Peraturan Bupati Kabupaten Sleman Nomor: 23 Tahun 2016
Status tidak tersedia
Gunakan versi desktop untuk pengalaman lengkap
|
PERATURAN BUPATI SLEMAN
NOMOR 23 TAHUN 2016 TENTANG
PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR 24.11 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN INSENTIF PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI SLEMAN,
| |||||||
Menimbang | |||||||
|
a.
|
bahwa dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan pemungutan pajak daerah, perlu dilakukan penyesuaian ketentuan pemberian insentif pemungutan pajak daerah;
| ||||||
|
b.
|
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Bupati Sleman Nomor 24.11 Tahun 2014 tentang Pemberian Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Sleman Nomor 55 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Sleman Nomor 24.11 Tahun 2014 tentang Pemberian lnsentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Mengingat | |||||||
|
1.
|
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 44);
| ||||||
|
2.
|
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);
| ||||||
|
3.
|
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
| ||||||
|
4.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1950 tentang Penetapan Mulai Berlakunya Undang-Undang 1950 Nomor 12, 13, 14 dan 15 Dari Hal Pembentukan Daerah daerah Kabupaten di Jawa Timur/Tengah/Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 59);
| ||||||
|
5.
|
Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemberian dan Pemanfaatan lnsentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 119, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5161);
| ||||||
|
6.
|
Peraturan Bupati Sleman Nomor 24.11 Tahun 2014 tentang Pemberian Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Berita Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2014 Nomor 5 Seri C) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Sleman Nomor 55 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Sleman Nomor 24.11 Tahun 2014 tentang Pemberian Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Berita Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2015 Nomor 9 Seri C).
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
MEMUTUSKAN:
| |||||||
Menetapkan | |||||||
|
PERATURAN BUPATI TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR 24.11 TAHUN 2014 TENTANG PEMBERIAN INSENTIF PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH.
| |||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal l | |||||||
|
Seberapa ketentuan dalam Peraturan Bupati Sleman Nomor 24.11 Tahun 2014 tentang Pemberian Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Berita Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2014 Nomor 5 Seri C) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Sleman Nomor 55 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Sleman Nomor 24.11 Tahun 2014 tentang Pemberian Insentif Pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Berita Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2015 Nomor 9 Seri C), diubah sebagai berikut:
| |||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1.
|
Ketentuan huruf d, huruf e dan huruf f Pasat 4 dihapus sehingga berbunyi sebagai berikut:
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 4
| ||||||
|
|
Insentif diberikan kepada:
| ||||||
|
|
a.
|
Bupati;
| |||||
|
|
b.
|
Wakil Bupati;
| |||||
|
|
c.
|
Sekretaris Daerah;
| |||||
|
|
d.
|
dihapus;
| |||||
|
|
e.
|
dihapus;
| |||||
|
|
f.
|
dihapus;
| |||||
|
|
g.
|
SKPD pelaksana pemungutan pajak daerah;
| |||||
|
|
h.
|
SKPD pelaksana pemungutan retribusi daerah;
| |||||
|
|
l.
|
pihak lain yang membantu instansi pelaksana pemungutan pajak daerah;
| |||||
|
|
j.
|
pihak lain yang membantu instansi pelaksana pemungutan retribusi daerah;
| |||||
|
|
k.
|
pemungut pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan pada tingkat desa dan kecamatan, kepala desa dan camat, tenaga lainnya yang ditugaskan oleh SKPD pelaksana pemungutan pajak daerah.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
Ketentuan Pasal 5:
| ||||||
|
|
a.
|
di antara ayat (1) dan ayat (2) disisipkan 1 (satu) ayat yakni ayat (1a);
| |||||
|
|
b.
|
huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d ayat (2) dihapus; dan
| |||||
|
|
c.
|
huruf e ayat (2) diubah.
| |||||
| sehingga berbunyi sebagai berikut: | |||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 5
| ||||||
|
|
(1)
|
Pemberian insentif bagi Bupati dan Wakil Bupati sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a dan huruf b dibayarkan dengan proporsi sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
a.
|
Bupati sebesar 6 (enam) kali gaji pokok Bupati dan tunjangan yang melekat; dan
| ||||
|
|
|
b.
|
Wakil Bupati sebesar 6 (enam) kali gaji pokok Wakil Bupati dan tunjangan yang melekat.
| ||||
|
|
(1a) |
Pemberian insentif bagi Sekretaris Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c dibayarkan dengan proporsi sebesar 6 (enam) kali gaji pokok Sekretaris Daerah dan tunjangan yang melekat.
| |||||
|
|
(2)
|
Insentif pemungutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2) setelah dikurangi insentif Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (1a) dibagikan secara proporsional kepada penerima insentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf g sampai dengan huruf k, dengan ketentuan sebagai berikut:
| |||||
|
|
|
a.
|
dihapus;
| ||||
|
|
|
b.
|
dihapus;
| ||||
|
|
|
c.
|
dihapus;
| ||||
|
|
|
d.
|
dihapus;
| ||||
|
|
|
e.
|
SKPD pelaksana pemungutan pajak daerah dengan ketentuan sebagai berikut:
| ||||
|
|
|
|
1.
|
sebesar 97,3% (sembilan puluh tujuh koma tiga persen) dari bagian insentif pemungutan pajak hotel;
| |||
|
|
|
|
2.
|
sebesar 95,5% (sembilan puluh lima koma lima persen) dari bagian insentif pemungutan pajak restoran;
| |||
|
|
|
|
3.
|
sebesar 100% (seratus persen) dari bagian insentif pemungutan pajak hiburan;
| |||
|
|
|
|
4.
|
sebesar 90% (sembilan puluh persen) dari bagian insentif pemungutan pajak reklame, pajak parkir, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, pajak mineral bukan logam dan batuan dan pajak air tanah;
| |||
|
|
|
|
5.
|
sebesar 97,7% (sembilan puluh tujuh koma tujuh persen) dari bagian insentif pemungutan pajak penerangan jalan;
| |||
|
|
|
|
6.
|
sebesar 95% (sembilan puluh lima persen) dari bagian insentif pemungutan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan.
| |||
|
|
|
f.
|
SKPD pelaksana pemungutan retribusi daerah dengan ketentuan sebagai berikut:
| ||||
|
|
|
|
1.
|
SKPD pelaksana pemungutan retribusi daerah selain retribusi izin mendirikan bangunan, retribusi izin trayek, dan retribusi perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sebesar 100% (seratus persen) dari bagian insentif pemungutan retribusi daerah;
| |||
|
|
|
|
2.
|
SKPD pelaksana pemungutan retribusi izin mendirikan bangunan, retribusi izin trayek, dan retribusi perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing sebesar 90% (sembilan puluh persen) dari bagian insentif pemungutan retribusi izin mendirikan bangunan, retribusi izin trayek, dan retribusi perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing;
| |||
|
|
|
|
3.
|
SKPD pelaksana pemungutan retribusi izin mendirikan bangunan dan retribusi izin gangguan di Kecamatan sebesar 100% (seratus persen) dari bagian insentif pemungutan retribusi izin mendirikan bangunan dan retribusi izin gangguan di Kecamatan.
| |||
|
|
|
g.
|
pihak lain yang membantu instansi pelaksana pemungutan pajak daerah dengan ketentuan sebagai berikut:
| ||||
|
|
|
|
1.
|
petugas yang ditunjuk oleh instansi pelaksana pemungut pajak daerah sebesar 2,7% (dua koma tujuh persen) dari bagian insentif pemungutan pajak hotel;
| |||
|
|
|
|
2.
|
petugas Kecamatan yang ditugaskan oleh instansi pelaksana pemungut pajak daerah sebesar 4,5% (empat koma lima persen) dari bagian insentif pemungutan pajak restoran;
| |||
|
|
|
|
3.
|
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Sleman sebesar 5% (lima persen) dari bagian insentif pemungutan pajak reklame;
| |||
|
|
|
|
4.
|
Sadan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Sleman sebesar 5% (lima persen) dari bagian insentif pemungutan pajak reklame;
| |||
|
|
|
|
5.
|
Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Sleman sebesar 2,3% (dua koma tiga persen) dari bagian insentif pemungutan pajak penerangan jalan;
| |||
|
|
|
|
6.
|
Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral Kabupaten Sleman sebesar 10% (sepuluh persen) dari bagian insentif pemungutan pajak mineral bukan logam dan batuan dan pajak air tanah;
| |||
|
|
|
|
7.
|
Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Sleman sebesar 10% (sepuluh persen) dari bagian insentif pemungutan pajak parkir;
| |||
|
|
|
|
8.
|
Pejabat pembuat akta tanah/notaris sebesar 6% (enam persen) dari bagian insentif pemungutan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan;
| |||
|
|
|
|
9.
|
Kantor Pertanahan Sleman sebesar 4% (empat persen) dari bagian insentif pemungutan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.
| |||
|
|
|
h.
|
pihak lain yang membantu instansi pelaksana pemungutan retribusi daerah dengan ketentuan sebagai berikut:
| ||||
|
|
|
|
1.
|
Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Sleman sebesar 10% (sepuluh persen) dari bagian insentif pemungutan retribusi izin trayek dan retribusi perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing;
| |||
|
|
|
|
2.
|
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Sleman sebesar 10% (sepuluh persen) dari bagian insentif pemungutan retribusi izin mendirikan bangunan;
| |||
|
|
|
i.
|
pemungut pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan pada tingkat desa dan kecamatan, kepala desa dan camat, tenaga lainnya yang ditugaskan oleh SKPD pelaksana pemungut pajak daerah sebesar 5% (lima persen) dari bagian insentif pemungutan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan.
| ||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3.
|
Di antara Pasal 5 dan Pasal 6 disisipkan 1 (satu) Pasal yakni Pasal SA sehingga berbunyi sebagai berikut:
| ||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal 5A
| ||||||
|
|
(1)
|
Sekretaris Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal S ayat (1a) membagi sebagian insentif yang diterimanya kepada Asisten Sekretaris Daerah.
| |||||
|
|
(2)
|
Pelaksanaan lebih lanjut pembagian sebagian insentif yang diterima Sekretaris Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan lebih lanjut oleh Sekretaris Daerah.
| |||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pasal II | |||||||
|
Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
| |||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Sleman.
| |||||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Ditetapkan di Sleman
pada tanggal 30 Juni 2016 BUPATI SLEMAN, dto. SRI PURNOMO Diundangkan di Sleman pada tanggal 30 Juni 2016 Pj. SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN SLEMAN, dto. ISWOYO HADIWARNO BERITA DAERAH KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2016 NOMOR | |||||||
Menemukan kesalahan ketik? Klik di sini agar kami dapat memperbaikinya.