil Pajak Setelah perubahan
Rp
77.212.218.355,00
b.
Dana Penyesuaian Dan Otonomi Khusus
 
 
 
1)
Semula
Rp
0,00
 
2)
Bertambah (Berkurang)
Rp
0,00
 
Jumlah Dana Penyesuaian Dan Otonomi Khusus setelah perubahan
Rp
0,00
c.
Dana Insentif Daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
5.000.000.000,00
 
2)
Bertambah (Berkurang)
Rp
0,00
 
Jumlah Dana Penyesuaian Dan Otonomi Khusus setelah perubahan
Rp
5.000.000.000,00
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pasal 3

(1)
Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
a.
Belanja Tidak Langsung
 
 
 
1)
Semula
Rp
705.089.281.189,00
 
2)
Bertambah
Rp
17.585.835.657,52
 
Jumlah Belanja Tidak Langsung setelah perubahan
Rp
722.675.116.846,52
b.
Belanja Langsung
 
 
 
1)
Semula
Rp
723.422.659.529,00
 
2)
Berkurang
Rp
(14.544.112.617,00)
 
Jumlah Belanja Langsung setelah perubahan
Rp
708.878.546.912,00
a.
Belanja Tidak Langsung
 
 
 
1)
Semula
Rp
705.089.281.189,00
 
2)
Bertambah
Rp
17.585.835.657,52
 
Jumlah Belanja Tidak Langsung setelah perubahan
Rp
722.675.116.846,52
b.
Belanja Langsung
 
 
 
1)
Semula
Rp
723.422.659.529,00
 
2)
Berkurang
Rp
(14.544.112.617,00)
 
Jumlah Belanja Langsung setelah perubahan
Rp
708.878.546.912,00
a.
Belanja Tidak Langsung
 
 
 
1)
Semula
Rp
705.089.281.189,00
 
2)
Bertambah
Rp
17.585.835.657,52
 
Jumlah Belanja Tidak Langsung setelah perubahan
Rp
722.675.116.846,52
b.
Belanja Langsung
 
 
 
1)
Semula
Rp
723.422.659.529,00
 
2)
Berkurang
Rp
(14.544.112.617,00)
 
Jumlah Belanja Langsung setelah perubahan
Rp
708.878.546.912,00
 
 
 
 
 
 
 
 
 
(2)
Belanja Tidak Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis belanja:
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
a.
Belanja Pegawai
 
 
 
1)
Semula
Rp
675.093.756.936,00
 
2)
Bertambah
Rp
18.720.829.982,52
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan
Rp
693.814.586.918,52
b.
Belanja Bunga
 
 
 
1)
Semula
Rp
7.067.270.253,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah Belanja Bunga setelah perubahan
Rp
7.067.270.253,00
c.
Belanja Hibah
 
 
 
1)
Semula
Rp
14.135.000.000,00
 
2)
Berkurang
Rp
(1.852.000.000,00)
 
Jumlah Belanja Hibah setelah perubahan
Rp
12.283.000.000,00
d.
Belanja Bantuan Sosial
 
 
 
1)
Semula
Rp
7.127.860.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
717.005.675,00
 
Jumlah Belanja Bantuan Sosial setelah perubahan
Rp
7.844.865.675,00
e.
Belanja Bantuan Keuangan
 
 
 
1)
Semula
Rp
665.394.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah Belanja Bantuan Keuangan setelah perubahan
Rp
665.394.000,00
f.
Belanja Tidak Terduga
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.000.000.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah Belanja Tidak Terduga setelah perubahan
Rp
1.000.000.000,00
a.
Belanja Pegawai
 
 
 
1)
Semula
Rp
675.093.756.936,00
 
2)
Bertambah
Rp
18.720.829.982,52
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan
Rp
693.814.586.918,52
b.
Belanja Bunga
 
 
 
1)
Semula
Rp
7.067.270.253,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah Belanja Bunga setelah perubahan
Rp
7.067.270.253,00
c.
Belanja Hibah
 
 
 
1)
Semula
Rp
14.135.000.000,00
 
2)
Berkurang
Rp
(1.852.000.000,00)
 
Jumlah Belanja Hibah setelah perubahan
Rp
12.283.000.000,00
d.
Belanja Bantuan Sosial
 
 
 
1)
Semula
Rp
7.127.860.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
717.005.675,00
 
Jumlah Belanja Bantuan Sosial setelah perubahan
Rp
7.844.865.675,00
e.
Belanja Bantuan Keuangan
 
 
 
1)
Semula
Rp
665.394.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah Belanja Bantuan Keuangan setelah perubahan
Rp
665.394.000,00
f.
Belanja Tidak Terduga
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.000.000.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah Belanja Tidak Terduga setelah perubahan
Rp
1.000.000.000,00
a.
Belanja Pegawai
 
 
 
1)
Semula
Rp
675.093.756.936,00
 
2)
Bertambah
Rp
18.720.829.982,52
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan
Rp
693.814.586.918,52
b.
Belanja Bunga
 
 
 
1)
Semula
Rp
7.067.270.253,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah Belanja Bunga setelah perubahan
Rp
7.067.270.253,00
c.
Belanja Hibah
 
 
 
1)
Semula
Rp
14.135.000.000,00
 
2)
Berkurang
Rp
(1.852.000.000,00)
 
Jumlah Belanja Hibah setelah perubahan
Rp
12.283.000.000,00
d.
Belanja Bantuan Sosial
 
 
 
1)
Semula
Rp
7.127.860.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
717.005.675,00
 
Jumlah Belanja Bantuan Sosial setelah perubahan
Rp
7.844.865.675,00
e.
Belanja Bantuan Keuangan
 
 
 
1)
Semula
Rp
665.394.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah Belanja Bantuan Keuangan setelah perubahan
Rp
665.394.000,00
f.
Belanja Tidak Terduga
 
 
 
1)
Semula
Rp
1.000.000.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah Belanja Tidak Terduga setelah perubahan
Rp
1.000.000.000,00
 
 
 
 
 
 
 
 
 
(3)
Belanja Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis belanja:
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
a.
Belanja Pegawai
 
 
 
1)
Semula
Rp
59.028.794.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
305.220.000,00
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan
Rp
59.334.014.000,00
b.
Belanja Barang dan Jasa
 
 
 
1)
Semula
Rp
377.132.729.040,00
 
2)
Bertambah
Rp
23.051.692.601,00
 
Jumlah Belanja Barang dan Jasa setelah perubahan
Rp
400.184.421.641,00
c.
Belanja Modal
 
 
 
1)
Semula
Rp
287.261.136.489,00
 
2)
Berkurang
Rp
(37.901.025.218,00)
 
Jumlah Belanja Modal setelah perubahan
Rp
249.360.111.271,00
a.
Belanja Pegawai
 
 
 
1)
Semula
Rp
59.028.794.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
305.220.000,00
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan
Rp
59.334.014.000,00
b.
Belanja Barang dan Jasa
 
 
 
1)
Semula
Rp
377.132.729.040,00
 
2)
Bertambah
Rp
23.051.692.601,00
 
Jumlah Belanja Barang dan Jasa setelah perubahan
Rp
400.184.421.641,00
c.
Belanja Modal
 
 
 
1)
Semula
Rp
287.261.136.489,00
 
2)
Berkurang
Rp
(37.901.025.218,00)
 
Jumlah Belanja Modal setelah perubahan
Rp
249.360.111.271,00
a.
Belanja Pegawai
 
 
 
1)
Semula
Rp
59.028.794.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
305.220.000,00
 
Jumlah Belanja Pegawai setelah perubahan
Rp
59.334.014.000,00
b.
Belanja Barang dan Jasa
 
 
 
1)
Semula
Rp
377.132.729.040,00
 
2)
Bertambah
Rp
23.051.692.601,00
 
Jumlah Belanja Barang dan Jasa setelah perubahan
Rp
400.184.421.641,00
c.
Belanja Modal
 
 
 
1)
Semula
Rp
287.261.136.489,00
 
2)
Berkurang
Rp
(37.901.025.218,00)
 
Jumlah Belanja Modal setelah perubahan
Rp
249.360.111.271,00
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pasal 4

(1)
Pembiayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 terdiri dari:
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
a.
Penerimaan
 
 
 
1)
Semula
Rp
33.321.479.747,00
 
2)
Bertambah
Rp
21.633.289.009,89
 
Jumlah Penerimaan setelah perubahan
Rp
54.954.768.756,89
b.
Pengeluaran
 
 
 
1)
Semula
Rp
34.856.300.000,00
 
2)
Berkurang
Rp
(534.154.600,00)
 
Jumlah Pengeluaran setelah perubahan
Rp
34.322.145.400,00
 
Pembiayaan Netto
Rp
20.632.623.356,89
a.
Penerimaan
 
 
 
1)
Semula
Rp
33.321.479.747,00
 
2)
Bertambah
Rp
21.633.289.009,89
 
Jumlah Penerimaan setelah perubahan
Rp
54.954.768.756,89
b.
Pengeluaran
 
 
 
1)
Semula
Rp
34.856.300.000,00
 
2)
Berkurang
Rp
(534.154.600,00)
 
Jumlah Pengeluaran setelah perubahan
Rp
34.322.145.400,00
 
Pembiayaan Netto
Rp
20.632.623.356,89
a.
Penerimaan
 
 
 
1)
Semula
Rp
33.321.479.747,00
 
2)
Bertambah
Rp
21.633.289.009,89
 
Jumlah Penerimaan setelah perubahan
Rp
54.954.768.756,89
b.
Pengeluaran
 
 
 
1)
Semula
Rp
34.856.300.000,00
 
2)
Berkurang
Rp
(534.154.600,00)
 
Jumlah Pengeluaran setelah perubahan
Rp
34.322.145.400,00
 
Pembiayaan Netto
Rp
20.632.623.356,89
 
 
 
 
 
 
 
 
 
(2)
Penerimaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari jenis pembiayaan:
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya (SILPA)
1)
Semula
Rp
33.321.479.747,00
2)
Bertambah
Rp
21.633.289.009,89
Jumlah SiLPA setelah perubahan
Rp
54.954.768.756,89
Jumlah Penerimaan Pembiayaan
Rp
54.954.768.756,89
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya (SILPA)
1)
Semula
Rp
33.321.479.747,00
2)
Bertambah
Rp
21.633.289.009,89
Jumlah SiLPA setelah perubahan
Rp
54.954.768.756,89
Jumlah Penerimaan Pembiayaan
Rp
54.954.768.756,89
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya (SILPA)
1)
Semula
Rp
33.321.479.747,00
2)
Bertambah
Rp
21.633.289.009,89
Jumlah SiLPA setelah perubahan
Rp
54.954.768.756,89
Jumlah Penerimaan Pembiayaan
Rp
54.954.768.756,89
 
 
 
 
 
 
 
 
 
(3)
Pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari jenis pembiayaan:
  
 
a.
Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
7.960.000.000,00
 
2)
Berkurang
Rp
(4.960.000.000,00)
 
Jumlah Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah setelah perubahan
Rp
3.000.000.000,00
b.
Pembayaran pokok utang
 
 
 
1)
Semula
Rp
26.800.000.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah pembayaran pokok utang setelah perubahan
Rp
26.800.000.000,00
c.
Pembayaran Utang kepada Pihak Ketiga
 
 
 
1)
Semula
Rp
96.300.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
4.425.845.400,00
 
Jumlah pembayaran utang kepada Pihak Ketiga setelah perubahan
Rp
4.522.145.400,00
 
Jumlah Pengeluaran Pembiayaan
Rp
34.322.145.400,00
a.
Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
7.960.000.000,00
 
2)
Berkurang
Rp
(4.960.000.000,00)
 
Jumlah Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah setelah perubahan
Rp
3.000.000.000,00
b.
Pembayaran pokok utang
 
 
 
1)
Semula
Rp
26.800.000.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah pembayaran pokok utang setelah perubahan
Rp
26.800.000.000,00
c.
Pembayaran Utang kepada Pihak Ketiga
 
 
 
1)
Semula
Rp
96.300.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
4.425.845.400,00
 
Jumlah pembayaran utang kepada Pihak Ketiga setelah perubahan
Rp
4.522.145.400,00
 
Jumlah Pengeluaran Pembiayaan
Rp
34.322.145.400,00
a.
Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah
 
 
 
1)
Semula
Rp
7.960.000.000,00
 
2)
Berkurang
Rp
(4.960.000.000,00)
 
Jumlah Penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah setelah perubahan
Rp
3.000.000.000,00
b.
Pembayaran pokok utang
 
 
 
1)
Semula
Rp
26.800.000.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
0,00
 
Jumlah pembayaran pokok utang setelah perubahan
Rp
26.800.000.000,00
c.
Pembayaran Utang kepada Pihak Ketiga
 
 
 
1)
Semula
Rp
96.300.000,00
 
2)
Bertambah
Rp
4.425.845.400,00
 
Jumlah pembayaran utang kepada Pihak Ketiga setelah perubahan
Rp
4.522.145.400,00
 
Jumlah Pengeluaran Pembiayaan
Rp
34.322.145.400,00
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pasal 5

Uraian lebih lanjut Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini, yang terdiri dari:
1.
Lampiran I
:
Ringkasan APBD;
2.
Lampiran II
:
Ringkasan APBD Menurut Urusan Pemerintahan Daerah Dan Organisasi SKPD;
3.
Lampiran III
:
Rincian APBD Menurut urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan;
4.
Lampiran IV
:
Rekapitulasi Belanja Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Program, dan Kegiatan;
5.
Lampiran V
:
Rekapitulasi Belanja Daerah Untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan fungsi dalam Kerangka Pengelolaan keuangan Daerah;
6.
Lampiran VI
:
Daftar Jumlah Pegawai Per Golongan Dan Per Jabatan;
7.
Lampiran VII
:
Daftar piutang daerah;
8.
Lampiran VIII
:
Daftar penyertaan modal (Investasi) daerah;
9.
Lampiran IX
:
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah;
10.
Lampiran X
:
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan aset lain-lain;
11.
Lampiran XI
:
Daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini;
12.
Lampiran XII
:
Daftar dana cadangan daerah; dan
13.
Lampiran XIII
:
Daftar pinjaman daerah dan obligasi daerah.
1.
Lampiran I
:
Ringkasan APBD;
2.
Lampiran II
:
Ringkasan APBD Menurut Urusan Pemerintahan Daerah Dan Organisasi SKPD;
3.
Lampiran III
:
Rincian APBD Menurut urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan;
4.
Lampiran IV
:
Rekapitulasi Belanja Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Program, dan Kegiatan;
5.
Lampiran V
:
Rekapitulasi Belanja Daerah Untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan fungsi dalam Kerangka Pengelolaan keuangan Daerah;
6.
Lampiran VI
:
Daftar Jumlah Pegawai Per Golongan Dan Per Jabatan;
7.
Lampiran VII
:
Daftar piutang daerah;
8.
Lampiran VIII
:
Daftar penyertaan modal (Investasi) daerah;
9.
Lampiran IX
:
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah;
10.
Lampiran X
:
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan aset lain-lain;
11.
Lampiran XI
:
Daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini;
12.
Lampiran XII
:
Daftar dana cadangan daerah; dan
13.
Lampiran XIII
:
Daftar pinjaman daerah dan obligasi daerah.
1.
Lampiran I
:
Ringkasan APBD;
2.
Lampiran II
:
Ringkasan APBD Menurut Urusan Pemerintahan Daerah Dan Organisasi SKPD;
3.
Lampiran III
:
Rincian APBD Menurut urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan;
4.
Lampiran IV
:
Rekapitulasi Belanja Menurut Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi SKPD, Program, dan Kegiatan;
5.
Lampiran V
:
Rekapitulasi Belanja Daerah Untuk Keselarasan dan Keterpaduan Urusan Pemerintahan Daerah dan fungsi dalam Kerangka Pengelolaan keuangan Daerah;
6.
Lampiran VI
:
Daftar Jumlah Pegawai Per Golongan Dan Per Jabatan;
7.
Lampiran VII
:
Daftar piutang daerah;
8.
Lampiran VIII
:
Daftar penyertaan modal (Investasi) daerah;
9.
Lampiran IX
:
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan Aset Tetap Daerah;
10.
Lampiran X
:
Daftar Perkiraan Penambahan dan Pengurangan aset lain-lain;
11.
Lampiran XI
:
Daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini;
12.
Lampiran XII
:
Daftar dana cadangan daerah; dan
13.
Lampiran XIII
:
Daftar pinjaman daerah dan obligasi daerah.
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pasal 6

Ketentuan lebih lanjut mengenai pengaturan Perubahan Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Palu Tahun Anggaran 2016 diatur dengan Peraturan Wali Kota.
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pasal 7

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan Pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kota Palu.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
ditetapkan di Palu
pada tanggal 29 September 2016
WALI KOTA PALU,
ttd
HIDAYAT

diundangkan di Palu
pada tanggal 29 September 2016
Plt.SEKRETARIS DAERAH KOTA PALU,
ttd
DHARMA GUNAWAN MOCHTAR

LEMBARAN DAERAH KOTA PALU TAHUN 2016 NOMOR 7
 

PENJELASAN

ATAS

PERATURAN DAERAH KOTA PALU
NOMOR 7 TAHUN 2016

TENTANG

PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KOTA PALU TAHUN ANGGARAN 2016
 
 
 
 
 
 
I.
UMUM
 
Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan dan Pelayanan kemasyarakatan di Daerah akan lebih efektif efisien dan optimal terlaksana bila diikuti dengan pemberian sumber-sumber penerimaan yang cukup kepada daerah, semua sumber keuangan yang melekat pada setiap urusan pemerintahan yang diserahkan kepada daerah menjadi sumber keuangan Daerah. Berdasarkan ketentuan dalam Pasal 316 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, perubahan APBD dapat dilakukan jika terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA; keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, dan antar jenis belanja; keadaan yang menyebabkan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya harus digunakan untuk pembiayaan dalam tahun anggaran berjalan; keadaan darurat; dan/atau keadaan luar biasa. Dan berdasarkan ketentuan dalam Pasal 317 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah yang berbunyi “Kepala daerah mengajukan rancangan Perda tentang perubahan APBD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316 ayat (1) disertai penjelasan dan dokumen pendukung kepada DPRD untuk memperoleh persetujuan bersama”.

Untuk memenuhi maksud tersebut diatas, maka perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kota Palu Tahun Anggaran 2015 perlu diatur dengan Peraturan Daerah.
 
 
 
 
 
 
II.
PASAL DEMI PASAL
 
Pasal 1
Cukup jelas.
Pasal 2
Cukup jelas.
Pasal 3
Cukup jelas.
Pasal 4
Cukup jelas.
Pasal 5
Cukup jelas.
Pasal 6
Cukup jelas.
Pasal 7
Cukup jelas.
 
TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KOTA PALU NOMOR 7
Background
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.