Perda Kabupaten Pangandaran Nomor: 6 Tahun 2020
Status tidak tersedia
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN
NOMOR 6 TAHUN 2020 TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI PANGANDARAN,
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
Menimbang | ||||||
|
a.
|
bahwa pembangunan kesehatan merupakan merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan pembangunan daerah secara menyeluruh dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif;
| |||||
|
b.
|
bahwa bahwa untuk meningkatkan mutu kesehatan masyarakat khususnya di bidang pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah dan Pusat Kesehatan Masyarakat sesuai kebutuhan masyarakat, diperlukan dukungan pelayanan yang memadai;
| |||||
|
c.
|
bahwa besarnya tarif retribusi pemakaian kekayaan daerah dalam Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan kondisi perkembangan perekonomian sehingga perlu disesuaikan;
| |||||
|
d.
|
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2016 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
Mengingat | ||||||
|
1.
|
Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
| |||||
|
2.
|
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);
| |||||
|
3.
|
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
| |||||
|
4.
|
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2012 tentang Pembentukan Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 230, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5363);
| |||||
|
5.
|
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
| |||||
|
6.
|
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5601);
| |||||
|
7.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161);
| |||||
|
8.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6041);
| |||||
|
9.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);
| |||||
|
10.
|
Peraturan Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 8 Tahun 2016 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 Nomor 8, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 8).
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN
dan
BUPATI PANGANDARAN
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
MEMUTUSKAN:
| ||||||
Menetapkan | ||||||
|
PERATURAN DAERAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN.
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal I | ||||||
|
Beberapa ketentuan dalam Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan (Lembaran Daerah Kabupaten Pangandaran Tahun 2016 Nomor 8, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Pangandaran Nomor 8) diubah sebagai berikut:
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
|
Ketentuan Pasal 1 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 1
| |||||
|
|
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan:
| |||||
|
|
1.
|
Daerah Kabupaten adalah Kabupaten Pangandaran.
| ||||
|
|
2.
|
Bupati adalah Bupati Pangandaran.
| ||||
|
|
3.
|
Pemerintah Daerah Kabupaten adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadikan kewenangan daerah otonom.
| ||||
|
|
4.
|
Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.
| ||||
|
|
5.
|
Dinas Kesehatan yang selanjutnya disebut Dinas adalah Perangkat Daerah yang membidangi kesehatan.
| ||||
|
|
6.
|
Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan, baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara, atau badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.
| ||||
|
|
7.
|
Pelayanan Kesehatan adalah segala kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada seseorang dalam rangka observasi, diagnosis, atau pelayanan kesehatan lainnya.
| ||||
|
|
8.
|
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pangandaran yang selanjutnya disingkat RSUD Pangandaran adalah institusi Pelayanan Kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat jalan, rawat inap, dan gawat darurat.
| ||||
|
|
9.
|
Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di Daerah.
| ||||
|
|
10.
|
Laboratorium Kesehatan Daerah adalah sarana kesehatan yang melaksanakan pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, kondisi kesehatan atau faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat.
| ||||
|
|
11.
|
Laboratorium Klinik adalah laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan di bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi klinik, parasitologi klinik, imunologi klinik, patologi anatomi, dan/atau bidang lain yang berkaitan dengan kepentingan kesehatan perorangan terutama untuk menunjang upaya diagnosis penyakit, penyembuhan penyakit, dan pemulihan kesehatan.
| ||||
|
|
12.
|
Laboratorium Kesehatan Masyarakat adalah laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan di bidang mikrobiologi, fisika, kimia, dan/atau bidang lain yang berkaitan dengan kepentingan kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan terutama untuk menunjang upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan masyarakat.
| ||||
|
|
13.
|
Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut Retribusi adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan pribadi atau Badan.
| ||||
|
|
14.
|
Jasa Umum adalah jasa yang disediakan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan.
| ||||
|
|
15.
|
Retribusi Pelayanan Kesehatan adalah Retribusi sebagai pembayaran atas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah.
| ||||
|
|
16.
|
Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang menurut peraturan perundang-undangan Retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran Retribusi termasuk pemungut atau pemotong Retribusi.
| ||||
|
|
17.
|
Surat Setoran Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat SSRD adalah surat yang digunakan Wajib Retribusi untuk melakukan pembayaran atau penyetoran Retribusi yang terutang ke kas daerah atau ke tempat lain yang ditunjuk oleh Bupati.
| ||||
|
|
18.
|
Surat Ketetapan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat SKRD adalah surat ketetapan Retribusi yang menentukan besarnya jumlah pokok Retribusi yang terutang.
| ||||
|
|
19.
|
Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya disingkat SKRDLB adalah surat ketetapan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran Retribusi karena jumlah kredit Retribusi lebih besar dari pada Retribusi yang terutang atau tidak seharusnya terutang.
| ||||
|
|
20.
|
Surat Tagihan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD adalah surat untuk melakukan tagihan Retribusi dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda.
| ||||
|
|
21.
|
Kas Daerah adalah tempat penyimpanan uang Daerah yang ditentukan oleh Bupati untuk menampung seluruh penerimaan Daerah dan membayar seluruh pengeluaran Daerah.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Ketentuan Pasal 2 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 2
| |||||
|
|
Dengan nama Retribusi Pelayanan Kesehatan dipungut Retribusi sebagai pembayaran atas Pelayanan Kesehatan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Ketentuan Pasal 3 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 3
| |||||
|
|
(1)
|
Objek Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 meliputi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas, Puskesmas keliling, Puskesmas pembantu, balai pengobatan, RSUD Pangandaran, dan tempat Pelayanan Kesehatan lainnya yang sejenis yang dimiliki dan/atau dikelola oleh Pemerintah Daerah, kecuali pelayanan pendaftaran.
| ||||
|
|
(2)
|
Dikecualikan dari objek Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi Pelayanan Kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, pihak swasta, dan tempat Pelayanan Kesehatan milik Pemerintah Daerah yang menggunakan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum daerah.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4.
|
Ketentuan Pasal 4 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 4
| |||||
|
|
Subyek Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 meliputi orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati Pelayanan Kesehatan dari Pemerintah Daerah.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5.
|
Ketentuan Pasal 6 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 6
| |||||
|
|
(1)
|
Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pelayanan Kesehatan diukur berdasarkan jenis Pelayanan Kesehatan, pemakaian bahan, dan penggunaan peralatan.
| ||||
|
|
(2)
|
Jenis Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas Pelayanan Kesehatan pada:
| ||||
|
|
|
a.
|
RSUD dan Puskesmas yang meliputi:
| |||
|
|
|
|
1.
|
rawat jalan;
| ||
|
|
|
|
2.
|
gawat darurat;
| ||
|
|
|
|
3.
|
rawat inap;
| ||
|
|
|
|
4.
|
pelayanan kebidanan;
| ||
|
|
|
|
5.
|
pelayanan medik yang meliputi:
| ||
|
|
|
|
|
a)
|
pelayanan tindakan medik operatif; dan
| |
|
|
|
|
|
b)
|
pelayanan tindakan medik non operatif.
| |
|
|
|
|
6.
|
pelayanan penunjang medik yang meliputi:
| ||
|
|
|
|
|
a)
|
pemeriksaan laboratorium dan patologi anatomi;
| |
|
|
|
|
|
b)
|
pemeriksaan radiologi atau radiodiagnostik; dan
| |
|
|
|
|
|
c)
|
pemeriksaan diagnostik elektromedik.
| |
|
|
|
|
7.
|
pelayanan penunjang non medik yang meliputi:
| ||
|
|
|
|
|
a)
|
pelayanan ambulans; dan
| |
|
|
|
|
|
b)
|
pelayanan kereta jenazah.
| |
|
|
|
|
8.
|
pelayanan rehabilitasi medik;
| ||
|
|
|
|
9.
|
pelayanan transfusi darah;
| ||
|
|
|
|
10.
|
pelayanan farmasi;
| ||
|
|
|
|
11.
|
pengujian kesehatan;
| ||
|
|
|
|
12.
|
pelayanan jenazah;
| ||
|
|
|
|
13.
|
pemeriksaan visum et repertum;
| ||
|
|
|
|
14.
|
pelayanan konsultasi; dan
| ||
|
|
|
|
15.
|
pelayanan kesehatan bagi peserta jaminan kesehatan nasional dan peserta asuransi kesehatan lainnya.
| ||
|
|
|
b.
|
Laboratorium Kesehatan Daerah yang meliputi:
| |||
|
|
|
|
1.
|
Laboratorium Klinik; dan
| ||
|
|
|
|
2.
|
Laboratorium Kesehatan Masyarakat.
| ||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6.
|
Ketentuan Pasal 7 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 7
| |||||
|
|
(1)
|
Prinsip dan sasaran dalam penetapan tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan ditetapkan dengan memperhatikan biaya penyediaan jasa yang bersangkutan, kemampuan masyarakat, aspek keadilan, dan efektivitas pengendalian atas Pelayanan Kesehatan.
| ||||
|
|
(2)
|
Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi biaya operasi dan pemeliharaan, biaya bunga, dan biaya modal.
| ||||
|
|
(3)
|
Dalam hal penetapan tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan sepenuhnya memperhatikan biaya penyediaan jasa, penetapan tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan hanya untuk menutup sebagian biaya.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7.
|
Judul BAB VI diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
BAB VI
STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8.
|
Ketentuan Pasal 8 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 8
| |||||
|
|
(1)
|
Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan yang terutang dihitung berdasarkan perkalian antara tingkat penggunaan jasa dengan tarif Retribusi.
| ||||
|
|
(2)
|
Ketentuan mengenai struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9.
|
Pasal 9 dihapus.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10.
|
BAB VII dihapus.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
11.
|
BAB VIII dihapus.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
12.
|
BAB IX dihapus.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
13.
|
Ketentuan Pasal 33 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 33
| |||||
|
|
(1)
|
Retribusi Pelayanan Kesehatan dipungut dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan.
| ||||
|
|
(2)
|
Dokumen lain yang dipersamakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat berupa karcis, kupon dan kartu langganan.
| ||||
|
|
(3)
|
Pemungutan Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh Perangkat Daerah yang membidangi kesehatan.
| ||||
|
|
(4)
|
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemungutan Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (3) diatur dengan Peraturan Bupati.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
14.
|
Pasal 34 dihapus.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
15.
|
Ketentuan Pasal 35 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 35
| |||||
|
|
(1)
|
Retribusi Pelayanan Kesehatan yang tercantum dalam SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan harus dibayar secara lunas.
| ||||
|
|
(2)
|
Retribusi Pelayanan Kesehatan yang terutang harus dibayar paling lambat 15 (lima belas) hari terhitung sejak diterbitkannya SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan.
| ||||
|
|
(3)
|
Wajib Retribusi diberi tanda bukti pembayaran untuk setiap pembayaran Retribusi.
| ||||
|
|
(4)
|
Dalam hal Wajib Retribusi tidak membayar tepat pada waktunya atau kurang membayar, dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2% (dua per seratus) setiap bulan dari Retribusi yang terutang yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan STRD.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
16.
|
Di antara Pasal 35 dan Pasal 36 disisipkan 1 (satu) pasal, yakni Pasal 35A sehingga berbunyi sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 35A
| |||||
|
|
(1)
|
Pembayaran Retribusi Pelayanan Kesehatan dilakukan di kas daerah atau di tempat lain yang ditunjuk sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
| ||||
|
|
(2)
|
Dalam hal pembayaran dilakukan di tempat lain yang ditunjuk, hasil penerimaan Retribusi harus disetorkan ke kas daerah paling lama 1 (satu) kali 24 (dua puluh empat) jam, kecuali untuk daerah tertentu atau dalam waktu tertentu.
| ||||
|
|
(3)
|
Bupati atas permohonan Wajib Retribusi setelah memenuhi persyaratan yang ditentukan dapat memberikan persetujuan kepada Wajib Retribusi untuk mengangsur atau menunda pembayaran Retribusi Pelayanan Kesehatan dengan dikenakan bunga sebesar 2% (dua per seratus) setiap bulan.
| ||||
|
|
(4)
|
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pembayaran, penyetoran, tempat pembayaran, angsuran, dan penundaan pembayaran Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (3) diatur dengan Peraturan Bupati.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
17.
|
Ketentuan Pasal 36 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 36
| |||||
|
|
(1)
|
Retribusi Pelayanan Kesehatan terutang ditagih dengan menggunakan STRD.
| ||||
|
|
(2)
|
Penagihan Retribusi Pelayanan Kesehatan terutang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didahului dengan surat teguran.
| ||||
|
|
(3)
|
Surat teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikeluarkan paling lambat 7 (tujuh) hari terhitung sejak tanggal jatuh tempo pembayaran.
| ||||
|
|
(4)
|
Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal surat teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Wajib Retribusi wajib melunasi Retribusi Pelayanan Kesehatan yang terutang.
| ||||
|
|
(5)
|
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penagihan dan penerbitan surat teguran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4) diatur dengan Peraturan Bupati.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
18.
|
Ketentuan Pasal 41 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 41
| |||||
|
|
(1)
|
Wajib Retribusi yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (4) sehingga merugikan keuangan Daerah dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak 3 (tiga) kali jumlah Retribusi terutang yang tidak atau kurang dibayar.
| ||||
|
|
(2)
|
Tindak pidana sebagaimana dimaksud ayat (1) merupakan pelanggaran.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
19.
|
Ketentuan Lampiran diubah sehingga tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal II | ||||||
|
Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Pangandaran.
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Ditetapkan di Parigi
pada tanggal 7 Desember 2020
BUPATI PANGANDARAN,
Ttd/Cap
H. JEJE WIRADINATA
Diundangkan di Parigi
pada tanggal 7 Desember 2020
SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN,
Ttd/Cap
H. KUSDIANA
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN 1 TAHUN 2020 NOMOR 6
| ||||||
|
| ||||||
PENJELASANATAS
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN
NOMOR 6 TAHUN 2020
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN
| ||
|
|
|
|
|
I.
|
UMUM
| |
|
|
Bahwa pembangunan kesehatan merupakan merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan pembangunan daerah secara menyeluruh dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif, sehingga perlu peningkatan mutu kesehatan masyarakat khususnya di bidang pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah dan Pusat Kesehatan Masyarakat sesuai kebutuhan masyarakat.
Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan telah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan, sehubungan sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan kondisi perkembangan perekonomian sehingga perlu perubahan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan.
| |
|
|
|
|
|
II.
|
PASAL DEMI PASAL
| |
|
|
Pasal I
Angka 1
Pasal 1
Cukup jelas.
Angka 2
Pasal 2
Cukup jelas.
Angka 3
Pasal 3
Cukup jelas.
Angka 4
Pasal 4
Cukup jelas.
Angka 5
Pasal 6
Cukup jelas.
Angka 6
Pasal 7
Cukup jelas.
Angka 7
BAB VI
Cukup jelas.
Angka 8
Pasal 8
Cukup jelas.
Angka 9
Dihapus.
Angka 10
Dihapus.
Angka 11
Dihapus.
Angka 12
Dihapus.
Angka 13
Pasal 33
Cukup jelas.
Angka 14
Dihapus.
Angka 15
Pasal 35
Cukup jelas.
Angka 16
Pasal 35A
Cukup jelas.
Angka 17
Pasal 36
Cukup jelas.
Angka 18
Pasal 41
Cukup jelas.
Angka 19
Cukup jelas.
Pasal II
Cukup jelas.
| |
|
|
|
|
|
TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN NOMOR 6
| ||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.